• BERITA UTAMA
    • NASIONAL
    • Internasional
    • KABAR DAERAH
    • METROPOLITAN
  • KABAR SEKOLAH
    • SMA
    • SMK
    • MA
    • SMP
    • MTS
    • SD
    • MI/DINIYAH
    • PAUD/TK
  • KABAR KAMPUS
  • KABAR PESANTREN
  • MENULIS
    • Artikel Guru
    • Artikel Dosen/Mahasiswa
    • Opini
  • TIPS EDU
  • EDU INFO
    • Klik Pendidikan
    • Info Pendidikan
    • Info Guru
  • INSPIRASI PENDIDIKAN
    • Inspirasi
  • JEJAK PRESTASI
  • E-PAPER
  • LAINNYA
    • Profil Sekolah
      • SMK
      • SMA
      • MA
      • SMP
      • MTS
      • SD
      • TK/PAUD
      • MI/DINIYAH
    • Ruang Sastra
      • Cerpen
      • Puisi
    • ULASAN BUKU
      • BAHAN AJAR
      • BUKU UMUM
    • SAPA WILAYAH
      • Kecamatan Beji
      • Kecamatan Bojongsari
      • Kecamatan Cilodong
      • Kecamatan Cimanggis
      • Kecamatan Cinere
      • Kecamatan Cipayung
      • Kecamatan Limo
      • Kecamatan Pancoran Mas
      • Kecamatan Sawangan
      • Kecamatan Sukmajaya
      • Kecamatan Tapos
    • WAWASAN PUBLIK
      • Parlemen
      • Pemerintahan
      • Peristiwa
      • Politik
      • Sosial
      • Suara Publik
      • Ekonomi & Bisnis
      • Infotaintment
      • Opini
Swara Pendidikan
Wednesday, May 20, 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Swara Pendidikan
No Result
View All Result

Hardiknas 2026:  “Memuliakan Manusia, Meneguhkan Arah Pendidikan Bangsa”

by SWARA PENDIDIKAN
2 May 2026
in Opini
0
Hardiknas 2026:  “Memuliakan Manusia, Meneguhkan Arah Pendidikan Bangsa”
20
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

 

Oleh: Dr.H.Bambang Sutopo, SE, MM (Pembina Yayasan Pendidikan Ruhama)

Peringatan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2026, seharusnya tidak berhenti pada seremoni tahunan. Ia adalah momentum refleksi kolektif: apakah arah pendidikan kita benar-benar telah memuliakan manusia, atau justru terjebak dalam rutinitas administratif yang kehilangan ruh?

Di tengah berbagai capaian pembangunan, kita dihadapkan pada paradoks pendidikan. Akses semakin terbuka, angka partisipasi meningkat, tetapi kualitas dan karakter belum sepenuhnya mengakar kuat. Kita menyaksikan fenomena generasi yang cerdas secara akademik, namun rapuh secara moral dan spiritual. Ini bukan semata persoalan kurikulum, melainkan persoalan orientasi.

BACA JUGA

Mengevaluasi RSSG Depok 2025: Antara Niat Baik, Celah Refund, dan Tanda Tanya Data

Anak SD Sudah Ikut Bimbel: Pendidikan atau Kompetisi?

27 Tahun Kota Depok: Anak Dijepit Dua Kegagalan. SMPN Sesak, RSSG Tak Bermutu?

Tanpa Keteladanan, Transformasi Pendidikan dengan 3M, Hanya Slogan

Pendidikan sejatinya bukan sekadar proses transfer pengetahuan. Ia adalah proses memanusiakan manusia—proses menumbuhkan fitrah, mengembangkan potensi, dan memuliakan martabat setiap anak bangsa. Dalam perspektif ini, pendidikan harus kembali pada hakikatnya: menghadirkan ketulusan, kasih sayang, dan keteladanan sebagai fondasi utama.

Pengalaman panjang dalam membina Yayasan Pendidikan Ruhama sejak 1992 memberikan pelajaran penting: pendidikan yang berhasil bukan hanya yang menghasilkan lulusan berprestasi, tetapi yang mampu melahirkan manusia utuh—yang berpikir jernih, berhati bersih, dan berakhlak mulia.

