Category: RUANG SISWA

  • Siswa SMK Assalamah Zikir dan Doa Bersama Untuk Korban Kecelakaan bus Purnamasari

    Siswa SMK Assalamah Zikir dan Doa Bersama Untuk Korban Kecelakaan bus Purnamasari

    zikir dan doa Bersama yang dipimpin Ketua YPI Assalamah yang juga pimpinan Pondok Pesantren Assamah, KH. Drs. Bahrudin Toyib
    zikir dan doa Bersama yang dipimpin Ketua YPI Assalamah yang juga pimpinan Pondok Pesantren Assamah, KH. Drs. Bahrudin Toyib

    Swara Pendidikan.co.id (DEPOK) – Ratusan siswa SMK  Assalamah, Cipayung Kota Depok menggelar zikir dan doa bersama untuk para korban bus parawisata Purnamasari yang mengalami kecelakaan pada Sabtu (18/1/2020) lalu di sekitar tikungan Nagrog Desa Palasari Kecamatan Ciater. Jumat (24/1/2020).

    Akibat kecelakaan tersebut, 8 orang meninggal dunia, dan puluhan lainnya mengalami luka ringan dan berat.

    Menurut Kepala SMK Assalamah, Ahmad Syafrudin, MM, zikir dan doa Bersama merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap Jumat pagi.

    zikir dan doa bersama dihadiri Camat Cipayung, Lurah Bojong Pondok Terong, Kapolsek dan Wakapolsek Pancoran Mas, Babinkamtibmas, Babinsa, dan sejumlah tokoh masyarakat di wilayah Bojong Pondok Terong.
    zikir dan doa bersama dihadiri Camat Cipayung, Lurah Bojong Pondok Terong, Kapolsek dan Wakapolsek Pancoran Mas, Babinkamtibmas, Babinsa, dan sejumlah tokoh masyarakat di wilayah Bojong Pondok Terong.

    “Pagi ini sekalian kita mendoakan untuk para korban bus parawisata Purnamasari dan memohon kepada Allah SWT agar para korban kecelakaan yang meninggal diterima iman dan Islamnya dan ditempatkan ditempat terbaik disisi-Nya. Sedangkan yang mengalami luka ringan dan berat semoga secepatnya disehatkan kembali,” tutur Cece sapaan akrabnya. Jumat (24/1/2020).

    Dikatakan Cece, hampir sebagian besar korban yang meninggal dunia dan luka-luka adalah warga Kelurahan Bojong Pondok Terong, Cipayung Depok yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Itu sebabnya, Cece ikut merasa kehilangan.

    “Mereka yang meninggal dunia, semuanya orang baik, saya mengenal mereka karena se RW dengan saya,” ungkap Cece haru.

    zikir dan doa Bersama yang dipimpin Ketua YPI Assalamah yang juga pimpinan Pondok Pesantren Assamah, KH. Drs. Bahrudin Toyib, dihadiri Camat Cipayung, Lurah Bojong Pondok Terong, Kapolsek dan Wakapolsek Pancoran Mas, Babinkamtibmas, Babinsa, dan sejumlah tokoh masyarakat di wilayah Bojong Pondok Terong.

    Ratusan siswa SMK Assalamah mengikuti zikir dan doa bersama
    Ratusan siswa SMK Assalamah mengikuti zikir dan doa bersama

    “Mari sama-sama kita mendoakan untuk korban yang mengalami kecelakaan bus pariwisata, terutama yang meninggal dunia. Semoga husnul khotimah, yang mengalami luka luka cepat diberi kesembuhan,” ucap KH. Bahrudin Toyib mengajak jamaah untuk ikut sama-sama mendoakan. (Agus)

  • Abimanyu Damarjati, Siswa SMAN 6 Kota Bogor, Raih Penghargaan Penyutradaraan Film Pendek Fiksi Terpilih GKFP 2019

    Abimanyu Damarjati, Siswa SMAN 6 Kota Bogor, Raih Penghargaan Penyutradaraan Film Pendek Fiksi Terpilih GKFP 2019

    Abimanyu Damarjati, pelajar asal Kota Bogor meraih penghargaan Penyutradaraan Film Pendek Fiksi Terpilih Gelar Karya Film Pelajar (GKFP) 2019
    Abimanyu Damarjati, (SMAN 6 Kota Bogor) meraih penghargaan Penyutradaraan Film Pendek Fiksi Terpilih Gelar Karya Film Pelajar (GKFP) 2019.

