Category: RUANG SISWA

  • Tarian Saman SDN Mekarjaya 30 Depok Juarai Festival Seni se Jabodetabek

    Tarian Saman SDN Mekarjaya 30 Depok Juarai Festival Seni se Jabodetabek

    Kepala Sekolah Dasar Negeri Mekarjaya 30, Kristianti Teguh bersama tim penari Saman yang meraih juara pertama festival seni dan tari  se Jabodetabek di LIA Margonda, Depok. Sabtu (26/11/17).

    Swara Pendidikan.co.id (DEPOK) – Sangat bangga!! Itulah kesan Kepala Sekolah Dasar Negeri Mekarjaya 30, Kristianti Teguh saat anak didiknya yang menampilkan tarian saman berhasil meraih juara pertama festival seni dan tari yang diikuti 21 Sekolah Dasar se Jabodetabek di LIA Margonda, Depok. Sabtu (26/11/17).

    “Bangga sekali pak, sebab anak-anak kami baru pertama kali tampil dipentas dan langsung meraih juara pertama dengan menyingkirkan penari-penari dari sekolah lain. dan luar biasanya, saat tampil tidak ada rasa grogi atau demam panggung. Bahkan gerakan mereka begitu kompak dan seirama,” ungkap Kristianti Teguh bersemangat.

    Kristianti juga mengungkapkan bahwa penari-penarinya bukan berasal dari sanggar, “Mereka baru sebulan  terbentuk dan terus latihan selama 26 hari usai jam pelajaran sekolah dibawah bimbingan guru kesenian. Disiplin dan semangat berlatih inilah yang membuat anak-anak begitu luar biasa saat tampil dan menjadi juara se Jabodetabek,” sambung Kepsek yang dikenal ramah dan baik oleh semua anak didiknya. (Harlis)

    Penampilan Tim Tari Saman SDN Mekarjaya 30 Depok
  • Siswa SMAN 10 Depok Raih Juara 3 Lomba Penulisan Sejarah se- Jabodetabek

    Siswa SMAN 10 Depok Raih Juara 3 Lomba Penulisan Sejarah se- Jabodetabek

    Swara Pendidikan.co.id  (DEPOK) – Siswa SMAN 10 Depok Raih Juara 3 Lomba Penulisan Sejarah se- Jabodetabek. Berita gembira tersebut disampaikan Kepala SMAN 10, Siti Faizah yang ditemui SP diruang kerjanya beberapa waktu lalu.

    Menurut Siti, keberhasilan siswanya yang bernama Lautan Hesychia Hayes Usha kelas XI IPS merupakan kebanggaan bagi SMAN 10 meski hanya meraih juara 3. “Apa yang raih oleh Lautan Hesychia Hayes Usha dengan meraih juara 3 se Jabodetabek kiranya patut kita apresiasi, dan kita berharap keberhasilan ini bisa ditiru oleh siswa-siswi lainnya,” ungkap Kepala SMA Negeri 10 Depok didampingin Guru Kesiswaan, Sukendar dan guru pembimbing, Eva Jidia Astuti, bangga.

    Dikatakan oleh Siti, Lomba Penulisan Sejarah se- Jabodetabek yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama dengan Yayasan Historika Indonesia ini dalam  rangka menumbuhkan minat siswa, khusunya tingkat SMA/SMK/MA atau yang sederajat.

    “Tujuannya untuk menumbuhkan kecintaan dan gairah generasi kekinian terhadap sejarah. Sekaligus merupakan usaha untuk mengaktifkan peran masyarakat, terutama anak-anak muda, untuk bisa menggali nilai-nilai positif dari peristiwa sejarah,” ujar Siti.

    Siti menambahkan, Lautan Hesychia Hayes Usha berhasil meraih juara 3 setelah karya Dengan Judul  ‘’Kiai Kampung Dibalik Laskar Hizbullah Cirebon Timur’’. (Harlis)

  • 3 Siswi SMK Farmasi Harmas Raih Juara Pertama LCCF 2017

    3 Siswi SMK Farmasi Harmas Raih Juara Pertama LCCF 2017

    Swara Pendidikan.co.id – (Depok)

    Rasa haru dan gembira itu yang dirasakan ketiga siswi SMK Farmasi Harapan Massa yang telah berhasil meraih kejuaraan Lomba Cerdas Cermat Farmasi (LCCF) 2017, yang dilaksanakan di Unpad kota Bandung (5/11).