Melalui pendekatan Sekolah Islam Terpadu dan pendidikan Al-Qur’an yang integratif, kami melihat bahwa integrasi antara ilmu, iman, dan amal bukanlah konsep normatif, melainkan kebutuhan nyata.

Di sinilah pentingnya keberanian untuk melakukan reposisi arah kebijakan pendidikan. Kita tidak cukup hanya berbicara tentang infrastruktur, digitalisasi, atau standar evaluasi. Yang lebih mendasar adalah memastikan bahwa seluruh ekosistem pendidikan—guru, kurikulum, kebijakan, hingga lingkungan belajar—berorientasi pada pembentukan karakter dan kemuliaan manusia.

Tema “Partisipasi Semesta” dalam Hardiknas tahun ini harus dimaknai secara substantif. Pendidikan bukan hanya tanggung jawab negara, tetapi gerakan bersama seluruh elemen bangsa: keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, dan dunia usaha. Kolaborasi ini harus dibangun bukan sekadar formalitas, tetapi sebagai sinergi yang hidup dan berdampak.

Pemerintah daerah juga memiliki peran strategis dalam memastikan pendidikan yang inklusif dan bermutu. Kebijakan harus adaptif terhadap perubahan zaman, tetapi tetap berpijak pada nilai-nilai dasar bangsa. Pendidikan tidak boleh kehilangan arah hanya karena mengejar tren global, tanpa mempertimbangkan jati diri dan kebutuhan lokal.

Hardiknas 2026 harus menjadi titik balik. Saatnya kita tidak hanya memperbaiki sistem, tetapi menghidupkan kembali ruh pendidikan. Kita butuh lebih dari sekadar sekolah yang baik; kita butuh ekosistem pendidikan yang memuliakan manusia.

Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan pendidikan bukan hanya pada angka-angka statistik, tetapi pada kualitas manusia yang dihasilkan manusia yang mampu membawa peradaban menuju kebaikan.

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026.

Mari kita teguhkan komitmen, pendidikan untuk memuliakan manusia, dan mencerdaskan kehidupan bangsa secara utuh.

 

ShareTweetSendShare

BeritaTerkait

27 Tahun Kota Depok: Saatnya Naik Kelas, Bukan Berdesakan di Kelas
Opini

27 Tahun Kota Depok: Saatnya Naik Kelas, Bukan Berdesakan di Kelas

5 May 2026
0
90

Oleh: Eman sutriadi Pimpinan Umum Swara Pendidikan

Read more
Hardiknas 2026: Data Bicara, Partisipasi Semesta Jadi Kunci Mutu Pendidikan

Hardiknas 2026: Data Bicara, Partisipasi Semesta Jadi Kunci Mutu Pendidikan

2 May 2026
92
66 Tahun Hardiknas, Pendidikan Jauh dari Kebutuhan Dunia Nyata

66 Tahun Hardiknas, Pendidikan Jauh dari Kebutuhan Dunia Nyata

1 May 2026
40

Dana Guru Honorer Diambil untuk MBG, Mendikdasmen Minta Dana Lagi, Ironis dan Konyol

6 March 2026
84

Ketika Uang Negara Berakhir di Jamban melalui Program Makan Bergizi Gratis

6 March 2026
22

Kami Hanya Ingin Bekerja: Dinamika Kepemimpinan Kepala Sekolah di Tengah Regulasi, Pengawasan, dan Intimidasi

2 March 2026
160
Next Post
Media Sosial (Medsos) Upaya Mencari Keadilan Dalam Penegakan Hukum di Indonesia (Refleksi 2021)

Hari Pendidikan Nasional: Momentum Menjaga Pendidikan dan Integritas Sekolah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://dewanpers.or.id/data

2026 © swarapendidikan.co.id

TENTANG KAMI

  • Berita
  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

Follow & Share

No Result
View All Result
  • Berita
  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

2026 © swarapendidikan.co.id