Swara Pendidikan (Jepara) – Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) terus memacu transformasi digital di lingkungan sekolah. Langkah ini sejalan dengan program prioritas pemerintah pusat dalam mendistribusikan sarana prasarana pembelajaran modern ke berbagai jenjang pendidikan.
Plt. Sekretaris Disdikpora Kabupaten Jepara, Hening Indrati, SSTP, MH, menjelaskan bahwa upaya digitalisasi ini merupakan arahan langsung dari pemerintah pusat melalui Kemendikbudristek. Fokus utama bantuan saat ini adalah pengadaan Panel Interaktif Digital (PID), yakni perangkat layar datar berukuran sekitar 75 inci yang dilengkapi berbagai aplikasi pembelajaran, seperti Rumah Pendidikan.
Hingga kini, distribusi bantuan sarana digital di Kabupaten Jepara telah menjangkau mayoritas sekolah. Untuk tingkat SMP, sebanyak 100 dari 101 sekolah telah menerima bantuan, dengan satu sekolah yang belum menerima karena masih berstatus baru.

Sementara itu, pada tingkat SD, sebanyak 539 dari total 570 sekolah telah memiliki perangkat digital tersebut. Adapun untuk jenjang TK, realisasi bantuan baru mencapai sekitar 50 persen atau sekitar 500-an sekolah.
Selain PID, sekolah-sekolah juga menerima dukungan berupa laptop dan cakram keras (harddisk) eksternal guna memperkuat ekosistem digital di ruang kelas.
Hening menjelaskan, pemanfaatan PID umumnya dipusatkan di ruang multimedia dan digunakan secara bergiliran oleh siswa. Kehadiran teknologi visual ini dinilai sangat efektif, khususnya untuk pembelajaran praktikum.
“Misalnya dalam pembelajaran IPA terkait organ tubuh, siswa akan lebih mudah memahami secara visual melalui layar interaktif dibandingkan hanya melalui buku teks,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Meski anggaran APBD belum secara khusus mengalokasikan dana untuk program digitalisasi, Disdikpora tetap mengoptimalkan peningkatan kapasitas guru. Hal ini dilakukan melalui pembekalan teknologi dalam kegiatan rutin seperti Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S).
“Tujuannya agar para guru mampu menciptakan konten pembelajaran yang menarik dan interaktif bagi generasi Z dan Alfa yang sudah akrab dengan teknologi sejak dini,” imbuhnya.
Selain itu, Disdikpora juga mendorong adanya praktik baik atau berbagi pengalaman antar-guru kreatif. Salah satu inisiatif tersebut telah dilakukan oleh tenaga pendidik di wilayah Mlonggo, tepatnya di SDN 8 Suwawal.
Disdikpora berharap para guru terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu mengikuti perkembangan zaman. Inovasi dan kreativitas dinilai menjadi kunci dalam menciptakan proses belajar mengajar yang lebih interaktif dan relevan bagi peserta didik.
“Kami berharap Bapak dan Ibu guru terus bergerak, berinovasi, dan kreatif agar pembelajaran semakin menarik bagi anak didik,” pungkas Hening. (Once)



