Swara Pendidikan (Purwakarta) – Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta memastikan program Tatanen di Bale Atikan (TDBA) dan sekolah berbasis ekologi berjalan di seluruh satuan pendidikan. Kepastian tersebut ditunjukkan melalui kegiatan monitoring langsung ke sejumlah sekolah pada Senin (13/4/2026) kemarin.
Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta, Sadiyah, bersama jajaran kepala bidang turun langsung ke lapangan sekaligus memimpin upacara bendera di sekolah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan program tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga diterapkan dalam keseharian di lingkungan sekolah.
“Monitoring dilakukan sekaligus pembinaan. Jika ditemukan sekolah yang belum tertata, langsung kami arahkan sebagai bagian dari edukasi kebersihan dan kerapihan,” ujar Sadiyah, Rabu (15/4/2026).
Selain melakukan pemantauan, jajaran Dinas Pendidikan juga datang lebih awal untuk menyambut siswa. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter, seperti membiasakan sikap sopan santun, menghormati guru, serta membangun interaksi yang baik di lingkungan sekolah.

Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang pembentukan karakter sekaligus lingkungan yang bersih dan ramah anak. “Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga membentuk kemandirian, kepedulian lingkungan, dan etika sejak dini,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, Sadiyah memimpin apel dan monitoring di Kecamatan Bungursari. Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan memimpin apel di kantor dinas.
Adapun para kepala bidang disebar ke sejumlah wilayah, di antaranya Bidang Pendidikan Dasar di Darangdan, Bidang Sarana dan Prasarana di Jatiluhur, Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan di wilayah Purwakarta, serta Bidang PAUD dan GTK di tingkat taman kanak-kanak. Para kepala seksi juga mengikuti apel di lingkungan Dinas Pendidikan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan implementasi program Tatanen di Bale Atikan semakin optimal serta mampu mendorong terwujudnya sekolah berbasis ekologi yang berkarakter di Kabupaten Purwakarta.
Editor: Gus




