• BERITA UTAMA
    • NASIONAL
    • Internasional
    • KABAR DAERAH
    • METROPOLITAN
  • KABAR SEKOLAH
    • SMA
    • SMK
    • MA
    • SMP
    • MTS
    • SD
    • MI/DINIYAH
    • PAUD/TK
  • KABAR KAMPUS
  • KABAR PESANTREN
  • MENULIS
    • Artikel Guru
    • Artikel Dosen/Mahasiswa
    • Opini
  • TIPS EDU
  • EDU INFO
    • Klik Pendidikan
    • Info Pendidikan
    • Info Guru
  • INSPIRASI PENDIDIKAN
    • Inspirasi
  • JEJAK PRESTASI
  • E-PAPER
  • LAINNYA
    • Profil Sekolah
      • SMK
      • SMA
      • MA
      • SMP
      • MTS
      • SD
      • TK/PAUD
      • MI/DINIYAH
    • Ruang Sastra
      • Cerpen
      • Puisi
    • ULASAN BUKU
      • BAHAN AJAR
      • BUKU UMUM
    • SAPA WILAYAH
      • Kecamatan Beji
      • Kecamatan Bojongsari
      • Kecamatan Cilodong
      • Kecamatan Cimanggis
      • Kecamatan Cinere
      • Kecamatan Cipayung
      • Kecamatan Limo
      • Kecamatan Pancoran Mas
      • Kecamatan Sawangan
      • Kecamatan Sukmajaya
      • Kecamatan Tapos
    • WAWASAN PUBLIK
      • Parlemen
      • Pemerintahan
      • Peristiwa
      • Politik
      • Sosial
      • Suara Publik
      • Ekonomi & Bisnis
      • Infotaintment
      • Opini
Swara Pendidikan
Friday, March 13, 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Swara Pendidikan
No Result
View All Result

Membuka Jendela Dunia dari Jantung Cikini: Kisah Inspiratif Literasi SDN Cipayung 2

Oleh: Titin Supriatin,M.Pd*

by SWARA PENDIDIKAN
10 February 2026
in MENULIS, Inspirasi
0
Membuka Jendela Dunia dari Jantung Cikini: Kisah Inspiratif Literasi SDN Cipayung 2

Kepala SDN Cipayung 2 Titin Supriatin

        

 

Literasi bukan sekadar mengeja kata, melainkan tentang bagaimana kita membuka mata terhadap luasnya cakrawala dunia. Semangat inilah yang dibawa oleh keluarga besar SDN Cipayung 2 saat melangkah masuk ke lorong-lorong ilmu di Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Taman Ismail Marzuki (TIM), kisah ini bukan sekadar perjalanan wisata biasa, kunjungan edukatif ini adalah sebuah misi untuk menyalakan kembali api kecintaan membaca pada diri generasi penerus bangsa, khususnya bagi murid kelas V dan VI.

 

Siswa nampak asik dengan dunia literasinya

Lebih dari sekadar membaca buku, murid SDN Cipayung 2 bahagia dan bangga.

Di tengah arsitektur modern TIM yang memukau, para murid diajak untuk merasakan bahwa perpustakaan bukanlah tempat yang membosankan. Rangkaian kegiatan dirancang secara dinamis untuk melatih otak dan rasa. Salah satunya murid diajak berkolaborasi dalam Puzzle yaitu melatih konsentrasi dan kerja sama tim yang solid, merangkai baris pantun sehingga mengasah kreativitas verbal dan melestarikan budaya sastra lisan sejak dini kemudian dilanjut dengan eksplorasi literasi, menyelami ribuan koleksi buku yang menjadi harta karun pengetahuan.

BACA JUGA

Romantika Kehidupan

Literasi Digital dan UU ITE: Menavigasi Kebebasan Berpendapat Pelajar di Era Post-Truth

Dana Guru Honorer Diambil untuk MBG, Mendikdasmen Minta Dana Lagi, Ironis dan Konyol

Ketika Uang Negara Berakhir di Jamban melalui Program Makan Bergizi Gratis

“Melihat binar mata anak-anak saat menemukan buku yang mereka sukai adalah bukti bahwa minat baca tidak hilang, ia hanya perlu diberikan ruang dan fasilitas yang tepat.”

