Swara Pendidikan (Jepara) — Pemerintah Kabupaten Jepara menggelar upacara peringatan Hari Jadi Jepara ke-477 di Alun-Alun 1 Jepara. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo sebagai Inspektur Upacara, yang sekaligus menjadi momentum refleksi capaian pembangunan daerah serta penguatan sinergi seluruh elemen masyarakat.
Dalam amanatnya, Bupati menegaskan bahwa Kabupaten Jepara menunjukkan tren positif di berbagai sektor pembangunan. Hal ini ditandai dengan penurunan angka kemiskinan dari 6,6 persen menjadi 6,17 persen. Capaian tersebut sejalan dengan meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencerminkan perbaikan kualitas pendidikan, kesehatan, dan taraf hidup masyarakat.
Di sektor pendidikan dan sosial, Pemerintah Kabupaten Jepara telah merealisasikan sejumlah program unggulan. Di antaranya Kartu Guru Sejahtera sebagai bentuk dukungan bagi tenaga pendidik, Kartu Sarjana Jepara yang telah menyalurkan beasiswa kepada 2.398 mahasiswa, serta program revitalisasi pendidikan melalui perbaikan infrastruktur di 103 sekolah mulai dari PAUD, SD hingga SMP. Sementara itu, pada sektor ketenagakerjaan, program “Jepara Karya” berhasil membuka sebanyak 32.898 lowongan kerja.
Selain itu, Pemkab Jepara juga terus mendorong digitalisasi layanan publik melalui kanal aduan 112 yang telah menindaklanjuti sekitar 5.800 laporan masyarakat. Berkat berbagai upaya tersebut, pemerintah daerah berhasil meraih 11 penghargaan tingkat nasional, termasuk mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK selama 15 tahun berturut-turut.

Peringatan Hari Jadi Jepara ke-477 tahun ini mengusung tema “Kerja Tulus, Wujudkan Jepara Mulus”, yang menjadi ajakan bagi seluruh aparatur dan masyarakat untuk bekerja dengan penuh keikhlasan serta menjunjung tinggi integritas.
“Jepara adalah rumah besar kita bersama. Setiap jalan adalah lorong yang kita lalui bersama, dan setiap pantai serta hutannya adalah halaman yang harus kita rawat. Mari kita jaga, rawat, dan banggakan bersama demi masa depan anak cucu kita,” ujar Witiarso Utomo.
Lebih lanjut, Bupati juga mengajak para pengrajin dan pelaku UMKM untuk terus berinovasi serta mendorong generasi muda agar menjadi agen perubahan. Meskipun berbagai capaian telah diraih, masyarakat diingatkan untuk tidak berpuas diri karena masih banyak tantangan pembangunan yang harus dihadapi.
Melalui momentum Hari Jadi ini, nilai-nilai luhur dari masa kepemimpinan Ratu Shima hingga Ratu Kalinyamat—seperti keberanian, kejujuran, dan kemandirian—diharapkan tetap menjadi fondasi kuat bagi masyarakat Jepara dalam menghadapi dinamika zaman tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai religius.
(Andrie Once)

























