• BERITA UTAMA
    • NASIONAL
    • Internasional
    • KABAR DAERAH
    • METROPOLITAN
  • KABAR SEKOLAH
    • SMA
    • SMK
    • MA
    • SMP
    • MTS
    • SD
    • MI/DINIYAH
    • PAUD/TK
  • KABAR KAMPUS
  • KABAR PESANTREN
  • MENULIS
    • Artikel Guru
    • Artikel Dosen/Mahasiswa
    • Opini
  • TIPS EDU
  • EDU INFO
    • Klik Pendidikan
    • Info Pendidikan
    • Info Guru
  • INSPIRASI PENDIDIKAN
    • Inspirasi
  • JEJAK PRESTASI
  • E-PAPER
  • LAINNYA
    • Profil Sekolah
      • SMK
      • SMA
      • MA
      • SMP
      • MTS
      • SD
      • TK/PAUD
      • MI/DINIYAH
    • Ruang Sastra
      • Cerpen
      • Puisi
    • ULASAN BUKU
      • BAHAN AJAR
      • BUKU UMUM
    • SAPA WILAYAH
      • Kecamatan Beji
      • Kecamatan Bojongsari
      • Kecamatan Cilodong
      • Kecamatan Cimanggis
      • Kecamatan Cinere
      • Kecamatan Cipayung
      • Kecamatan Limo
      • Kecamatan Pancoran Mas
      • Kecamatan Sawangan
      • Kecamatan Sukmajaya
      • Kecamatan Tapos
    • WAWASAN PUBLIK
      • Parlemen
      • Pemerintahan
      • Peristiwa
      • Politik
      • Sosial
      • Suara Publik
      • Ekonomi & Bisnis
      • Infotaintment
      • Opini
Swara Pendidikan
  • Login
Tuesday, February 3, 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Swara Pendidikan
No Result
View All Result

Cerpen – Janji Seorang Anak (Part 1)

Oleh:Β  Amr Assadillah

by SWARA PENDIDIKAN
10 January 2026
in Ruang Sastra, Cerpen
18
Cerpen – Janji Seorang Anak (Part 1)

Gambar ilustrasi cerpen Janji Seorang Anak

 

Janji Seorang Anak adalah kisah tentang keteguhan hati seorang anak perempuan yang bertahan dalam kehilangan, penderitaan, dan ujian hidup.

Kisah ini bermula dari sebuah keluarga kecil yang menjalani hidup dengan penuh keceriaan dan kebahagiaan. Keluarga itu terdiri atas seorang ayah, seorang ibu, dan dua orang anak. Anak pertama adalah seorang perempuan berusia sembilan tahun bernama Visha, sementara adiknya masih bayi laki-laki berusia enam bulan.

Hari-hari mereka dipenuhi tawa dan kasih sayang. Sang ayah dikenal sebagai sosok penyayang dan penuh perhatian, sedangkan sang ibu menjadi cahaya dalam rumah tanggaβ€”memberikan cinta tanpa batas kepada keluarganya. Kehangatan itu membuat rumah mereka selalu terasa hidup.

BACA JUGA

Cerpen – Janji yang Tuntas di Hadapan Surga (Part 4-Tamat)

Cerpen – Cahaya Setelah Luka (Part 3)

CERBUNG – KERAK TELOR SPESIAL (Bag. 1)

Cerpen – SAAT HUJAN SORE INI…

Namun kebahagiaan tersebut tidak berlangsung lama.

Suatu hari, sang ibu jatuh sakit. Penyakit yang dideritanya semakin parah hingga akhirnya ia mengembuskan napas terakhir. Kepergiannya mengubah segalanya. Rumah yang dahulu hangat kini terasa sunyi dan dipenuhi kepiluan. Dunia keluarga kecil itu seakan runtuh dalam sekejap.

Sang ayah, yang sangat mencintai istrinya, tak mampu menerima kenyataan pahit tersebut. Kesedihan mendalam perlahan berubah menjadi depresi yang menguasai dirinya. Hari demi hari, luka kehilangan itu menggerogoti jiwanya.

Perlahan pula sifat sang ayah berubah. Sosok yang dulu lembut kini menjadi keras dan mudah tersulut emosi. Bentakan menjadi hal biasa, bahkan pukulan tak jarang menghampiri anak-anaknya. Pipi dan rambut Visha sering menjadi sasaran kemarahan sang ayah yang tak terkendali.

Namun di balik semua penderitaan itu, tersimpan kisah yang begitu mengharukan.

Visha, anak perempuan berusia sembilan tahun, tetap bertahan. Dalam hatinya terpatri sebuah janji yang pernah ia ucapkan di hadapan ibunya sebelum sang ibu menghembuskan napas terakhir: menjaga ayah dan adiknya, apa pun yang terjadi. Meski masih sangat kecil, Visha memikul tanggung jawab yang terlalu berat untuk seusianya.

