Category: RUANG SISWA

  • Kisah Sukses Laskita Pradnya Paramita.

    Kisah Sukses Laskita Pradnya Paramita.

    Herry Pansila Prabowo
    Herry Pansila Prabowo

    Swara Pendidikan (Depok). Dara muda dari Bandung ini masih sangat belia, baru 20 tahun. Ia adalah pemilik bisnis kaos kaki yang sukses, dengan brand VoriaSocks. Kisah usaha Sita (nama panggilannya) dimulai dari rasa sakit hati karena diledek oleh teman-teman SMAnya.

    Ceritanya saat itu dilakukan tes IQ di sekolahnya. Ternyata skor IQ hanya 90-an, jauh dibawah rata-rata, sedikit lagi masuk kategori idiot. Sejumlah temannya meledek dia. “Kamu tidak akan bisa sukses Sita, karena IQ-mu jongkok”. Begitu ledek teman-temanya sambil tertawa terbahak.

    Hati Sita terluka. Ia acap menangis sendirian di kamarnya, sembari mengenang ledekan dan cibiran temannya yang menyakitkan hati. Sita lalu bertekad untuk membuktikan prasangka yang salah itu. Meski IQ-nya pas-pasan, Sita yakin tetap bisa meraih sukses. Dan Sita percaya dengan pepatah lama ini : Massive Success is the Best Revenge.

    Benar, sebab cara terbaik untuk membalas cibiran orang lain yang meremehkan potensi dirimu adalah bukan dengan emosi dan kemarahan. Namun dengan prestasi dan sukses yang luar biasa.

    Begitulah, Sita lalu memulai usahanya. Ia pertama kali memulai bisnisnya dengan bisnis kuliner. Alhamdulilah, semuanya gagal.

    Ya paling epik adalah saat ia merintis usaha kuliner ayam goreng dengan merk “Ayam Rusak”. Ia beri logo usahanya dengan gambar ayam yang diperban kepala dan kakinya.

    Sial, usaha itu juga gagal dan logo ayam diperban justru membawa karma. Sita kecelakaan saat mengurus usaha ini; dan sekujur wajah dan kakinya diperban penuh luka. Persis dengan gambar ayam diperban dalam logonya.

    Ia mengenang dengan senyum pahit : hati-hati bikin logo mas. Bisa membawa karma.Namun jalan rezeki acap datang dari arah yang tak terduga-duga. Saat jalan-jalan di Pasar Baru Bandung ia melihat kaos kaki dengan motif cantik yang dijual dengan harga 45 ribu per lusin. Ia langsung borong kaos kaki itu, dan punya feeling : produk ini pasti laku kalau aku jual kembali.

    See. Action bisnis acap hanya diputuskan dalam sekejap, dengan intuisi dan keberanian. Bukan dengan dipikir dan dianalisa terus menerus tapi no actions.

    Sita lalu memasang dan menjual kaos itu di akun instragram. Feeling Sita benar, kaos kaki itu laris manis. Sita langsung memburu langsung supplier kaos kaki itu. Ia juga menyewa jasa desainer freelancer untuk mendesain kemasan kaos kakinya agar tampak berkelas. Ia juga menghire freelance fotografer untuk memotret produk-produknya ke Instagram. Sebab elemen visualisasi amat krusial agar sukses berjualan di Instagram.

    Sita bilang : IQ saya mungkin dibawah rata-rata. Tapi saya paham bagaimana memanfaatkan keahlian orang lain untuk membesarkan bisnis saya.

    Pesan itu layak dikenang. Anda tidak perlu pandai dalam segala hal. Sebab Anda bisa memanfaatkan kepandaian dan keahlian orang lain untuk membesarkan bisnismu.

    Jualan Sita dengan brand Voria Socks kini makin laris. Omzetnya dalam sebulan bisa tembus Rp 200 juta perbulan. Dengan profit margin sekitar 40%, ia bisa meraup profit bersih hingga Rp 80 juta/bulan. Sebuah pencapaian yang masif untuk anak muda dengan usia baru 20 tahun. Dan harap diketahui, Sita hanya lulus SMA. Ia tidak melanjutkan kuliah karena ya itu tadi, skor IQ-nya pas-pasan.

    Ada orang dengan IQ pas-pasan bisa menjadi jutawan. Sebaliknya, ada orang dengan IQ tinggi dan lulusan S1 tapi penghasilannya pas-pasan. Itulah misteri kehidupan.

    Untuk sukses bisnis kadang yang dibutuhkan bukan sekedar kecerdasan akademik dan bangku kuliah yang hanya teori belaka. Yang kadang lebih menentukan adalah “kecerdasan jalanan” atau street smart.