    Bersama guru pembimbingnya Asternila. Talitha Zanuba Rose,Honey Quentin,Bulan Fatihati ketiga siswi tersebut menuturkan bahwa yang diraihnya atas kerjasama dan ketekunan ketika dilatih untuk persiapan mengikuti lomba,”hal itu disampaikan secara bergantian disela jam istirahat Senin (6/11).

    “Alhamdulillah ketekunan para siswi patut menjadi kebanggaan bagi pihak sekolah sekaligus menjadi contoh untuk pelajar lainnya,”syukur Asternila sekaligus guru farmakologi.

    Tim yang dibentuk guru pembimbingnya, memiliki masing – masing kelebihan, seperti halnya Bulan Fatihati memiliki hapalan yang kuat,dan Talitha Zanuba Rose menguasai rumusan kimia farmasi dan Honey Quentin mengusai keduanya.

    “Ketika latihan satu dengan yang lainnya saling memback up, jadi ketika mereka lupa bisa saling mengingatkan dan itu dilakukan selama persiapan lomba,”tutur Aster.

    Tempat yang sama secara bergantian Thalitha Zanuba Rose mengatakan ketika lomba sempat pesimis dikarenakan saat lomba terpisah satu persatu dan melihat pesaingnya merupakan sekolah – sekolah ternama.

    “Kita melewati 4 tahapan lomba diantaranya seleksi pertama,kedua,semifinal dan final. Usai seleksi pertama kita hampir putus asa dan merasa gagal, tapi ternyata lolos sampai final,”tutur Talitha.

    Nada yang sama juga dikatakan Honey Quentin,”Alhamdulillah semua kita lalui dan saling menyemangati,hingga meraih juara LCCF,”ucap Quentin bangga.

    Kata-kata motivasi juga dilontarkan, Asternila, guru pembimbing  ketiga siswa tersebut. “Bulan Fatihati bikin prestasi se-tinggi bulan, Talitha Zanuba Rose, bikin prestasi seharum bunga Rose, dan Honey Quentin bikin prestasi semanis honey.” itulah pesan Asternila kepada ketiga-nya.

    Hal yang sama Kepala SMK Farmasi Harapan Massa Hartati juga berharap agar para siswinya tetap memiliki motivasi untuk terus meraih prestasi. Dan tidak melupakan sekolah asalnya kelak mereka lulus.

    “Semoga saat mereka lulus dan menjadi orang sukses tidak melupakan sekolahnya dan mau berbagi ilmu serta penga-laman dengan adik – adik kelasnya,”harap Tati.

    dikatakan Tati, Meski hanya meraih juara 3 LKS tingkat Provinsi Jabar, namun dengan diraihnya juara pertama LCCF merupakan obat penawar sekaligus menjadi kebanggaan dikarenakan lomba tersebut diikuti dari berbagai SMK yang ada di Pulau Jawa.

    Adapun LCCF 2017 yang digelar Fakultas Farmasi Unpad diikuti hampir lebih dari 40 sekolah yang berasal dari Provinsi DKI,Jawa – Barat dan Jogjakarta.(Syah)

  • Siswa SMKN 1 Kota Bogor Juara 1 Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Se Jawa Barat

    Siswa SMKN 1 Kota Bogor Juara 1 Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Se Jawa Barat

    David Noah Lizal, Siswa kelas 12 jurusan Usaha Perjalanan Wisata juara pertama Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Se Jawa Barat untuk mata lomba bidang Tourist Industry. Kamis (19/10/17).

    Swara Pendidikan.co.id (BOGOR) – Bahagia bercampur bangga ditunjukkan Kepala SMK Negeri 1 Kota Bogor, Chairil Anwar dan Wakil Kepsek Nani Maryani saat nama siswa didiknya David Noah Lizal, Siswa kelas 12 jurusan Usaha Perjalanan Wisata diumumkan sebagai juara pertama Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Se Jawa Barat untuk mata lomba bidang Tourist Industry. Kamis (19/10/17).