    Swarapendidikan.co.id (BOGOR) –.Abimanyu Damarjati, pelajar asal Kota Bogor berhasil meraih penghargaan Penyutradaraan Film Pendek Fiksi Terpilih pada Malam Puncak Gelar Karya Film Pelajar (GKFP) 2019 di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan. Senin, (28/10.19) kemarin.

    Penyutradaan Abimanyu Damarjati, siswa SMAN 6 Kota Bogor ini menjadi pilihan dewan juri GKFP 2019 lewat film pendek fiksi berjudul “NEKA” yang digarap bersama dua temannya.

    “Saya sama sekali tidak menyangka bisa meraih yang terbaik dikategori penyutradaraan terpilih,” ungkap Abimanyu didampingi Fitriyanto, saat ditemui SP disekolahnya. Kamis, (31/10/19).

    Siswa kelas 12 IPA yang akrab disapa Abi ini mengatakan, proses pembuatan film tersebut dikerjakan ditengah kesibukannya sebagai ketua umum OSIS, yang di akhir jabatannya, dia juga harus menuntaskan program-program kerjanya.

    BACA JUGA : SMAN 2 Klaten dan SMAN 2 Semarang Menangkan Film Pendek Terpilih Gelar Karya Film Pelajar 2019

    “Alhamdulillah dengan segala keterbatasan, baik waktu, peralatan dalam memproduksi film, akhirnya bisa menorehkan prestasi,” ucapnya.

    Abi mengaku masih punya keinginan untuk terus ikut lomba serupa diajang yang lain. Dia menambahkan, banyak ilmu yang didapat setelah ikut workshop selama 5 hari yang sengaja diadakan panitia buat peserta yang masuk nominasi.

    “Tadinya saya tidak mengerti bagaimana proses pembuatan film yang benar, sekarang saya sudah punya wawasan itu,” ujarnya.

    Kedepan, Ia berharap pihak sekolah memfasilitasi siswa yang memiliki keahlian dibidang perfilman dengan menyediakan laboratorium seni dan film.

    “Saya baru tahu bahwa Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbangfilm) Kemendikbud memiliki program bantuan fasilitasi perfilman, tapi sekolah harus lebih dulu mengajukan permohonan untuk mendapatkan bantuan tersebut,” pungkasnya. (Nurjaya) [espro-slider id=15146]

  • Sembilan Pelajar SMA Kota/Kab Bekasi Raih Medali di OSN 2019

    Sembilan Pelajar SMA Kota/Kab Bekasi Raih Medali di OSN 2019

    Para juara Bersama Kadsidik Prov Jabar dan Kepsek SMAN 2 Kota Bekasi

    Swara Pendidikan.co.id (BEKASI) – Sembilan pelajar SMA asal Kota/Kab. Bekasi yang mengikuti lomba Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2019 tingkat Nasional di Manado, Sulawesi Utara berhasil meraih 9 medali. Salah satu diantaranya meraih predikat terbaik kategori teori bidang geografi atas nama Hadyan Imal Fathoni, dari SMAN 2 Kota Bekasi.

    “Alhamdulillah, sembilan siswa kami yang ikut berpartisipasi di OSN 2019 ini berhasil mempersembahkan medali, bahkan salah satu siswa kami berhasil meraih predikat the best Modern Monetary Theory (MMT) cabang lomba geografi atas nama Hadyan Imal Fathoni, dari SMAN 2 Kota Bekasi,” ujar Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Bekasi, Ekowati.

    Dikatakan Kepsek SMAN 2 Kota Bekasi, sembilan medali diraih dari  cabang lomba bidang studi Astronomi, 1 emas, 2 perak, 1 perunggu, Geografi, 2 emas, Ekonomi, 1 perak, Kimia, 1 perunggu, dan Komputer/Informatika, 1 perunggu. “Totalnya, 3 emas, 3 perak, dan 3 perunggu,” paparnya.

    Kadisdik Jabar bersama Kepsek sman 4 dan SMAN 1 Kota Bekasi

    “Saya bersyukur anak-anak kami bisa mengharumkan Jawa Barat, Kota/Kab. Bekasi dan nama sekolah tentunya,” tutur Eko.