Mereka tidak hanya berkunjung ke perpustakaan, tetapi juga menapaki kaki ke Museum Kebangkitan Nasional yang mengingatkan mereka pada Hari Kebangkitan Nasional dan sejarah organisasi Budi utomo.

Antusias siswa mengikuti kegiatan literasi di perpustakaan melalui permainan edukatif dan sesi pembelajaran bersama, yang menumbuhkan kerja sama, kreativitas, dan semangat belajar

Setelah kenyang dengan ilmu, langkah kaki para murid berpindah ke Museum Kebangkitan Nasional, gedung eks-STOVIA yang menjadi saksi lahirnya fajar kemerdekaan. Di sinilah momen paling menyentuh terjadi ; mengenang Budi Utomo, murid-murid dibawa kembali ke tahun 1908, memahami bagaimana organisasi Budi Utomo menjadi lokomotif pertama perjuangan modern bangsa Indonesia. Kunjungan ini mengingatkan mereka bahwa Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar tanggal di kalender, melainkan simbol perjuangan pemuda-pemudi terpelajar di masa lalu. Sosok Dokter Perintis, mereka melihat langsung ruang-ruang tempat para dokter pertama Indonesia menimba ilmu. Hal ini menanamkan kesadaran bahwa dengan pendidikan dan kegigihan, anak-anak dari daerah manapun bisa mengubah nasib bangsanya.

“Melihat anak-anak berdiri di tempat lahirnya Budi Utomo seolah mengingatkan kita bahwa tugas kita bukan hanya mengajar, tapi membangkitkan jiwa nasionalisme yang sempat tertidur,” ungkap Anita Hasan selaku PJ Literasi SDN Cipayung 2.

Belajar sejarah tidak harus kaku di balik meja kelas. Dengan membawa murid “Menapaki langsung” jejak para pahlawan, sejarah menjadi lebih hidup dan relevan.

Kegiatan ini ditutup dengan foto bersama, namun yang dibawa pulang jauh lebih berharga dari sekadar gambar yaitu rasa bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia. SDN Cipayung 2 telah membuktikan bahwa kunjungan edukatif yang direncanakan dengan hati mampu mencetak generasi yang cerdas secara kognitif dan kuat secara karakter.

Harapan untuk Masa Depan

Kunjungan ini hanyalah awal. SDN Cipayung 2 telah membuktikan bahwa pendidikan literasi bisa dikemas dengan sangat menyenangkan dan edukatif. Semoga langkah ini menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk berani melangkah keluar, memanfaatkan fasilitas publik yang luar biasa, dan bersama-sama membangun generasi Indonesia yang cerdas dan literat.

Mari kita jadikan buku sebagai sahabat terbaik anak-anak kita, karena dari setiap halaman yang mereka baca, terpancar masa depan bangsa yang lebih cerah.


Penulis: Titin Supriatin, M.Pd
Kepala SDN Cipayung 2 Depok

 

BeritaTerkait

Romantika Kehidupan
MENULIS

Romantika Kehidupan

12 March 2026
0
0

Oleh: H. Ikbal Farisi*

Read more
Literasi Digital dan UU ITE: Menavigasi Kebebasan Berpendapat Pelajar di Era Post-Truth

Literasi Digital dan UU ITE: Menavigasi Kebebasan Berpendapat Pelajar di Era Post-Truth

6 March 2026
0
Dana Guru Honorer Diambil untuk MBG, Mendikdasmen Minta Dana Lagi, Ironis dan Konyol

Dana Guru Honorer Diambil untuk MBG, Mendikdasmen Minta Dana Lagi, Ironis dan Konyol

6 March 2026
0

Ketika Uang Negara Berakhir di Jamban melalui Program Makan Bergizi Gratis

6 March 2026
0

Kami Hanya Ingin Bekerja: Dinamika Kepemimpinan Kepala Sekolah di Tengah Regulasi, Pengawasan, dan Intimidasi

2 March 2026
0

MBG dan KMP, Menyehatkan dan Mensejahterakan Siapa?

25 February 2026
0
Next Post
After School MAN 1 Bogor Jadi Kenangan Indah bagi Kelas XII

After School MAN 1 Bogor Jadi Kenangan Indah bagi Kelas XII

https://dewanpers.or.id/data

2026 © swarapendidikan.co.id

TENTANG KAMI

  • Berita
  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

Follow & Share

No Result
View All Result
  • Berita
  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

2026 © swarapendidikan.co.id