    “Kami sangat bangga, Slogan SMK Jabar Pasti Bisa telah dibuktikan oleh David Noah Lizal dengan merebut juara pertama bidang bidang Tourist Industry. Tentunya ini merupakan kebanggaan buat SMKN 1 Kota Bogor,” ucap Chairil Anwar dan Nani Maryani.

    Chairil Anwar menilai LKS tingkat Provinsi Jawa Barat merupakan ajang untuk mendeteksi mutu dan kualitas pendidikan peserta didik di tingkatan SMK. “Dari mutu dan kualitas para juara, sangat diharapkan mereka dapat membanggakan Jawa Barat di tingkat nasional mendatang,” ujar Chairil Anwar.

    Setelah keberhasilan yang telah dicapai oleh siswa didiknya, Chairil Anwar bertekad akan menggembleng David Noah Lizal dengan latihan yang serius menghadapi perlombaan tingkat nasional. “Pasti akan kami upayakan peningkatan berikutnya agar bisa tampil prima dan menjadi juara di LKS tingkat nasional nanti,” pungkasnya. (Harlis)

  • Salsabillah Rasika  Penyandang Disabilitas Asal SMAN 1 Depok Juara Pertama Lomba Komik Tingkat Nasional di Palu

    Salsabillah Rasika Penyandang Disabilitas Asal SMAN 1 Depok Juara Pertama Lomba Komik Tingkat Nasional di Palu

    Swara Pendidikan.co.id (DEPOK)Salsabillah Rasika, Siswi  penyandang disabilitas (ABK) asal SMA Negeri 1 Depok menyabet juara pertama tingkat nasional dalam lomba Komik Sejarah Nasional 2017 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Direktorat Sejarah  di-Kota Palu Sulawesi Tengah, pada 24 september 2017 kemarin.

    Salsabillah Rasika yang membuat komik dengan Judul ‘’Bandar Banten Sebagai Pemersatu Nusantara Melalui Jalur Laut’’  berhasil meraih juara pertama setelah menyisihkan ratusan peserta lainnya dari 34 provinsi melalui proses seleksi yang ketat.

    “Alhamdulillah, keberhasilan Salsabillah Rasika meraih juara pertama nasional lomba ini membuktikan bahwa kemampuan siswa-siswi berkebutuhan khusus tidak kalah dengan siswa normal lainnya, dan ini dibuktikan oleh Salsabillah Rasika yang mengalami kelainan pendengaran (tunarungu) sejak lahir,” ujar Kepala SMAN 1 Depok, Supyana didampingi wakepsek SMAN 1 Depok, Rosalinah.

    Rosalinah menambahkan, Salsabillah Rasika, Siswi kelas 12 IPA merupakan siswi cerdas dan berbakat. “Meski dirinya memiliki cacat bawaan sejak lahir, namun Salsabillah Rasika tidak merasa minder saat bergaul dengan teman-teman yang memiliki pisik normal. Selain itu, dia juga memiliki hobby membaca dan menggambar sejak kecil,” ujar Rosalinah menambahkan.

    Baik Supyana maupun Rosalinah berharap, apa yang telah diraih oleh Salsabillah Rasika bisa dicontoh oleh siswa-siswi lainnya. (Harlis)

    Salsabillah Rasika, Siswi penyandang disabilitas (ABK) asal SMA Negeri 1 Depok menyabet juara pertama tingkat nasional dalam lomba Komik Sejarah Nasional 2017 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Direktorat Sejarah di-Kota Palu Sulawesi Tengah, pada 24 september 2017
  • Muhamad Iqbal dan Salsabila Fahira Bawa Pulang Emas Bulutangkis Tunggal Putra dan Putri di O2SN Medan

    Muhamad Iqbal dan Salsabila Fahira Bawa Pulang Emas Bulutangkis Tunggal Putra dan Putri di O2SN Medan

    Swara Pendidikan.co.id (BOGOR) – Kabar gembira datang dari cabang olah raga bulutangkis tunggal putra dan putri, dimana delegasi dari  Jawa Barat asal Kabupaten Bogor yang diwakili Muhamad  Iqbal (kelas 11)  dan Salsabila Fahira (kelas 12) asal  SMAN I Babakan Madang. Keduanya berhasil mengawinkan emas Bulutangkis  O2SN  tingkat SMA untuk   tunggal putra dan putri diajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2017 tingkat Nasional  di Medan. (4-8 September 2017).

