Swara Pendidikan (Beji, Depok) – Perjalanan panjang pengabdian di dunia pendidikan akhirnya berbuah manis bagi guru dan tenaga kependidikan SDN Keramat Beji, Kota Depok. Pada penghujung tahun 2025, sejumlah tenaga honorer di sekolah resmi diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu oleh Pemerintah Kota Depok.
Salah satunya adalah Siti Mudrikah, S.Pd. (31), guru kelas III SDN Keramat Beji. Siti memulai pengabdiannya sebagai tenaga pendidik sejak tahun 2017, setelah memperoleh informasi adanya kebutuhan guru di sekolah tersebut. Lulusan Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Indraprasta (Unindra) ini awalnya berstatus guru honorer sekolah, sebelum pada 2018 masuk sebagai tenaga honorer yang dibiayai melalui APBD hingga tahun 2025.
“Awalnya saya honor biasa, lalu sejak 2018 menjadi honor APBD sampai akhirnya diangkat PPPK paruh waktu,” ujar Siti saat ditemui Swara Pendidikan di SDN Keramat Beji, Selasa (13/1/2026).
Dalam perjalanannya, Siti sempat menghadapi kendala terkait linier pendidikan, karena latar belakang pendidikannya bukan dari Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Ia pun kembali menempuh pendidikan PGSD pada tahun 2022–2023 untuk memenuhi ketentuan yang berlaku. Meski kemudian terbit kebijakan baru yang memperbolehkan lulusan Pendidikan Bahasa Inggris mengajar di jenjang SD, Siti tetap menjalani proses tersebut sebagai bentuk komitmen profesional.
Pada 2024, Siti pertama kali mengikuti seleksi PPPK. Keraguan sempat muncul karena latar belakang akademiknya, namun upaya dan doa akhirnya membuahkan hasil. Di akhir tahun 2025, ia resmi diangkat sebagai PPPK paruh waktu.
“Alhamdulillah, Allah memberi jalan. Saya juga sudah mengikuti PPG dan tinggal menunggu sertifikat. Tahun 2025 benar-benar menjadi tahun yang sangat saya syukuri,” ungkapnya.
Selain sebagai guru, Siti juga berperan sebagai ibu rumah tangga dengan satu orang putra. Ia mengaku, dorongan almarhum ayahnya menjadi motivasi utama untuk menekuni profesi guru.
“Bapak pernah bilang, jadi guru itu waktunya fleksibel dan bisa mengurus keluarga. Awalnya ragu, tapi setelah dijalani ternyata nyaman,” tuturnya.
Dalam praktik pembelajaran, Siti terus beradaptasi dengan perubahan kurikulum, mulai dari Kurikulum 2013, Kurikulum Merdeka, hingga pendekatan deep learning. Menurutnya, tantangan guru di era digital semakin kompleks, terutama akibat pengaruh konten digital yang dikonsumsi peserta didik.
“Apa yang anak lihat di gawai sering terbawa ke sekolah. Saya coba mengimbanginya dengan edukasi dan metode bermain sambil belajar, karena itu yang paling disukai siswa,” jelasnya.
Kebahagiaan serupa juga dirasakan Aka Martadinata, Operator Sekolah (OPS) SDN Keramat Beji. Aka telah mengabdi sejak 2011 dan selama 14 tahun bertugas sebagai operator sekolah tanpa pernah terlalu berharap diangkat sebagai PPPK. Namun, Desember 2025 menjadi momen bersejarah dalam perjalanan pengabdiannya.
“Alhamdulillah, saya dilantik menjadi PPPK paruh waktu. Artinya, kami diakui secara resmi oleh negara. Ini seperti hadiah akhir tahun,” ujarnya.
Aka menuturkan, sebelum bekerja di lingkungan sekolah, ia pernah berkecimpung di dunia perkantoran yang cenderung monoton. Menurutnya, bekerja di sekolah memberikan dinamika tersendiri karena penuh interaksi dan tantangan.
“Kerja di sekolah itu lebih mobile, bertemu banyak siswa dan rekan. Kami juga punya komunitas OPS untuk saling berbagi jika ada kendala,” katanya.
Meski demikian, tugas operator sekolah tidak lepas dari tekanan, terutama saat menghadapi tenggat pelaporan seperti ARKAS, Dapodik, pengelolaan dana BOS, hingga administrasi aset sekolah.
“Biasanya paling padat di pertengahan dan akhir tahun ajaran. Tapi karena sering sharing, semuanya bisa diatasi,” tambahnya.
Baik Siti maupun Aka berharap, pengangkatan PPPK paruh waktu ini menjadi awal dari kebijakan yang semakin berpihak pada peningkatan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan.
“Kami bersyukur dan berharap ke depan kesejahteraan bisa terus ditingkatkan,” pungkas Aka.
Keduanya juga berpesan kepada rekan-rekan honorer lainnya agar tetap bersabar dan terus mengikuti kebijakan pemerintah.
“Kesempatan itu akan datang di waktu yang tepat. Saya baru merasakannya sekarang,” tutup Siti bersyukur. (Amr)

