    Ekowati yang juga peraih juara 3 Kepsek berprestasi tingkat provinsi ini berharap tahun depan akan lebih banyak lagi medali yang bisa dibawa pulang siswanya.

    Terpisah, Kepala KCD wilayah 3, Herry Pansila yang kini memimpin di KCD XIII mengaku bangga atas prestasi yang diraih delegasi dari Kota/Kab Bekasi. Menurutnya prestasi ini tidak lepas dari dukungan serta motivasi Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Barat, Dewi Sartika kepada para peserta lomba dari Jawa Barat, khususnya delegasi asal Kota/Kab. Bekasi.

    Herry Pansila juga mengucapkan terimakasih kepada Kadisdik Prov Jabar  atas dukungan serta motivasinya sehingga tahun ini Kota/Kab. Bekasi berhasil meraih prestasi membanggakan di ajang lomba sain bergengsi. Pasalnya dikatakan Herry, tahun lalu Kota/Kab. Bekasi hanya meraih 2 perak dan 1 perunggu.

    “Di OSN 2019 ini kita mampu meraih 9 medali, ini artinya kita mampu mensejajarkan diri dengan sekolah-sekolah Negeri di Jakarta, seperti SMAN 8, SMAN 34, SMAN 77 dan SMAN Unggulan MH Thamrin,” ujar Kepala KCD yang pernah menjadi peserta LAN (Lembaga Administrasi Negara) terbaik pada Diklat Pim II tahun 2014. (Harlis)

    Peraih medali OSN 2019

    Berikut nama-nama siswa asal Kota/Kab. Bekasi yang meraih medali pada lomba OSN tingkat Nasional 2019 di Manado

  • Siswa SMK N 8 Bekasi Ikuti Pelatihan Bela Negara

    Siswa SMK N 8 Bekasi Ikuti Pelatihan Bela Negara

    Penyematan tanda kepersertaan bela negara kepada salah satu siswa SMKN 8 oleh anggota TNI AD

    Swara Pendidikan.co.id (BEKASI) – Siswa SMK Negeri 8 Kota Bekasi Jurusan Penerbangan mengikuti pelatihan bela negara di markas Batalyon Kavaleri 7/Panser Khusus (Yonkav 7 Sersus), Cijantung, Jakarta Timur, 24-28 Juni 2019.

    Dikatakan Kepala SMK N 8, Eden Hedi, siswa yang mengikuti program bela negara yang diselenggarakan Kodam Jaya ini merupakan siswa kelas XI yang telah terseleksi.

    “Dan yang terseleksi kemarin sebanyak 25 siswa. Dua diantaranya perempuan. Selama lima hari mereka mendapatkan berbagai materi tentang bela negara. Selama disana mereka didampingi Pld Dwi Susanto. Semua fasilitas, baik akomodasi maupun perlengkapan lain seluruhnya disiapkan oleh Kodam Jaya, dan peserta tidak dipungut biaya sama sekali,” papar Eden Hedi.

    Siswa SMKN 8 bersama anggota TNI AD dari Batalyon Kavaleri 7/Panser Khusus (Yonkav 7 Sersus), Cijantung, Jakarta Timur

    Kepala SMK N 8 mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada Kodam Jaya yang telah mengundang SMK N 8 untuk mengirimkan siswanya dalam pelatihan bela negara. Sebab dia menilai, pelatihan ini cukup positif dan sangat bermanfaat bagi siswa-siswinya.

    “Apalagi sertifikat yang mereka terima ditandatangani langsung Kepala Staf TNI AD (KASAD) Jenderal Andika Perkasa,”ujar Eden.

    “Semoga saja setelah mengikuti pelatihan bela negara ini, pemahaman mereka tentang arti cinta tanah air dan pentingnya membela kedaulatan negara semakin tertanam dalam sanubarinya. Sehingga apa yang telah mereka dapatkan juga bisa diterapkan dilingkungan sekolah,” pungkasnya. (harlis)

    siswa SMKN 8 Jurusan Penerbangan 
    Sertifikat pelatihan bela negara yang ditandatangani langsung Kepala Staf TNI AD (KASAD) Jenderal Andika Perkasa
  • Siswa MTs Al-Husna Raih Juara 2 Favorit Kejuaraan Silat Championship

    Siswa MTs Al-Husna Raih Juara 2 Favorit Kejuaraan Silat Championship

    Swara Pendidikan.co.id – (Depok)

    Siswa/i Mts Al – Husna binaan cabang perguruan KS Macan Putih torehkan prestasi dengan meraih juara 2 favorit pada kejuaraan Championship yang digelar Jakarta Pencak Silat Championship (JKTC) yang berlangsung di  GOR POPKI Cibubur Minggu (21/4/2019).