    Semoga kisah sukses Laskita Pradnya Paramita owner Voria Socks dapat memberikan inspirasi  kita semua. (Herry Pansila Prabowo)

    lihat juga Laskita Pradnya Paramita di http://bandungekspres.co.id/2015/dendam-positif-berbuah-omzet-ratusan-juta/

  • SMPN 12 SONGSONG SEKOLAH ADIWIYATA DENGAN GRAFITI DINDING

    SMPN 12 SONGSONG SEKOLAH ADIWIYATA DENGAN GRAFITI DINDING

    Para siswa-siswi SMPN 12 saat menggambar didinding bertemakan Cinta terhadap Alam.(dok SP)
    Para siswa-siswi SMPN 12 saat menggambar didinding bertemakan Cinta terhadap Alam.(dok SP)

    SWARAPENDIDIKAN-TAPOS.CO.ID – Persiapan menuju Sekolah Adiwiyata Nasional tahun ajaran 2015-2016 pihak SMPN 12 menggelar aksi mural gambar didinding sekolah atau menggambar grafiti diikuti ratusan siswa- siswi berlangsung dilingkungan sekolah beberapa waktu.

    Sebelumnya aksi peduli lingkungan diwujudkan dengan menjaga kebersihan dan menanam pohon disekitar sekolah disamping itu memberikan kesempatan bakat seni para siswa dengan menggambar didinding dilingkungan sekolah yang bertemakan lingkungan hidup yang memiliki sarat pesan-pesan moral tentang kecintaan terhadap lingkungan alam.

    Rasa kecintaan lingkungan selain dirumah juga dimulai dari lingkungan sekolah agar para siswa terbiasa peduli akan sekitarnya disamping itu memberikan kesempatan kepada para siswa menuangkan kreatifitasnya hal itu diterangkan Kepsek SMPN 12 Purwanto.

    “Para siswa harus didorong dengan terarah berbagai aksi langsung seperti menuangkan kreatifitas seni menggambar didinding sekolah dengan pesan- pesan moral tentang cinta bumi agar dapat diingat semua pihak selain itu dapat tertanam rasa memiliki sekolah sehingga keinginan memajukan sekolah terus melekat walau sudah lulus nantinya,”ujar Purwanto.

    Sementara itu aksi gambar didinding para sisw-siswi SMPN 12 diawali dengan melaksanakan sholat sunnah Istisqo berjamaah sebagai permohonan kepada Allah SWT untuk diturunkan hujan agar bermanfaat bagi bumi dan mahkluk lainnya . (Harlis)

  • PERAIH JURNAS INKAI JAVIER DIAS GERRITS SIAP HARUMKAN SMAN 13

    PERAIH JURNAS INKAI JAVIER DIAS GERRITS SIAP HARUMKAN SMAN 13

    SWARA PENDIDKAN CIMANGGIS,

    Javier Dias Gerrits Siswa kelas 10 SMAN 13 merasa bersyukur dapat mengembangkan bakat bela diri Karate (Inkai) saat melanjutkan di SMAN 13, pasalnya masih jarang sekolah lanjutan yang memberikan peluang untuk mengeksplor bakat dan minat siswa.

    “Alhamdulillah pihak sekolah mendukung kegiatan beladiri dengan program ekskul karate Inkai yang dilaksanakan satu minggu satu kali,” ucap dia.

    Kepada Soara kota putra tunggal yang akrab disapa Javier saat ditemui diruang Kepala Sekolah didampingi Ibundanya Asri Intan Ningtiyas serta Kepsek SMAN 13, mengakui selain dorongan dari orang tua, pihak sekolah turut andil mensupport kegiatan yang difasilitasi sekolah untuk persiapan mengikuti kejuaraan antar pelajar yang digelar tingkat kota dan propinsi,

    ”Insya Allah atas dukungan orang tua dan Kepala Sekolah untuk kejuaraan karate sampai tingkat nasionalpun, saya akan berusaha keras untuk meraih yang terbaik,”aku Javier penuh semangat.

    Peraih Perak Kejuaraan Nasional (yang dilaksanakan di Bandung (27/2/2015) yang digelar Club Inkai, berusaha membawa harum lingkungan disekitarnya seperti halnya saat sebagai pelajar,

    ”dimanapun saya berada mudah-mudahan dapat mengharumkan nama sekolah dan kota sebagai tempat tinggal,” harapnya.

    Diwaktu yang sama, Kepsek SMAN 13 yang akrab dipanggil Mahfudin kepada Soara kota mengatakan pentingnya pihak sekolah menyikapi setiap perbedaan potensi siswanya, sebab progress pendidikan telah mengakui kecerdasan majemuk setiap individu,

    ”kita mendukung setiap bakat dan minat siswa, itupun atas kerja sama dengan pihak orang tua, artinya peran komunikasi untuk kemajuan pendidikan dengan semua pihak terutama orang tua harus senantiasa dibicarakan, agar keinginan untuk mencapai prestasi anak tersebut dapat terarah,” dukung Mahfudin.

    Menutup pembicaraan singkatnya Mahfudin berharap pihak pemkot yang diwakili Dinas pemuda dan olahraga serta organisasi KONI dapat melihat dengan jeli potensi dikalangan pelajar yang dapat membawa harum daerahnya,

    ”sekolah merupakan basis rekrutmen atlet, intinya kemampuan pengorganisasian dan pembinaan atlet butuh sinergitas dari semua pihak,” tandas Mahfudin yang pernah memimpin disalah satu sekolah swasta. (syahrul/foto/dok.SP)