Swara Pendidikan (Depok) – Perayaan Lebaran Depok 2026 hari kedua yang digelar di Alun-Alun Timur Grand Depok City (GDC), Rabu (6/5/2026), berlangsung meriah dan mendapat sambutan luar biasa dari para pengunjung yang memadati alun alun GCD. Selain menjadi ajang hiburan tahunan, kegiatan ini juga menjadi sarana masyarakat untuk lebih mengenal tradisi khas Depok yang selama ini belum banyak diketahui.
Rangkaian acara hari ke 2 lebaran Depok menampilkan, senam Kormi, nyuci perabotan, pertunjukan band anak inklusi, Tari Saman, Gambang Kromong, Tari Lokahita, Tari Asmara Putri Kirana, Tari Jaipong Pajajaran, serta penampilan band SMA.
Dilanjutkan dengan marawis pesantren, Tari Kembang Wayang, Tari Samba Ambon, Tari Lenggang Riuh, penampilan Gambang Kromong, Sanggar Bintang Pelangi, serta berbagai penampilan seni dan musik lainnya.
Selain itu, turut ditampilkan PKBM Generasi Juara Sukmajaya, Band Biang Kerok, serta pertunjukan Lenong Mini Cablak CS yang menambah semarak suasana perayaan.

Salah satu warga, Wiwi Diah asal Permata Depok, mengaku sangat terkesan dengan rangkaian acara tahun ini. Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya meriah, tetapi juga memberikan pengetahuan baru tentang budaya lokal Depok.
“Acaranya bagus dan meriah. Kita jadi tahu sekarang kalau Depok ada tradisi lebaran tahunan,” ungkapnya.
Ia juga menyebut baru pertama kali mengetahui adanya tradisi seperti nyuci perabotan dan pasar penghabisan yang ditampilkan dalam rangkaian Lebaran Depok.
“Tadinya saya nggak tahu ada nyuci perabotan, ada pasar penghabisan. Baru tahu nih saya. Mudah-mudahan bisa tiap tahun diadakan,” tambahnya.
Antusiasme warga tidak hanya datang secara individu, tetapi juga berkelompok. Salah satunya dari komunitas Klub Jantung Sehat (KJS) Permata Depok yang hadir dengan lebih dari 20 peserta.
“Iya, dari Jantung Sehat kita. Jadi ada perwakilannya gitu. Kita beberapa orang sih ada 20 lebih ya. Tadi pagi kan ikut senam juga di situ,” ujar salah satu anggota rombongan.
Rombongan tersebut turut mengikuti kegiatan senam pagi yang menjadi bagian dari rangkaian acara. Meski tidak seluruh peserta bertahan hingga akhir kegiatan, antusiasme terlihat sejak pagi hari.
“20 lebih, tapi sudah pada pulang sebagian,” katanya.
Komunitas KJS Permata Depok sendiri berada di bawah kepemimpinan Bunda Rumiati yang aktif membina kegiatan olahraga dan kesehatan bagi anggotanya.
Di tengah suasana ramai dan penuh keakraban, para peserta juga menikmati interaksi serta kebersamaan, termasuk momen foto bersama yang menambah hangatnya perayaan.
Lebaran Depok 2026 kembali membuktikan bahwa tradisi lokal tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga ruang kebersamaan yang mempererat hubungan antarwarga. (Gus JP)

