    Kejuaraan JKTC 11 yang diikuti 2330 atlit silat dari berbagai utusan perguruan silat dan dari berbagai daerah juga diikuti dari perwakilan Negara Singapore digelar selama 2 hari dimulai Sabtu 20 – 21/4.

    Menurut Heri pembina KS Macan Putih sekaligus guru silat di MTs Al-Husna pertandingan kejuaraan yang diikuti kali ini sangat menantang dengan jumlah peserta utusan dari berbagai perguruan silat.

    “Alhamdulillah kejuaraan internasional kali ini kita dapat meraih juara 2 favorit dengan peraihan 8 emas, 5 perak dan 5 perunggu dengan kategori seni tunggal dan tanding,”syukur Heri.

    Dirinya juga menambahkan,”dengan adanya peraihan kejuaraan di JKTC dapat memotivasi siswa agar dapat lebih serius mengembangkan bakat minatnya sekaligus meningkatkan pelestarian budaya bangsa selain itu juga membawa harum kota Depok,”imbuhnya.

    Ia juga berharap peraihan kejuaraan laga silat ini dapat lebih meningkatkan pembinaan disekolah dan menjadi perhatian pemkot Depok untuk turut andil membantu upaya pengembangan bakat dan kejuaraan yang diraih peserta didik,”harap Heri. (rul)

     

  • Dimas Akbar, Wakili Jabar ke LKS Tingkat Nasional

    Dimas Akbar, Wakili Jabar ke LKS Tingkat Nasional

    Kepsek smkn 8 Bekasi, Eden Hedi memegang Piala Juara 1 Desain Grafis

    Swara Pendidikan.co.id (BEKASI)  – SMK Negeri 8 Kota Bekasi siap mewakili Lomba Kompetensi Siswa (LKS)  tingkat Nasional setelah meraih juara 1 pada perlombaan Desain Grafis Tingkat Propinsi Jawa Barat 2018.

    Prestasi tersebut diraih siswanya, Dimas Akbar yang mengikuti LKS tingkat provinsi Jabar yang dilaksanakan di Gedung Graha Pariwisata, Komplek Stadion Wibawa Mukti, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, 16 – 19 Oktober 2018.

    “Dimas Akbar Insya Alloh akan menjadi perwakilan Jawa Barat untuk dikirim ke LKS tingkat nasional di Yogyakarta tahun depan,” ujar Kepala SMKN 8 Kota Bekasi, Eden Hedi sambil memegang piala.

    Dikatakan Eden Hedi, di tingkat provinsi ini, Dimas Akbar mampu menyingkirkan para pesaingnya dari 447 peserta perwakilan dari 27 Kabupaten dan Kota di Jawa Barat dengan 26 mata lomba yang dilombakan.

    “Kita punya waktu enam bulan untuk melakukan pembinaan. Mudah-mudahan dengan pembinaan yang maksimal, Dimas Akbar juga bisa mengulang sukses dan bisa sampai ke tingkat internasional, doakan ya,” kata Eden Hedi meminta doanya. (harlis)

    Dimas Akbar, Juara pertama Desain Grafis LKS Tingkat Propinsi Jawa Barat 2018.
  • 15 Pelajar SMA N 2 Babelan Lakukan Program Home Stay di SMA N 1 Teladan Yogyakarta

    15 Pelajar SMA N 2 Babelan Lakukan Program Home Stay di SMA N 1 Teladan Yogyakarta

    15 Pelajar SMA N 2 Babelan Lakukan Program Home Stay di SMA N 1 Teladan Yogyakarta
    Kepala KCD wilayah 3 Herry Pansila

    Swara Pendidikan.co.id (BEKASI) – Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan wilayah 3, Herry Pansila melepas 15 pelajar SMA Negeri 2 Babelan, Bekasi yang akan mengikuti program home stay selama 10 hari (4-13 September 2018) di SMA Negeri 1 Teladan Yogyakarta.

