Puluhan Guru dan Kepsek SDN di Kecamatan Ranca Bungur Adakan Study Tiru di SDN Pakansari 04

by Redaksi
0 Komentar 213 Pembaca

Swara Pendidikan (Cibinong, Bogor) – Puluhan guru dan kepsek Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Ranca Bungur  mengadakan study tiru di Sekolah penggerak SD Negeri Pakansari 04 Cibinong. Rabu (22/11/23).

Hal itu dilaksanakan  untuk mendengarkan langsung kisah dan  pengalaman dari Kepala SDN Pakansari 4, Hera Prastari yang akan  berbagi praktik baik Sekolah Penggerak dan Guru  Demontrasi pembelajaran P5.

Acara  berbentuk saresehan tersebut bertemakan “kami belajar, kami bergerak, kami tumbuh bersama” di ikuti para Kepala Sekolah, guru dari gugus 1 dan 2 kecamatan Ranca Bungur.

Kepala Rombongan, juga Kepala SD Negeri Pasirgaok 4, Listuti S.Pd mengucapkan terimakasih sedalam-dalamnya kepada tuan rumah yang telah menyambut dengan ramah dan kami merasa senang.

Lebih lanjut, Lis mengungkapkan tujuan kedatangannya bersama rombongan, tidak lain ingin lebih dalam mengetahui proses yang dilakukan di SDN Pakansari 4.

“Intinya kami ingin belajar bagaimana caranya merubah dari sesuatu yang kurang baik menjadi lebih baik lagi. Terutama untuk guru-guru agar bisa meningkat kualitas dirinya,” ungkapnya

Sementara itu, Kepala SD Negeri Pakansari 04, Hera Prastari, M.Pd  merasa terhormat atas kunjungan para Kepala Sekolah dan guru dari kecamatan Ranca Bungur untuk melihat kondisi sekolahnya.

“Beginilah keadaan SDN Pakansari 4. Mungkin ketika mendengar mau study tiru ke sekolah penggerak itu megah, banyak muridnya, tapi ternyata tidak sesuai ekspetasi, “ujar Hera

Dalam pemaparannya,  diawal Hera Meluruskan stigma tentang sekolah penggerak. Bahwa sekolah penggerak itu harus keren, bagus, besar, muridnya ratusan ternyata salah. Sekolah penggerak itu sebagai ajang untuk meningkatkan kualitas diri, untuk meningkatkan kompetensi kepala Sekolah dan guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka (IKM)

‘Sekolah Penggerak bukan ajang untuk pamer, apalagi merasa paling hebat,” imbuhnya

Lebih jauh, Hera mengatakan, Sekolahnya menjadi sekolah penggerak tidak lain hanya untuk merubah nasib, merubah kualitas diri kami.

‘Kami sadar, kami tidak tahu apa-apa, tidak punya apa-apa,  Alhamdulillah dengan jadi sekolah penggerak kami bisa belajar, bisa berubah kearah lebih baik, sesuai moto kami, belajar, bergerak dan tumbuh bersama,” paparnya

Diakhir, Hera dihadapan peserta menunjukan lewat layar proyektor video tentang kondisi SDN Pakansari 4 dari awal  dirinya menjadi kepala Sekolah.

Kemudian bagaimana dirinya mendorong gurunya untuk terus belajar, yang akhirnya dari  gagap teknologi (gaptek) sampai bisa menggunakan laptop dan mampu  memanfaatkan media sosial sebagai  media publikasi.

Selanjutnya,  para peserta study tiru diajak melihat hasil karya siswa dalam P5, yaitu pemanfaatan sampah daun-daun kering diproduksi menjadi kompos.

Salah satu guru dari SDN Cilheuleut Ranca Bungur yang ikut rombongan,  Putri Megasari mengutarakan kesannya, ada hal hal yang baru didapat setelah menyimak dan mengikuti kegiatan  ini,

“tambah pengetahuan yang perlu dicontoh untuk dipraktekkan agar sekolah bisa lebih baik lagi kedepannya, ‘ pungkasnya. (NJ)

Baca juga

Tinggalkan Komentar