Ia mengerjakan semua pekerjaan rumah tanpa mengeluh, menuruti setiap perintah ayahnya, dan merawat adiknya dengan penuh kasih sayang. Ia menjadi ibu bagi adiknya, sekaligus penyangga bagi ayahnya yang rapuh. Sosok Visha adalah gambaran seorang anak yang kuat, sabar, dan penuh pengorbanan.

Di tengah penderitaannya, Visha tidak pernah melupakan Tuhan. Pendidikan agama yang ditanamkan sang ibu melekat kuat dalam hatinya. Ia meyakini bahwa semua yang terjadi adalah takdir Tuhan, dan setiap ujian pasti menyimpan hikmah. Doa menjadi tempatnya bersandar ketika dunia terasa begitu kejam.

Sang ibu memang telah tiada, namun nilai-nilai kebaikan yang ia tanamkan tetap hidup dalam diri Visha. Meski sang ibu belum sempat melihat buah dari didikannya, ajaran itu tumbuh menjadi kekuatan yang luar biasa dalam diri seorang anak kecil.

Kisah Visha adalah bukti bahwa cinta, kesabaran, dan iman mampu membuat seseorang bertahan, bahkan dalam penderitaan terdalam.

Bersambung di Part 2…

Pesan Moral

  • Kesabaran dan ketulusan hati mampu menguatkan seseorang dalam menghadapi ujian hidup.
  • Pendidikan dan kasih sayang orang tua akan terus hidup dalam diri anak, meski orang tua telah tiada.
  • Iman kepada Tuhan menjadi sumber kekuatan terbesar dalam menghadapi penderitaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

BeritaTerkait

Cerpen – Janji Seorang Anak (Part 1)
Ruang Sastra

Cerpen – Janji yang Tuntas di Hadapan Surga (Part 4-Tamat)

by SWARA PENDIDIKAN
25 January 2026
1
0

Oleh : Amr Assadillah

Read more
Cerpen – Janji Seorang Anak (Part 1)

Cerpen – Cahaya Setelah Luka (Part 3)

23 January 2026
0
CERBUNG – KERAK TELOR SPESIAL (Bag. 1)

CERBUNG – KERAK TELOR SPESIAL (Bag. 1)

21 January 2026
0

Cerpen – SAAT HUJAN SORE INI…

21 January 2026
0

BADUY

20 January 2026
0

Cerpen – Air Mata di Balik Ketegaran (Part 2)

16 January 2026
0
Next Post
Status Guru Honorer Dihapus Mulai 2026, Seluruhnya Dialihkan ke Skema PPPK

Status Guru Honorer Dihapus Mulai 2026, Seluruhnya Dialihkan ke Skema PPPK

Comments 18

  1. Coffelate bisa Kopi hitam juga bisa says:
    3 weeks ago

    Perubahan karakter drastis pada seorang suami setelah ditinggal meninggal oleh istrinya, dari sabar menjadi kasar dan temperamental, sering kali merupakan manifestasi kompleks dari proses berduka dan stres emosional yang mendalam, beberapa hal penyebabnya:

    Proses Berduka yang Rumit: Kehilangan pasangan hidup adalah salah satu pengalaman paling traumatis. Suami mungkin mengalami tahap berduka seperti penolakan, kemarahan, tawar-menawar, depresi, dan penerimaan. Kemarahan dan sifat lekas marah bisa menjadi bagian dari ekspresi kesedihan yang sulit dikelola.

    Ketidakmampuan Mengelola Emosi: Banyak orang kesulitan mengidentifikasi dan mengelola emosi mereka, terutama saat dilanda duka. Perasaan sedih, takut, dan kesepian yang luar biasa bisa tersalurkan menjadi kemarahan atau perilaku agresif karena kurangnya mekanisme koping (keterampilan mengatasi masalah) yang sehat.

    Beban Tanggung Jawab Baru: Kepergian istri sering kali berarti suami harus mengambil alih peran dan tanggung jawab baru yang sebelumnya diemban oleh istrinya, seperti mengurus rumah tangga, mengasuh anak, atau mengelola keuangan. Beban ini dapat menimbulkan stres dan frustrasi yang signifikan, yang memicu sifat temperamental.

    Penting untuk diingat bahwa setiap individu berduka secara berbeda. Perubahan perilaku ini sering kali bersifat sementara dan merupakan bagian dari adaptasi terhadap realitas baru tanpa kehadiran istri.

    jika seorang anak kecil bernama Visha saja mampu mengolah emosinya, kenapa seorang ayah yang justru sudah dewasa malah terpuruk dalam keadaan yang negatif?
    sebaiknya penulis mengkaji dari sisi psikology juga untuk melanjutkan di part selanjutnya supaya edukasinya sampai ke pembaca secara tuntas, demikian …

    kereennnnn bang Amr… akan sejajar dengan J.s khairan kayaknya :) hehehe

    Reply
  2. Mulya Sari says:
    3 weeks ago

    Karakter yang muncul pada diri Visha merupakan buah pendidikan iman dan landasan cinta dari orangtuanya. Terlepas sang Ayah berubah karena tidak bisa menerima Qadha QadarNya, namun Ayah sempat hadir dalam pengasuhan. Itulah kekuatan iman yang diumpamakan akar yang menghujam ke tanah, kuat. Kemudian dia menumbuhkan buah yang manifestasinya berupa akhlaq, dan batang pohon yang merujuk pada Syari’ah (Qs. IBRAHIM 24-27)