    Acara pelepasan ke 15 pelajar tersebut dihadiri Kepala SMA N 2 Babelan, Drs Suwono, Ketua Komite, Pengawas Pembina, dewan guru SMAN 2 Babelan, orang tua siswa, serta siswa SMA N 2 Babelan.

    Pada sambutan pelepasan itu, Kepala KCD berpesan kepada ke 15 siswa yang mengikuti program ini untuk  Menjaga nama baik Dinas Pendidikan Propinsi Jabar dan menjaga nama baik SMA Negeri 2 Babelan.

    Kepala KCD wilayah 3 Herry Pansila melepas 15 pelajar SMA Negeri 2 Babelan, Bekasi yang akan mengikuti program program home stay selama 10 hari (4-13 September 2018) di SMA Negeri 1 Teladan Yogyakarta.

    Herry juga berpesan, agar para siswa yang mengikuti program ini benar-benar memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya sehingga nantinya dapat menambah pengetahuanya tentang budaya dan metode pembelajaran di SMA N 1 Teladan serta mempererat silahturahmi antar sesama pelajar. (Harlis)

    Kepala KCD wilayah 3 Herry Pansila didampingi Kepala SMA N 2 Babelan, Drs Suwono serta perwakilan siswi yang mengkuti program home stay di SMAN 1 Teladan Yogyakarta
  • Gemma Masse Cipta, Siswa SMAN 1 Cibarusah Juara Terbaik II KKP Tingkat Nasional

    Gemma Masse Cipta, Siswa SMAN 1 Cibarusah Juara Terbaik II KKP Tingkat Nasional

    Gemma Masse Cipta, Siswa SMAN 1 Cibarusah Juara Terbaik II KKP Tingkat Nasional

    Swara Pendidikan.co.d (Kab. Bekasi)  –  Prestasi membanggakan kembali ditorehkan SMA Negeri 1 Cibarusah, kab. Bekasi.  Selain guru Agama Islam SMA Negeri 1 Cibarusah, atas nama Imam Lubisasono, S.Pd.I, M.Pd peraih medali Perak  Olimpiade Guru Nasional (OGN) 2018 di Lombok, NTB (3-7 Mei 2018) lalu. Kini  giliran Gemma Masse Cipta yang juga berhasil membawa harum  SMA Negeri 1 Cibarusah dengan meraih juara terbaik II KKP (Kawah Kepemimpinan Pelajar) Tingkat Nasional 2018 di Bogor. (30 April – 5 Mei 2018).

    Menurut Ketua OSIS SMA Negeri 1 Cibarusah, keikutsertaannya di ajang KKP nasional berawal dari kegiatan KKP tingkat provinsi.

    “Awalnya saya mewakili kabupaten Bekasi bersama 5 perwakilan sekolah di kabupaten Bekasi, lalu di tingkat provinsi ada penyeleksian untuk mengikuti kegiatan KKP tingkat Nasional. Dari 81 peserta di ambil 8 siswa. Alhamdulillah saya salah satu yang lolos ke nasional mewakili kab. Bekasi,” papar Gemma Masse Cipta kepada  Swara Pendidikan.co.id

    Ditingkat nasional, lanjut  Gemma. dirinya harus bersaing dengan  271 siswa dari 34 provinsi. “Alhamdulillah saya berhasil meraih  Juara terbaik II kategori Kebangsaan se-nasional,” ungkap Gemma bangga.

    Gemma juga mengungkapkan rasa bangganya bisa bertemu langsung dengan Presiden RI, Joko Widodo  saat menerima ucapan selamat dari orang nomor satu di Indonesia di halaman istana Bogor.

    ”Sungguh ini sebuah prestasi luar biasa dan kebanggaan bagi SMA Negeri 1 Cibarusah. Setelah perwakilan guru kami berhasil meraih juara II Olimpiade Guru tingkat nasional, siswa kami pun ikut membawa harum nama sekolah dipentas nasional dengan meraih juara terbaik II KKP tingkat nasional. Mudah mudahan dengan hasil ini menjadikan motivasi bagi siswa maupun guru-guru yang ada disekolah ini,” ungkap Kepala SMA Negeri 1 Cibarusah, Saefulloh, S.Pd.MM bangga. (Harlis)

    Presiden RI, Joko Widodo saat berdialog kepada para juara KKP tingkat nasional di halaman istana Bogor dan mengucapkan selamat atas prestasi ini.
  • Siswa/i SMKN 3 Depok Meriahkan Hari Kartini

