Swara Pendidikan (Limo, Depok) — Perjalanan karier Niken Pratiwi, S.Pd menjadi gambaran dedikasi panjang dalam dunia pendidikan. Perempuan kelahiran Wonogiri, 16 Agustus 1990 ini kini resmi menjabat sebagai Kepala Sekolah SDN Krukut 2 setelah lebih dari satu dekade mengabdi sebagai guru sekolah dasar.
Niken merupakan lulusan Universitas Muhammadiyah Surakarta yang menyelesaikan studi dalam waktu 3,5 tahun dengan predikat cumlaude. Meski demikian, ia sempat mengaku menyesal tidak menuntaskan studi dalam empat tahun penuh karena jeda waktu kelulusan membuatnya tidak memiliki aktivitas selama beberapa bulan.
Kariernya di dunia pendidikan dimulai pada 2012 sebagai guru honorer di SDN Glogan 1, Klaten, dengan gaji Rp150 ribu per bulan selama satu tahun. Pada awalnya, Niken mengaku tidak memiliki ketertarikan khusus terhadap profesi guru. Namun, pandangannya berubah setelah berinteraksi langsung dengan siswa sekolah dasar.
“Dunia saya jadi lebih berwarna. Justru saya yang banyak belajar dari mereka,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (6/4/2026).
Pada 2013, Niken mengikuti seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) berbasis Computer Assisted Test (CAT) dan dinyatakan lulus untuk penempatan di Kota Depok. Ia resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Maret 2014.
Sejak 2014 hingga 2026, Niken mengajar di SDN Limo 3, Kota Depok. Selama 12 tahun mengabdi, ia tidak hanya berfokus pada pengajaran akademik, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan para siswa.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah ketika mendampingi seorang siswa yang dianggap memiliki keterbatasan. Di tengah keraguan banyak pihak, Niken memberikan perhatian dan metode pembelajaran yang berbeda.
“Alhamdulillah, sekarang anak itu sudah melanjutkan ke SMA di pondok pesantren dan masih sering berkunjung,” katanya.
Ia juga pernah bertemu alumni yang mengaku terbantu dengan metode pengajaran matematika yang ia terapkan hingga mampu berprestasi di jenjang pendidikan berikutnya.
Pada tahun 2025, Niken mengikuti seleksi kepala sekolah dan dinyatakan lolos. Ia menerima Surat Keputusan (SK) pada 26 Februari 2026, dilantik pada 6 Maret 2026, dan resmi bertugas pada 9 Maret 2026 di SDN Krukut 2. Sebelumnya, ia juga merupakan Guru Penggerak angkatan terakhir.
Sebagai kepala sekolah, Niken mulai menyusun berbagai program pengembangan. Ia menyoroti pentingnya pembiasaan pagi, khususnya dalam aspek keagamaan, serta penguatan prestasi siswa.
Langkah awal yang dilakukan adalah pendataan minat siswa terhadap kegiatan ekstrakurikuler. Dari total 390 siswa, belum seluruhnya terakomodasi dalam kegiatan seperti bulu tangkis, qosidah, tari, silat, dan pramuka.
Selain itu, ia juga menargetkan peningkatan rapor pendidikan, terutama pada aspek literasi dan numerasi. Upaya tersebut dilakukan melalui komunikasi intensif dengan guru, orang tua, komite sekolah, dan siswa.
Bagi Niken, menjadi guru bukan sekadar profesi, melainkan perjalanan hidup yang penuh makna. Ia mengaku selalu terharu mendengar cerita para alumni yang masih mengingat guru-gurunya, termasuk cara mengajar dan nasihat yang pernah diberikan.
“Hal paling membahagiakan adalah ketika kita bisa menginspirasi mereka menjadi pribadi yang lebih baik,” pungkasnya. (Amr)