    “Alhamdulillah, tentunya kami sangat bangga akan prestasi yang dicapai oleh Muhamad  Iqbal dan Salsabila Fahira karena mereka berhasil menggandengkan emas untuk cabang bulutangkis tunggal putra dan putri. Ini juga merupakan prestasi yang sangat luarbiasa sekaligus sejarah bagi kami dan tentunya bagi pemerintah Jawa Barat dan Kabupaten Bogor, karena keduanya sama-sama dari SMAN I Babakan Madang,” ungkap Kepala SMAN 1 Babakan Madang, Melwinda Fitri SPd M.Pd kepada swarapendidikan.co.id dengan mata berkaca-kaca. Jumat (8/09/17)

    Melwinda Fitri  juga mengucapkan terimakasih kepada para pihak serta pelatih kedua siswanya yang telah memberikan pembinaan yang terarah sehingga keduanya meraih prestasi yang maksimal.

    “Terimakasih juga buat Muhamad  Iqbal dan Salsabila Fahira yang telah mengharumkan SMAN I Babakan Madang diajang O2SN tingkat nasional di Medan. Terus berlatih dan tetap rendah hati. Semoga kalian berdua bisa menjadi atlet nasional kebanggaan orang tua, sekolah, dan rakyat Indonesia. Saya doakan,” ujar Melwinda Fitri SPd M.Pd. (Harlis)

  • Keiza Harumkan SMA Negeri 1 Depok Lewat Mendongeng

    Keiza Harumkan SMA Negeri 1 Depok Lewat Mendongeng

    Keiza Tsurayya Gani (siswi kelas 1) Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kota Depok peraih juara kedua lomba mendongeng pada Pekan Hari Anak Nasional tingkat Kota Depok 2017.

    Swara Pendidikan.co.id ( Depok) Keiza Tsurayya Gani (siswi kelas 1) harumkan nama Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kota Depok dengan meraih juara kedua lomba mendongeng pada Pekan Hari Anak Nasional tingkat Kota Depok 2017.

    Keiza Tsurayya Dani saat ditemui Swara Pendidikan mengatakan dirinya mewakili SMA Negeri 1 Depok ikut lomba mendongeng yang diselenggarakan oleh Pemkot Depok dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2017 se Kota Depok.

    “Temanya Melalui Kebhinekaan dalam keberagaman budaya dalam menuju persaudaraan dan kesatuan bangsa,’’ ujar Keiza.

    Keiza mengatakan, dewan juri hanya memberikan waktu  sekitar tujuh menit untuk mendongeng di depan dewan juri dan para penonton.

    “Setiap peserta diberi kesempatan untuk mendongeng selama tujuh menit tanpa teks,” tuturnya.

    “Pada saat lomba, saya gunakan tiga bahasa daerah, Batak, Sunda, dan Jawa sesuai tokoh yang ada didalam cerita dongeng tersebut,” sambung Keiza.

    Keiza yang memang menekuni dunia mendongeng sejak dibangku SD, dan sering mengikuti lomba tingkat Kota Depok bahkan Jabodetabek. Mengaku senang dan bangga pasalnya dirinya merupakan siswa baru di SMAN 1 Depok yang ditunjuk mewakili sekolah, dan langsung meraih juara kedua. (Harlis)

    bersama kepsek SMAN 1 Depok, Supyana

  • Siswa-siswi SDI Plus As-Sa’adatain Peringati Hari Bumi

    Siswa-siswi SDI Plus As-Sa’adatain Peringati Hari Bumi

    Cecep Cahyadi, M. Pd, penjamin mutu SD Islam Plus As-Sa’adatain

    Swara Pendidikan.co.id (CINERE, DEPOK) – Peringatan Hari Bumi yang jatuh setiap tanggal 22 April diperingati siswa-siswi Sekolah  Dasar Islam Plus (SDIP) As-Sa’adatain dengan menggelar kegiatan bercocok tanam di areal halaman sekolah. Jumat (21/4/17).

    “Setiap tahun sekolah kami selalu memperingati Hari Bumi dengan mengadakan acara bercocok tanam. Tujuannya untuk mengajarkan anak-anak sejak dini mencintai alam sekitarnya,” tutur Cecep Cahyadi, M. Pd, penjamin mutu SD Islam Plus As-Sa’adatain sambil memegang daun sereh dan kencur.