    Siswa/i SMKN 3 Depok Meriahkan Hari Kartini

    Dewan guru SMKN 13 Depok foto bersama disela acara Peringatan RA Kartini

    Swara Pendidikan.co.id – (Depok)

    Semarak perayaan Hari Kartini di SMKN 3 Depok pada tahun 2018 kali ini dimeriahkan dengan berbagai penampilan ceria siswa/i beserta para guru – gurunya disamping itu bukan hanya berpakaian busana adat, namun diisi dengan aksi panggung seperti puisi perjuangan, grup band dan menyanyi solo juga turut menyemarakkan suasana kegiatan tersebut yang berlangsung dihalaman sekolah Sabtu (21/4/2018).

    “Alhamdulillah selain mengingatkan akan perjuangan RA Kartini para siswa/i dapat berekspresi dihari peringatannya, dan ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk mengeksplor talentanya,”ujar Kepala SMKN 3 Depok Lusi Triana.

    Sementara itu para siswa/i kelas XII yang baru usai ujian juga mendapat kesempatan memeriahkan moment peringatan Hari Kartini sekaligus menjadi hiburan bagi mereka.(rul)

     

  • Siswa SMAN 1 Babakan Madang Taklukan Gunung Elbrus, Rusia

    Siswa SMAN 1 Babakan Madang Taklukan Gunung Elbrus, Rusia

    Swara Pendidikan.co.id (BOGOR) – Prestasi  luar biasa ditorehkan Yosha Mauser, siswa SMAN 1 kelas XII Babakan Madang yang berhasil menaklukan gunung Elbrus (5642 mdpl)  di Rusia, tepat di hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2017. Prestasi ini tidak hanya membanggakan dan mengharumkan bangsa Indonesia, tetapi juga keluarga besar SMAN 1 Babakan Madang kabupaten Bogor, dan pemerintah Kabupaten Bogor.

    “Awalnya ikut mendaftar dikomunitas Consina, diseleksi dengan test fisik berlari sejauh 12 km dalam waktu maksimal 2 jam, tali temali (ascending dan descending). Alhamdulillah dari rangkaian persyaratan yang ditentukan saya bisa melewatinya,” ungkap Yosha membuka cerita saat ditemui wartawan Swara Pendidikan di SMAN 1 Babakan Madang. Selasa (5/12/17)

    “Dari hasil seleksi terpilih 8 orang termasuk saya. Diantara team ekspedisi tersebut saya orang yang paling muda. Sebelum hari keberangkatan pihak Consina  memperkenalkan perlengkapan pribadi pendakian digunung es berupa: crampons, ice axes, geiter, harnesses, dll agar bisa belajar cara pemakaiannya,” sambungnya

    Masih cerita Yosha, “Kami di Rusia tidak langsung melakukan pendakian kepuncak gunung Elbrus. Kami harus mengikuti test kembali  dengan instruktur orang Rusia.  Test pertama kami mendaki gunung Cheget, setelah selesai itu, diperiksa satu-satu dan tidak bermasalah baru kami menuju gunung Elbrus. Sebagai adaptasi suhu dan cuaca, kami nge-camp dan setiap harinya kami berlatih jalan dengan jarak yang berbeda-beda. Setelah seminggu rutin dilakukan baru kami melakukan pendakian menuju summit,” papar Yosha.

    “Alhamdulillah dalam pendakian tidak mengalami perubahan cuaca extrim hingga tepat tanggal 17 Agustus sampai dipuncak.” Kenangnya.

    Yosha yang merupakan anak pertama dari pasangan Hendra Munadi dan Suprihatini merasa bersyukur hobinya didukung penuh pihak sekolah dan kedua orangtuanya yang juga memiliki kesamaan hobi mendaki gunung.

    “Kedua orangtua saya lah yang pertama kali mengenalkan gunung. Sejak kelas 4 SD saya sudah diajak naik gunung Gede-Pangrango,” ujarnya.

    Diujung wawancara kami, Yosha menitipkan pesan untuk rekan-rekan serta adik-adik kelasnya. “Menjelajahlah hal-hal yang baru, dan jangan berhenti menjelajah dari tempat terakhirmu,” katanya.

    “Raihlah cita-citamu setinggi gunung karena kesuksesan hidup sama dengan mendaki gunung,” pungkas Yosha. (Joy).