Swara Pendidikan (Jepara) — SMPN 1 Jepara telah menyelesaikan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang berlangsung pada 6–14 April 2026. Asesmen standar nasional yang diselenggarakan Kemendikdasmen sesuai Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025 ini diikuti oleh 287 siswa kelas 9.
Pelaksanaan TKA di SMPN 1 Jepara berlangsung selama enam hari, terbagi dalam tiga gelombang dan empat sesi setiap harinya. Skema ini diterapkan sebagai strategi sekolah untuk mengakomodasi seluruh peserta di tengah keterbatasan sarana yang tersedia.
Kepala SMPN 1 Jepara, Lisna Handayani, M.Pd, menjelaskan bahwa pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan sejak awal, mengingat TKA merupakan program baru yang pertama kali dilaksanakan pada tahun 2026.
“TKA ini dilaksanakan secara penuh berbasis online. Kami memastikan kesiapan perangkat komputer dengan spesifikasi yang memadai, serta jaringan internet yang stabil agar pelaksanaan berjalan lancar,” ujar Lisna, Kamis (16/4/2026).
Selain kesiapan sarana, sekolah juga melakukan sosialisasi kepada orang tua dan siswa kelas 9, serta memberikan pendampingan kepada para guru yang bertugas mengawal pelaksanaan TKA.
“Kami juga menambah jam pengayaan untuk siswa agar lebih siap, terutama karena TKA menguji dua mata pelajaran utama, yakni Matematika dan Bahasa Indonesia,” tambahnya.
Lebih lanjut, Lisna mengungkapkan bahwa pelaksanaan TKA di sekolahnya juga terintegrasi dengan asesmen nasional berbasis komputer, sehingga menjadi dua agenda yang berjalan dalam waktu bersamaan.
Ia menyebut, TKA menjadi salah satu indikator penting bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, khususnya sebagai alternatif jalur seleksi selain domisili dan prestasi akademik maupun nonakademik.
Dengan jumlah siswa mencapai 287 orang dan keterbatasan fasilitas satu laboratorium komputer yang hanya menampung sekitar 40 siswa per sesi, sekolah harus menerapkan strategi penjadwalan yang efektif.
“Kami berharap program TKA dari pemerintah juga diiringi dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai di setiap sekolah, agar pelaksanaannya bisa optimal,” pungkasnya.
(Once)