    “Setiap tahun pohon yang kita tanam berbeda. Tahun ini, siswa fokus pada tanaman yang dapat dijadikan obat di rumahnya. Sebab tanaman obat keluarga atau yang biasa kita sebut dengan TOGA harus dilestarikan. Seperti jahe, kencur, kunyit, sereh dan daun pandan sebagai pewangi dan pewarna makanan alami,” sambung Cecep.

    Dia menambahan, selain bercocok tanam. Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan lomba hasta karya dari barang-barang bekas dan lomba cergam (cerita bergambar) tentang alam yang pesertanya siswa kelas 3 sampai kelas 6. “Tujuannya untuk meningkatkan kreatifitas siswa dan mengajarkan anak untuk merecycle kembali barang-barang yang sudah tidak digunakan,” katanya.

    Penjamin mutu SD Islam Plus As-Sa’adatain juga mengingatkan kepada anak-anak untuk merawat tumbuhan yang telah ditanam, “Kita hidup tidak hanya sendiri saja, tetapi kita hidup berdampingan dengan alam. Maka jaga lingkungan kita dengan sebaik-baiknya, tumbuhan sama seperti manusia yakni mengalami pertumbuhan, jika tumbuhan tidak diberi makan dan minum ia pun akan mati,” pungkasnya.

    Kegiatan ini sangat diapresiasi oleh para peserta dan orang tua yang ikut berpartisipasi merayakan Hari Bumi tersebut. ***

    Pengirim    : Nur Fadilah, HM

    Editor        : Agus

  • PELAJAR SMK Negeri 2 DEPOK RAIH JUARA NASIONAL

    PELAJAR SMK Negeri 2 DEPOK RAIH JUARA NASIONAL

    Pelajar SMKN 2 Depok raih Prestasi Tingkat Nasional
    Pelajar SMKN 2 Depok raih Prestasi Tingkat Nasional

    Swara Pendidikan. Co.id ( Sawangan ) – Dua pelajar  Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Kota Depok berhasil meraih juara pertama lomba cipta kreasi resep Bogasari tahun 2016 tingkat nasional yang diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Setelah menu makanan hasil olahan yang diberi nama Bolu Batik Mini menyisihkan sejumlah menu makanan yang dilombakan.

    Siswa Berprestasi SMKN 2 Depok
    Siswa Berprestasi SMKN 2 Depok

    Ke dua pelajar SMKN 2 Kota Depok yaitu Susana dan Rana Yulistian dan mereka berdua tak hanya meraih piala dan penghargaan saja tapi juga berhak mendapatkan uang pembinaan sekitar Rp 7 juta dari perusahaan Bogasari yang dilaksanakan di Balai Kartini, Jakarta beberapa waktu lalu.

                     Lomba cipta kreasi resep makanan tingkat nasional yang dilaksanakan perusahaan Bogasari dengan tema Entrepreneur dan Business Plan, Susana dan Rana Yulistian siswa SMKN 2 kelas XII jurusan Tata Boga berhasil menyakinkan para juri dengan hasil menu makanannya yang diberi nama Bolu Batik Mini.

                    “Pembuatan menu makanan dari tepung Bogasari oleh Susana dan Rana Yulistian dengan empat buah bolu yaitu Bolu Batik Cirebon, Bolu Batik, Banten, Bulo Batik Parang Rusak dan Bolu Batik Depok ternyata meraih juara pertama lomba cipta menu perusahaan Bogasari,” kata Kepala Program Kompetensi Keahlian Jasa Boga SMKN 2 Depok, Lely Mandalika didampingi pembinannya, Siswaty Fatimah.

                    Racikan menu Bolu Batik Mini disajikan  atau disajikan memang sesuatu yang berbeda dengan menu makanan lain yang dibuat peserta lomba. Bolu Batik Mini yang disajikan dan dinilai tak hanya dalam bentuk menyajikan saja tapi juga harus disebutkan keterangan berkaitan menu yang dibuat para siswa tersebut.

