ADVERTISEMENT
  • BERITA UTAMA
    • NASIONAL
    • Internasional
    • KABAR DAERAH
    • METROPOLITAN
  • KABAR SEKOLAH
    • SMA
    • SMK
    • MA
    • SMP
    • MTS
    • SD
    • MI/DINIYAH
    • PAUD/TK
  • KABAR KAMPUS
  • KABAR PESANTREN
  • MENULIS
    • Artikel Guru
    • Artikel Dosen/Mahasiswa
    • Opini
  • TIPS EDU
  • EDU INFO
    • Klik Pendidikan
    • Info Pendidikan
    • Info Guru
  • INSPIRASI PENDIDIKAN
    • Inspirasi
  • JEJAK PRESTASI
  • E-PAPER
  • LAINNYA
    • Profil Sekolah
      • SMK
      • SMA
      • MA
      • SMP
      • MTS
      • SD
      • TK/PAUD
      • MI/DINIYAH
    • Ruang Sastra
      • Cerpen
      • Puisi
    • ULASAN BUKU
      • BAHAN AJAR
      • BUKU UMUM
    • SAPA WILAYAH
      • Kecamatan Beji
      • Kecamatan Bojongsari
      • Kecamatan Cilodong
      • Kecamatan Cimanggis
      • Kecamatan Cinere
      • Kecamatan Cipayung
      • Kecamatan Limo
      • Kecamatan Pancoran Mas
      • Kecamatan Sawangan
      • Kecamatan Sukmajaya
      • Kecamatan Tapos
    • WAWASAN PUBLIK
      • Parlemen
      • Pemerintahan
      • Peristiwa
      • Politik
      • Sosial
      • Suara Publik
      • Ekonomi & Bisnis
      • Infotaintment
      • Opini
Swara Pendidikan
Wednesday, June 17, 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Swara Pendidikan
No Result
View All Result

Tujuh Tahun Mengabdi sebagai Honorer, Candrayanti Akhirnya Diangkat PPPK Paruh Waktu

by SWARA PENDIDIKAN
12 January 2026
in Depok, INSPIRASI PENDIDIKAN
0
Tujuh Tahun Mengabdi sebagai Honorer, Candrayanti Akhirnya Diangkat PPPK Paruh Waktu

Candrayanti, S.Pd guru SDN Depok Baru 2 (foto.Amr/SP)

 

Swara Pendidikan (Pancoran Mas, Depok) — Setelah tujuh tahun mengabdi sebagai tenaga honorer, perjuangan Candrayanti, S.Pd. (28), guru kelas 2 di SDN Depok Baru 2, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, akhirnya berbuah manis. Ia resmi diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu oleh Pemerintah Kota Depok pada akhir Desember 2025.

Candrayanti merupakan warga asli Depok. Selain berprofesi sebagai guru, ia juga seorang istri dan ibu dari satu orang anak perempuan. Keputusannya menekuni dunia pendidikan tidak terlepas dari dorongan orang tua.

“Alasan saya menjadi guru karena dorongan orang tua. Profesi guru memiliki jenjang karier yang panjang hingga usia pensiun 60 tahun. Bagi perempuan yang juga berperan sebagai ibu, waktunya relatif lebih seimbang, apalagi rumah saya tidak jauh dari sekolah,” ujarnya saat ditemui jurnalis Swara Pendidikan, Senin (12/1/2026).

BACA JUGA

Ribuan Kursi Kosong Terisi, Jalur Domisili Jadi Tumpuan Terakhir SPMB Depok. Akankah Kuota Berubah Lagi?

Dari Tak Bercita-cita Menjadi Guru hingga Memimpin SDN Sukamaju 5: Perjalanan Inspiratif Irfan Apandi

Pemkot Depok Perluas Program Sekolah Swasta Gratis, Kini Jangkau 52 SMP/MTs dan 22 PAUD

Tersisa 1.313 Kursi Kosong, Rasikin: Alihkan Sisa Kuota ke Jalur Serumpun

Karier Candrayanti di dunia pendidikan dimulai pada 2018 sebagai operator sekolah di SDN Depok Baru 2 ketika masih menjalani perkuliahan. Pada periode 2018–2020, ia bertugas sebagai operator sekolah. Pada pertengahan 2020, ia dipercaya menjadi guru kelas 3 menggantikan guru yang meninggal dunia. Jabatan tersebut diembannya hingga 2023, sebelum akhirnya mengajar sebagai guru kelas 2 hingga saat ini.

Selama masa pengabdian, Candrayanti mengalami berbagai dinamika, mulai dari tiga kali merger sekolah hingga empat kali pergantian kepala sekolah. Status kepegawaiannya pun mengalami perubahan, dari honorer APBN, kemudian tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebagai honorer APBD.

“Awalnya kami sering bertanya-tanya, sampai kapan akan menjadi honorer. Tidak mungkin selamanya berada di posisi itu. Alhamdulillah, setelah mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) selama satu tahun, akhirnya saya diangkat menjadi PPPK paruh waktu,” tuturnya.

