Beranda » INFO UTAMA » Herry Pansila Ajak Siswa Untuk Berani Mengejar Mimpi

Herry Pansila Ajak Siswa Untuk Berani Mengejar Mimpi

by Redaksi
0 comment 124 Pembaca

Herry Pansila di SMAN 1 Cisaga, Ciamis

Swara Pendidikan.co.id (Ciamis) – Kepala Kantor Cabang Dinas pendidikan (Kacadisdik) wilayah XIII, Herry Pansila kemarin pagi memberikan nasehat dan motivasi kepada siswa-siswi di SMAN 1 Sukadana dan SMAN 1 Cisaga Kab Ciamis.

Kepada para siswa, Kepala KCD XIII meminta mereka untuk tidak takut mengejar mimpi menjadi kenyataan.

Herry mengatakan, setiap orang pasti mempunyai mimpi dan membuatnya mampu menujukkan tujuan hidupnya.

Untuk mewujudkan mimpi, lanjutnya, diperlukan keberanian dan tekad yang kuat. Tidak ada kata terlambat untuk bermimpi.

“Sebuah pepatah menasehati kita untuk berani bermimpi, berani mengejar mimpi besar, dan berani memperjuangkan mimpi. Pasti kalian semua disini punya mimpi. Iya apa tidak?” tanya Herry Pansila kepada para siswa.

“Allah tidak akan merubah nasib seseorang, kecuali orang itu sendiri yang berusaha untuk merubahnya.  Maka dari itu, persiapkan diri kalian dari sekarang untuk masa depan yang cemerlang,” ujar  Herry Pansila membangkitkan semangat para siswa.

“Jadilah manusia yang produktif, untuk keluarga dan masyarakat. Sebagaimana yang dikatakan Nabi kita, Muhammad SAW.  Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain,” tuturnya.

Herry Pansila di SMAN 1 Sukadana Kab Ciamis

Dalam kunjungan tersebut, Kepala KCD XIII yang didampingin Kepala SMAN 1 Cisaga,  H Solihin dan Kepala SMAN 1 Sukadana, Dra Teti Gumiati mengajak kepada semua tenaga pendidik untuk mengajarkan anak-anak memiliki mimpi yang tinggi dan bangun integritas yang tinggi pada anak. Sebab integritas merupakan persyaratan sehingga kita dapat hidup di masa depan.

“Jadikan sekolah tempat belajar yang menyenangkan, karena hal itu akan berimbas positif pada perkembangan peserta didik,” ujarnya.

Herry juga mengatakan bahwa kunci keberhasilan pendidikan bukan dari sebuah kurikulum. Sehebat apapun kurikulum, kuncinya tetap berada pada kualitas dan karakter guru.

“Jika guru tidak diberikan kesempatan berkembang siswa, maka tidak akan memberikan efek bagi proses pembelajaran,” tandasnya. (harlis)

Tinggalkan Pesan

Artikel Terkait