Swara Pendidikan (Jepara) – Memasuki catur wulan kedua tahun 2026, Program Kartu Guru Sejahtera (KGS) yang digagas Bupati Jepara, Witiarso Utomo, saat ini tengah memasuki tahap verifikasi data penerima.
Dari data awal sekitar 18 ribu pengajuan, hasil penyaringan sementara menunjukkan sebanyak 17.372 pendidik non-ASN dinyatakan lolos verifikasi. Mereka berasal dari berbagai satuan pendidikan, mulai dari sekolah umum, madrasah, TPQ, madin, pondok pesantren, hingga instruktur kursus.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Jepara, Hening Indrati, mewakili Kepala Dinas, menyampaikan bahwa proses verifikasi dilakukan berdasarkan proposal yang telah diajukan pada tahun 2025.
“Karena bentuknya bantuan sosial, para penerima sebelumnya sudah mengajukan proposal. Dari hasil verifikasi Disdikpora, jumlah penerima KGS untuk tenaga pendidik non-ASN mencapai 17.372 orang,” ujar Hening, Jumat (17/4/2026).
Ia menjelaskan, penerima KGS mencakup berbagai kategori, antara lain guru madin, TPQ, pondok pesantren, tutor PKBM dan SKB, instruktur LKP, hingga guru pada jenjang KB, TK, SPS, TPA, RA, SD/MI, serta SMP/MTs dan MA.
Saat ini, proses selanjutnya adalah pengajuan penetapan penerima melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Jepara. Pihaknya mendorong bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) agar segera menyelesaikan pengajuan tersebut.
“Penyaluran KGS direncanakan dilakukan secara simbolis bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. Saat ini prosesnya masih menunggu penetapan SK Bupati,” jelasnya.
Namun demikian, Hening mengakui bahwa keterbatasan anggaran membuat penyaluran bantuan belum dapat dilakukan secara menyeluruh pada catur wulan kedua.
“Kami telah berkoordinasi dengan BPKAD terkait penyaluran KGS yang akan dilakukan secara bertahap pada catur wulan kedua, ketiga, dan keempat. Untuk tahap awal, akan diprioritaskan bagi guru TK dan RA dengan jumlah sekitar 11.293 pendidik non-ASN,” pungkasnya. (Once)