Meski telah dilantik, Candrayanti mengaku masih menunggu Surat Keputusan (SK) pengangkatan karena jumlah PPPK yang dilantik cukup banyak se-Kota Depok. Kendati demikian, ia merasa bersyukur atas kepastian status yang diterimanya.

“Rasanya senang dan lega. Akhirnya ada kepastian jenjang karier. Ini menjadi penyemangat untuk bekerja lebih giat dan bertanggung jawab, karena status kami sudah menjadi pegawai negara, meski masih paruh waktu,” katanya.

Ia juga mengenang momen pelantikan yang berlangsung di tengah hujan sebagai pengalaman yang tak terlupakan. “Teman-teman sangat senang. Walaupun saat pelantikan kami kehujanan, itu menjadi kenangan tersendiri,” ujarnya.

Saat ini, Candrayanti mengaku masih fokus mengabdikan diri sebagai guru dan belum terpikir untuk menduduki jabatan struktural seperti kepala sekolah. Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Depok atas kebijakan pengangkatan PPPK paruh waktu.

“Terima kasih kepada Pemkot Depok yang telah mengangkat kami semua menjadi PPPK paruh waktu, tidak hanya guru, tetapi juga tenaga kebersihan dan lainnya. Saya masih muda, insyaallah jalan masih panjang. Ada juga rekan-rekan yang usianya sudah mendekati pensiun, baru diangkat sekarang,” ungkapnya.

Ke depan, Candrayanti berharap adanya penyetaraan gaji serta peningkatan status menjadi PPPK penuh waktu. Ia juga memberikan semangat kepada rekan-rekan honorer yang belum diangkat.

“Terus bersabar dan bekerja dengan ikhlas. Semua ada proses dan waktunya,” pesannya.

Bagi Candrayanti, kebahagiaan menjadi guru tidak terletak pada jabatan atau status semata, melainkan pada perkembangan peserta didik.

“Melihat anak yang awalnya belum bisa membaca, lalu perlahan bisa, itu kebahagiaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” ujarnya.

Salah satu pengalaman paling berkesan baginya adalah tetap mengajar meski tengah hamil besar, yang menuntut perjuangan ekstra karena harus bolak-balik antara rumah dan sekolah.

Ia juga menyoroti tantangan sebagai guru kelas rendah, khususnya dalam menghadapi siswa yang lambat menerima pembelajaran, terutama membaca. Untuk itu, ia membiasakan kegiatan literasi membaca sebelum dan sesudah pembelajaran.

“Namun, ini tidak bisa hanya mengandalkan sekolah. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara guru dan orang tua agar anak-anak mendapatkan pendampingan yang optimal,” pungkasnya. (Amr)

 

Konten ini dilindungi. Dilarang menyalin atau menayangkan ulang sebagian maupun seluruh isi artikel untuk akun media sosial komersial atau kepentingan komersial lainnya tanpa izin tertulis dari Redaksi.
👁️ Pembaca: 8

BeritaTerkait

Aktivis Pendidikan Dorong Disdik Depok Alihkan 1.000 Kursi Kosong SPMB ke Jalur Domisili
Depok

Aktivis Pendidikan Dorong Disdik Depok Alihkan 1.000 Kursi Kosong SPMB ke Jalur Domisili

12 June 2026
0
0

  Swara Pendidikan (Depok) – Aktivis pendidikan Kota Depok, Eman...

Read more
Ade Firmansyah: Kabar Baik bagi Warga Depok, Siapa Pun yang Rumahnya Tak Layak Bisa Dibantu

Ade Firmansyah: Kabar Baik bagi Warga Depok, Siapa Pun yang Rumahnya Tak Layak Bisa Dibantu

11 June 2026
0
Komisi C DPRD Depok Kawal Pengadaan Meja-Kursi SMPN 3, Ditargetkan Tersedia Saat Tahun Ajaran Baru

Komisi C DPRD Depok Kawal Pengadaan Meja-Kursi SMPN 3, Ditargetkan Tersedia Saat Tahun Ajaran Baru

10 June 2026
0

RSUI Hadirkan Ustadz Maulana dalam Bicara Sehat Spesial, Ajak Masyarakat Sabar Saat Sakit

10 June 2026
0

Ade Firmansyah: Libatkan Sekolah Swasta Non-RSSG Tampung Siswa Afirmasi 5–10 Persen dengan Subsidi Pemkot

10 June 2026
0

706 Kursi di SMP Negeri Jadi ‘Bangku Mati’? Ribuan Siswa Depok Menunggu Kebijakan Disdik

10 June 2026
0
Next Post
Prabowo Target Bangun 500 Sekolah Rakyat Gratis hingga 2029, Tampung 500.000 Siswa dari Keluarga Miskin

Prabowo Target Bangun 500 Sekolah Rakyat Gratis hingga 2029, Tampung 500.000 Siswa dari Keluarga Miskin

https://dewanpers.or.id/data

2026 © swarapendidikan.co.id

TENTANG KAMI

  • Berita
  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

Follow & Share

No Result
View All Result
  • Berita
  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

2026 © swarapendidikan.co.id