    Reply
  3. Mulya Sari says:
    3 weeks ago

    Bismillah, karakter yang muncul pada diri Visha merupakan buah pendidikan iman dan landasan cinta dari orangtuanya. Terlepas sang Ayah berubah karena tidak bisa menerima Qadha QadarNya, namun Ayah sempat hadir dalam pengasuhan. Itulah kekuatan iman yang diumpamakan akar yang menghujam ke tanah, kuat. Kemudian dia menumbuhkan buah yang manifestasinya berupa akhlaq, dan batang pohon yang merujuk pada Syari’ah (Qs. IBRAHIM 24-27)

    Reply
  4. Bunda Sari says:
    3 weeks ago

    Bismillah, karakter yang muncul pada diri Visha merupakan buah pendidikan iman dan landasan cinta dari orangtuanya.

    Reply
  5. Bunda Sari says:
    3 weeks ago

    Bismillah, karakter yang muncul pada diri Visha merupakan buah pendidikan iman dan landasan cinta dari orangtuanya. Terlepas sang Ayah berubah karena tidak bisa menerima Qadha QadarNya, namun Ayah sempat hadir dalam pengasuhan. Itulah kekuatan iman yang diumpamakan akar yang menghujam ke tanah, kuat. Kemudian dia menumbuhkan buah yang manifestasinya berupa akhlaq, dan batang pohon yang merujuk pada Syari’ah (Qs. IBRAHIM 24-27)

    Reply
  6. neta says:
    3 weeks ago

    aduh, ada segala bersambungnya?

    Reply
  7. Mulya Sari says:
    3 weeks ago

    Bismillah, ternyata sebegitunya the power of love dan pendidikan iman. Karakter yang terbentuk dari Visha bukan buah pendidikan yang sehari, dua hari, bulan dan setahun atau 2 tahunan. Landasan cinta dan pendidikan iman dari orangtua (almarhumah Ibunda) membekas di hati dan menguatkan jiwanya. Itulah kekuatan iman, membentuk karakter dengan akhlaq yang ahsan (baik).

    Dalam Islam, Aqidah atau hal diimaninya layaknya akar yang menghujam ke tanah, dimana akhlaq menghasilkan buah yang bermanfaat dan batang merujuk pada Syari’ah (Qs. Ibrahim 24-27). (Rusfi: 2021:9)

    Reply
  8. MARIA ULFAH says:
    3 weeks ago

    Cerita yang sangat menarik dan menyentuh, bisa dijadikan motivasi untuk murid-murid.
    Dan mengingatkan kepada murid untuk lebih bersyukur.

    Reply
  9. SWARA PENDIDIKAN says:
    3 weeks ago

    Luar biasa, sangat menyentuh. Cerita ini pas kalo diangkat ke layar kaca. Semoga ajah suatu saat ada produser FTV yang melirik dan menghidupkan kisah ini.

    Reply
    • MARIA ULFAH says:
      3 weeks ago

      Cerita yang sangat menarik dan menyentuh, bisa dijadikan motivasi untuk murid-murid.
      Dan mengingatkan kepada murid untuk lebih bersyukur.

      Reply
  10. Rina says:
    3 weeks ago

    Baru part 1 ceritanya sudah sanggar bagus..

    Di tunggu kelanjutan part 2 nya..

    Reply
  11. Ayraa says:
    3 weeks ago

    Kerennnn aku suka

    Reply
    • Mulya Sari says:
      3 weeks ago

      Aku jugaaaa, heheh..barakallah..

      Reply
  12. Fikri says:
    3 weeks ago

    Semangat terus berkarya πŸ‘

    Reply
  13. AneetaH says:
    3 weeks ago

    Karakter Visha luar biasa. Ditunggu cerita part selanjutnya πŸ‘

    Reply
  14. Nikenchara says:
    3 weeks ago

    Pengantar ceritanya bagus. Ditunggu part selanjutnya.

    Reply
  15. Rahmawati says:
    3 weeks ago

    Ceritanya sangat menarim ditunggu part 2 nya yah

    Reply
  16. Widy says:
    3 weeks ago

    Keren πŸ‘πŸ»πŸ₯Ή kasian Si Visha
    Di tunggu Part 2Nya jangan lama2 yaa

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://dewanpers.or.id/data

2026 Β© swarapendidikan.co.id

TENTANG KAMI

  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

Follow & Share

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
    • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

2026 Β© swarapendidikan.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In