• BERITA UTAMA
    • NASIONAL
    • Internasional
    • KABAR DAERAH
    • METROPOLITAN
  • KABAR SEKOLAH
    • SMA
    • SMK
    • MA
    • SMP
    • MTS
    • SD
    • MI/DINIYAH
    • PAUD/TK
  • KABAR KAMPUS
  • KABAR PESANTREN
  • MENULIS
    • Artikel Guru
    • Artikel Dosen/Mahasiswa
    • Opini
  • TIPS EDU
  • EDU INFO
    • Klik Pendidikan
    • Info Pendidikan
    • Info Guru
  • INSPIRASI PENDIDIKAN
    • Inspirasi
  • JEJAK PRESTASI
  • E-PAPER
  • LAINNYA
    • Profil Sekolah
      • SMK
      • SMA
      • MA
      • SMP
      • MTS
      • SD
      • TK/PAUD
      • MI/DINIYAH
    • Ruang Sastra
      • Cerpen
      • Puisi
    • ULASAN BUKU
      • BAHAN AJAR
      • BUKU UMUM
    • SAPA WILAYAH
      • Kecamatan Beji
      • Kecamatan Bojongsari
      • Kecamatan Cilodong
      • Kecamatan Cimanggis
      • Kecamatan Cinere
      • Kecamatan Cipayung
      • Kecamatan Limo
      • Kecamatan Pancoran Mas
      • Kecamatan Sawangan
      • Kecamatan Sukmajaya
      • Kecamatan Tapos
    • WAWASAN PUBLIK
      • Parlemen
      • Pemerintahan
      • Peristiwa
      • Politik
      • Sosial
      • Suara Publik
      • Ekonomi & Bisnis
      • Infotaintment
      • Opini
Swara Pendidikan
Sunday, April 19, 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Swara Pendidikan
No Result
View All Result

Pro dan Kontra Sekolah 5 Hari di Jepara: PCNU Minta Pemerintah Tinjau Ulang

Kontributor Jepara - Once/N. Andika

by SWARA PENDIDIKAN
12 August 2025
in BERITA UTAMA, Jepara, KABAR DAERAH, Klik Pendidikan
0
Pro dan Kontra Sekolah 5 Hari di Jepara: PCNU Minta Pemerintah Tinjau Ulang

Komisi C DPRD Jepara Terima Audiensi PCNU

BACA JUGA

Akselerasi Digitalisasi, Ratusan Sekolah di Jepara Terima Panel Interaktif

Dari Ribuan Mimpi ke Barisan Terpilih: Seleksi Paskibraka Purwakarta 2026 Dimulai

17.372 Guru Non-ASN Jepara Lolos Verifikasi, Hening Indrati Jelaskan Skema Pencairan KGS

Dewan Pendidikan Purwakarta Dibuka! Kesempatan Emas untuk Tokoh Pendidikan Berkontribusi

        

 

Swara Pendidikan (Jepara) – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jepara meminta pemerintah daerah untuk meninjau ulang rencana penerapan program lima hari sekolah di wilayah Jepara. Hal ini terungkap dalam audiensi PCNU dengan Ketua Komisi C DPRD Jepara, Nur Hidayat, didampingi Ahmad Solihin dan Lusiani Afrianti, Selasa (12/8/25) di Ruang Serbaguna DPRD Jepara.

Nur Hidayat menjelaskan, penolakan PCNU terhadap program tersebut bukan tanpa alasan. Salah satu pertimbangan utama adalah kekhawatiran akan terganggunya pembentukan karakter religius siswa. Saat ini, alokasi waktu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat SMP hanya sekitar 5% dalam kurikulum, yang dinilai sangat minim untuk menghasilkan alumni dengan religiusitas memadai.

“Peran madrasah diniyah sangat penting sebagai pelengkap pendidikan agama yang kurang dalam sekolah formal,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan risiko pemadatan jadwal belajar yang dapat menyebabkan stres dan kebosanan pada siswa, yang berpotensi menurunkan prestasi mereka. Hal ini dianggap bertentangan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mendorong pembelajaran mendalam.

“Jika waktu istirahat tidak cukup, anak-anak akan stres dan bosan, yang akhirnya mempengaruhi prestasi mereka,” tambah Nur Hidayat.

