Swara Pendidikan (Sawangan, Depok) – Lebaran Depok 2026 kembali menjadi panggung besar bagi pelestarian tradisi lokal yang kian dikenal luas oleh masyarakat. Digelar serentak di tiga wilayah, yakni Kecamatan Cipayung, Tapos, dan Sawangan, perayaan ini merupakan inisiasi Kumpulan Orang-Orang Depok (KOOD) yang mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Depok.
Di kawasan Kasiba Lisiba, Pengasinan–Duren Seribu, Sawangan, Selasa (5/5/2026), ribuan warga tampak antusias mengikuti salah satu agenda utama, yakni Ngubek Empang. Tradisi turun-temurun ini bukan sekadar ajang menangkap ikan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan kegembiraan masyarakat.
Sekretaris Daerah Kota Depok, Mangnguluang Mansur, menyampaikan bahwa Lebaran Depok merupakan bagian dari pesta rakyat yang masih berada dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Depok.
“Lebaran Depok salah satunya Ngubek Empang yang dilaksanakan di tiga titik wilayah, yaitu Cipayung, Tapos, dan Sawangan. Ini menjadi kegiatan rutin dan merupakan tradisi yang harus dilestarikan serta diwariskan kepada anak cucu kita agar terus berlanjut,” ujarnya usai melakukan penebaran ikan secara simbolis.
Ia menegaskan, Lebaran Depok lahir dari inisiatif masyarakat yang tergabung dalam KOOD, lalu diperkuat dengan dukungan pemerintah daerah. Kolaborasi ini dinilai menjadi kunci keberhasilan terselenggaranya acara yang setiap tahun selalu dinantikan warga.
Dalam kesempatan tersebut, Mangnguluang juga mengingatkan masyarakat untuk tetap tertib saat mengikuti Ngubek Empang. Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar mencari ikan, melainkan mempererat kebersamaan.
“Saat Ngubek Empang tidak menggunakan alat seperti seser. Ikan ditangkap dengan tangan, karena yang kita utamakan bukan hasilnya, tapi kebersamaannya,” jelasnya.
Sebelum acara resmi dibuka, suasana semakin semarak dengan prosesi palang pintu yang menampilkan seni bela diri silat khas Betawi. Prosesi ini menjadi simbol penghormatan sekaligus penyambutan bagi pejabat yang hadir. Setelah pertunjukan tersebut, Sekda pun dipersilakan memasuki area acara dan membuka kegiatan secara resmi.
Dengan semangat gotong royong dan kekayaan tradisi yang ditampilkan, Lebaran Depok 2026 tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga pengingat akan pentingnya menjaga warisan budaya di tengah arus modernisasi. Tradisi seperti Ngubek Empang pun terus hidup, mengikat kebersamaan warga dari generasi ke generasi. (Dib)

























