Swara Pendidikan (Purwakarta) – Perpustakaan keliling Purwakarta kembali menunjukkan dampaknya dalam meningkatkan minat baca siswa. Tanpa banyak sorotan, kehadirannya di SDN 1 Sindangpanon, Desa Sindangpanon, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, justru membawa perubahan nyata. Program yang digelar pada Kamis (16/4/2026) ini berhasil menarik perhatian siswa dan menumbuhkan minat baca secara signifikan.
Sejak pagi, suasana sekolah tampak berbeda. Para siswa berbondong-bondong mendatangi kendaraan perpustakaan keliling yang membawa beragam koleksi buku. Mulai dari cerita anak, buku pengetahuan umum, hingga bacaan edukatif lainnya, semuanya disambut dengan antusias.
Program ini menjadi solusi nyata dalam mendekatkan akses literasi, khususnya bagi siswa di wilayah pedesaan yang masih terbatas fasilitas bacanya. Tanpa perlu pergi jauh, siswa kini dapat menikmati berbagai bahan bacaan langsung di lingkungan sekolah.

Tak hanya menghadirkan layanan baca, kegiatan ini juga dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pengelolaan buku di sekolah. Langkah ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperkuat budaya literasi secara berkelanjutan.
Kepala Desa Sindangpanon, Denden Pranayuda, mengapresiasi program tersebut. Menurutnya, perpustakaan keliling menjadi pendekatan yang efektif untuk menumbuhkan minat baca sejak usia dini.
“Program ini sangat strategis karena mampu menghadirkan akses bacaan langsung ke sekolah. Ini menjadi langkah penting dalam menumbuhkan minat baca anak-anak,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Purwakarta, Aan Pelayanan, menegaskan bahwa layanan perpustakaan keliling merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan budaya literasi masyarakat.
“Ini adalah bentuk pelayanan jemput bola agar akses literasi semakin dekat dengan masyarakat. Kami ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk membaca dan belajar,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan literasi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, hingga masyarakat.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, sehingga mampu mencetak generasi yang cerdas, gemar membaca, dan berdaya saing,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, semangat literasi di kalangan siswa diharapkan terus tumbuh. Dari langkah sederhana yang “datang diam-diam”, perpustakaan keliling ini terbukti mampu menghadirkan perubahan nyata dalam kebiasaan belajar anak-anak di Desa Sindangpanon dan sekitarnya.***
Editor: Gus JP