Penolakan ini bukan yang pertama, sebelumnya sejumlah pihak juga mengungkapkan keberatan terhadap program lima hari sekolah. Komisi C DPRD Jepara bersama PCNU berharap pemerintah daerah mempertimbangkan untuk tetap menerapkan enam hari sekolah, yang dianggap lebih sesuai dengan kondisi dan budaya masyarakat Jepara.

Di sisi lain, Sucipto, Wakil Ketua PGRI Jepara, menyatakan dalam rapat koordinasi bersama Disdikpora dan unsur pendidikan pada Kamis (31/7/25) lalu, program lima hari sekolah akan lebih efisien dan sejalan dengan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlangsung Senin hingga Jumat.

Menurut Sucipto, dengan lima hari sekolah, siswa dapat melanjutkan pembelajaran setelah makan siang tanpa harus membawa bekal pulang, sehingga meningkatkan efektivitas pembelajaran dan efisiensi operasional sekolah.

Ia menegaskan bahwa perubahan waktu belajar hanya menambah sekitar 35 menit per hari dan tidak mengganggu kegiatan keagamaan seperti madrasah diniyah (Madin) dan TPQ.

“Misalnya, siswa kelas 1 yang sebelumnya pulang pukul 10.45 WIB menjadi pukul 11.20 WIB, kelas 2 dari pukul 11.35 menjadi 12.05 WIB, dan kelas 3-6 dari pukul 12.10 menjadi 12.45 WIB. Tidak ada pengurangan jam pelajaran, hanya penyesuaian waktu pulang,” jelasnya.

Sucipto juga menambahkan, kurikulum baru yang diatur Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 dirancang agar fleksibel diterapkan dalam lima hari sekolah. Kelas 1 memiliki 32 Jam Pelajaran (JP) per minggu, kelas 2 sebanyak 34 JP, kelas 3-4 sebanyak 40 JP, dan kelas 5-6 sebanyak 42 JP.

“Dari polling yang kami lakukan ke para pendidik di Jepara, 94 persen menyatakan setuju dengan kebijakan lima hari sekolah,” kata Sucipto yang mewakili 8.000 anggota PGRI Jepara.

Ia juga menyampaikan bahwa libur hari Sabtu tidak berdampak negatif signifikan, mengingat banyak orangtua bekerja dan anak-anak sudah terbiasa dengan pola libur tersebut.

“Sebagai contoh, libur semester yang bisa mencapai 2-3 minggu selama ini tidak menimbulkan masalah. Jadi, yang terbaik adalah mencoba dulu program lima hari sekolah, jika tidak efektif bisa dievaluasi dan dihentikan,” pungkas Sucipto.**

BeritaTerkait

Akselerasi Digitalisasi, Ratusan Sekolah di Jepara Terima Panel Interaktif
KABAR DAERAH

Akselerasi Digitalisasi, Ratusan Sekolah di Jepara Terima Panel Interaktif

18 April 2026
0
0

  Swara Pendidikan (Jepara) – Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Dinas...

Read more
Dari Ribuan Mimpi ke Barisan Terpilih: Seleksi Paskibraka Purwakarta 2026 Dimulai

Dari Ribuan Mimpi ke Barisan Terpilih: Seleksi Paskibraka Purwakarta 2026 Dimulai

17 April 2026
0
17.372 Guru Non-ASN Jepara Lolos Verifikasi, Hening Indrati Jelaskan Skema Pencairan KGS

17.372 Guru Non-ASN Jepara Lolos Verifikasi, Hening Indrati Jelaskan Skema Pencairan KGS

17 April 2026
0

Dewan Pendidikan Purwakarta Dibuka! Kesempatan Emas untuk Tokoh Pendidikan Berkontribusi

17 April 2026
0

Datang Diam-Diam, Perpustakaan Keliling Ini Bikin Siswa di Purwakarta Ketagihan Membaca

16 April 2026
0

FeLSI SD Kota Depok 2026 Tuntas, Ini Daftar Lengkap Para Juara Tiap Mata Lomba

16 April 2026
0
Next Post
Siswa SDN Bedahan 02 Sawangan Meriahkan HUT ke-80 RI dengan Aneka Lomba

Siswa SDN Bedahan 02 Sawangan Meriahkan HUT ke-80 RI dengan Aneka Lomba

https://dewanpers.or.id/data

2026 © swarapendidikan.co.id

TENTANG KAMI

  • Berita
  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

Follow & Share

No Result
View All Result
  • Berita
  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

2026 © swarapendidikan.co.id