                    “Tak hanya sajian menu makanan yang dinilai para juri tapi peserta juga harus menyampaikan persentase terhadap sajian yang dilombakan,” tuturnya sambil menambahkan tak hanya itu sajian menu Bolu Batik Mini juga menjadi sajian makanan yang unik dan tak biasa terlebih makanan itu persis dibuat seperti batik.

                    Sementara itu, Susana dan Rana Yuliastia, menambahkan tak hanya tampak wajah atau penyajian yang menarik tapi rasa serta ukuran yang mini hingga menarik konsumen atau masyarakat membeli tentunya menjadi salah satu pembuatan Bolu Batik Mini tersebut.

                    Selain penyajian dan rasa Bolu Batik Mini yang enak, tambah dia,  dari bentuk yang mini juga membuat masyarakat dapat membeli makanan jenis Bolu karena harga terjangkau untuk kalangan pelajar yaitu sebesar Rp 7.500,-.

                    Sementara itu, kepala SMKN 2 Kota Depok, Tatang Komarudin, mengakui bahwa dua pelajar kelas XII jurusan tata boga berhasil meriah juara pertama dalam lomba membuat menu atau makanan baru yang dimotori perusahaan tepung Bogasari.

                    Keberhasilan ke dua pelajar dalam lomba cipta menu makanan tentunya menjadi motivasi siswa lain di SMKN 2 Kota Depok untuk terus melakukan inovasi serta kreatif dalam menciptakan hal baru di berbagai kegiatan atau bidang sekolah termasuk Tata Boga untuk makanan siap saji, ujarnya. (Harlis)

    Siswa Berprestasi bersama Guru SMKN 2 Depok
    Siswa Berprestasi bersama Guru SMKN 2 Depok

  • OSIS dan Rohis SMAN 1 Depok Sumbang Korban Kebakaran

    OSIS dan Rohis SMAN 1 Depok Sumbang Korban Kebakaran

    Kepala SMAN 1 Depok menyerahkan bantuan kepada salah satu korban kebakaran di kampung Lio, Panmas-Depok
    Kepala SMAN 1 Depok menyerahkan bantuan kepada salah satu korban kebakaran di kampung Lio, Panmas-Depok

    swarapendidikan.co.id (Pancoranmas, Depok) – Sekitar 70 sembilan bahan pokok (Sembako) hasil kumpulan sejumlah siswa di SMA Negeri 1 Depok diserahkan ke warga sekitar korban kebakaran Kampung Lio RT 01/019, Kel. Depok setelah dikumpulkan dari siswa kelas X, XI dan XII.

    “Ini salah satu bentuk kepedulian sosial dari kami, seluruh siswa serta dewan guru SMA N 1 terhadap korban kebakaran. Walaupun jumlah keluarga korban kebakaran sudah sebagian pulang kampung dan pindah ke rumah susun (Rusun) Cilangkap,” ujar Kepala SMA N 1, Laksmi Gantini, Selasa (23/8).

    Bantuan berupa Sembako hasil kumpulan siswa SMA N 1 ini tak hanya diperuntukan bagi warga korban kebakaran saja tapi juga warga sekitar yang memang membutuhkan bantuan melihat dari kondisi lingkungan yang kumuh serta padat penduduk.

    Menurut dia, kepedulian ini jangan dilihat dari jumlah atau bentuk sumbangan yang diberikan tapi hendaknya dilihat dari bentuk simpati dan sosial yang dilakukan sejumlah siswa untuk membantu sesame terlebih warga Kota Depok.

    “Alhamdulillah… Kalau masih ada yang peduli memberikan bantuan Sembako bagi warga di sekitar lokasi korban kebakaran Kampung Lio, RT 01/019, Kel. Depok,” ujar Ny. Ratna, warga sekitar yang rumahnya selamat dari kebakaran beberapa waktu lalu.

    Ibu empat anak ini, menambahkan ada sekitar 40 unit rumah kontrakan yang terbakar saat kejadian itu dan sebagian besar penghuninya sudah dikemablikan Pemkot Depok ke daerah asal seperti Cirebon, Tegal dan Brebes. “Yang tersisa hanya sekitar 19 KK itu pun sudah diarahkan untuk menempati Rusun Cilangkap,” tuturnya. (harlis)

    bersama warga korban kebakaran kampung Lio
    bersama warga korban kebakaran kampung Lio