• BERITA UTAMA
    • NASIONAL
    • Internasional
    • KABAR DAERAH
    • METROPOLITAN
  • KABAR SEKOLAH
    • SMA
    • SMK
    • MA
    • SMP
    • MTS
    • SD
    • MI/DINIYAH
    • PAUD/TK
  • KABAR KAMPUS
  • KABAR PESANTREN
  • MENULIS
    • Artikel Guru
    • Artikel Dosen/Mahasiswa
    • Opini
  • TIPS EDU
  • EDU INFO
    • Klik Pendidikan
    • Info Pendidikan
    • Info Guru
  • INSPIRASI PENDIDIKAN
    • Inspirasi
  • JEJAK PRESTASI
  • E-PAPER
  • LAINNYA
    • Profil Sekolah
      • SMK
      • SMA
      • MA
      • SMP
      • MTS
      • SD
      • TK/PAUD
      • MI/DINIYAH
    • Ruang Sastra
      • Cerpen
      • Puisi
    • ULASAN BUKU
      • BAHAN AJAR
      • BUKU UMUM
    • SAPA WILAYAH
      • Kecamatan Beji
      • Kecamatan Bojongsari
      • Kecamatan Cilodong
      • Kecamatan Cimanggis
      • Kecamatan Cinere
      • Kecamatan Cipayung
      • Kecamatan Limo
      • Kecamatan Pancoran Mas
      • Kecamatan Sawangan
      • Kecamatan Sukmajaya
      • Kecamatan Tapos
    • WAWASAN PUBLIK
      • Parlemen
      • Pemerintahan
      • Peristiwa
      • Politik
      • Sosial
      • Suara Publik
      • Ekonomi & Bisnis
      • Infotaintment
      • Opini
Swara Pendidikan
Saturday, April 18, 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Swara Pendidikan
No Result
View All Result

Mewujudkan Karakter Siswa Didik Berawal dari Guru

by SWARA PENDIDIKAN
26 November 2022
in Artikel Guru, MENULIS
0
Mewujudkan Karakter Siswa Didik Berawal dari Guru
        
Oleh: Eni Yuhaeni,S.Pd

Hari Guru Nasional diperingati setiap tanggal 25 Nopember. Hari tersebut bertepatan dengan berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Tema Hari Guru tahun ini adalah “Serentak Berinovasi Wujudkan Merdeka Belajar”. Peringatan Hari Guru Nasional serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia. Dimeriahkan berbagai acara seperti lomba guru berprestasi, kepala sekolah berprestasi, lomba bidang olah raga, kesenian dan lain-lain.

Pada Webinar tahun 2020 lalu dijelaskan ciri-ciri guru yang hebat, yaitu 5K.

K pertama yaitu Karakter. Karakter yang harus dimiliki guru diantaranya kepribadian, kepedulian, sikap disiplin, integritas dll.

BACA JUGA

Cooperation in the Development of Halal Standardization within the Framework of Mutual Recognition Agreement (MRA) between Indonesia and Foreign Halal Institutions

Menjaga Sekolah, Menjaga Masa Depan dan Seruan Kewaspadaan bagi Satuan Pendidikan

Pengasuhan Mempengaruhi Sikap dan Kepribadian Anak

Sinergi Kearifan Lokal Panca Waluya dan Konstitusionalisme Pancasila: Sebuah Model Penguatan Etika Kepemimpinan Generasi Muda di Era Disrupsi

K kedua yaitu Kompetensi seperti keahlian, ketrampilan dll.

K ketiga yaitu kerjasama.

K keempat yaitu komunikasi.

K  Kelima kreatifitas.

Terdengar enteng hanya lima K, tapi seiring perkembangan zaman sungguh semakin berat tugas seorang guru, hal ini dirasakan oleh penulis.

Begitu banyak tantangan yang dihadapi oleh seorang guru dalam melaksanakan tugasnya, baik sebagai pengajar maupun pendidik. Mengapa Demikian ?

Pengaruh perkembangan informasi yang tidak bisa dibendung, mudah diakses, dan sangat menarik untuk dijelajahi, memiliki sisi positif dan negatif terhadap perkembangan peserta didik. Karena itu, sebagai guru harus siap meminimalisir pengaruh negatif dengan membentengi dan membuat filter yang sangat kuat bahkan berlapis agar tidak mudah mencemari peserta didik.

Sisi positifnya, perkembangan dunia informasi berbasis internet sungguh sangat mendukung terlaksananya pembelajaran yang semakin baik. Dengan media dan sumber belajar yang lengkap dan mudah diakses, menyenangkan, membuat penasaran dan mampu menumbuhkan kreatifitas baik guru maupun siswa.

Disamping itu juga  diharapkan mampu  mengejar Learning Loss  akibat covid 19, hal ini sesuai dengan kalimat  “ajari anakmu sesuai Zamannya.”

Lantas, bagaimana dengan sisi negatif dari pengaruh perkembangnan teknologi informasi berbasis internet? Internet sangat cepat membawa pengaruh buruk khususnya terhadap kepribadian peserta didik.

Pertama Anak-anak asyik bermain game. Jam belajar menjadi berkurang, mereka menjadi malas untuk belajar. Seperti membaca buku, menghapal perkalian. Imbasnya, tidak jarang peserta didik  tidak mampu memahami bacaan (literasi membaca, maupun literasi numerik).

Kedua, anak-anak  merasa bebas untuk berbuat, dengan meniru apa yang dilihat sehingga bisa menjadi pelaku bullying (perundungan) ataupun korban bullying, seperti ujaran kebencian, kekerasan dan sampai kepada konten pornografi.

Bahkan yang lebih miris lagi, baru-baru ini seorang anak menendang seorang nenek. Siapakah yang salah, atau disalahkan? Anak-anak  menggenggam HP setiap saat dari bangun tidur, hingga tidur lagi.

Apakah guru atau orang tua, atau pembuat konten yang tidak mendidik, tidak akan ada yang mau disalahkan. Dari sini tugas kita bersama untuk membuat filter pengaruh buruk dari internet terhadap perkembangan anak-anak sebagai generasi penerus, yang diharapkan menjadi generasi emas di masa yang akan datang. Ini tugas berat seorang guru, kita tidak bisa mengawasi mereka selama 24 jam, tapi kita bisa membekali mereka dengan literasi digital yang berisi memberikan pengetahuan dan kecakapan dalam menggunakan, menemukan, memanfaatkan, membuat, dan mengevaluasi informasi dari internet.

Bekerja sama dengan orang tua tentang batasan-batasan penggunaan HP, apalagi masih di Sekolah Dasar, menanamkan budaya malu dalam melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama. Memberikan efek jera dengan melarang membawa HP  ke Sekolah, kecuali ada tugas tertentu. Menjalin hubungan baik dengan peserta didik, dan masih banyak kegiatan lain yang bisa dilakukan oleh guru demi meminimalisir dampak negatif dari kemajuan teknologi berbasis Internet.

Guru digugu dan ditiru, Selamat Hari Guru 2022 untuk semua guru di Indonesia, tetap semangat berjuang, berinovasi dan berkarakter demi mencetak generasi emas. Salam Merdeka Mengajar.

***


Penulis:  Eni Yuhaeni,S.Pd  (Guru SDN Pondok Cina  3)

BeritaTerkait

Cooperation in the Development of Halal Standardization within the Framework of Mutual Recognition Agreement (MRA) between Indonesia and Foreign Halal Institutions
MENULIS

Cooperation in the Development of Halal Standardization within the Framework of Mutual Recognition Agreement (MRA) between Indonesia and Foreign Halal Institutions

17 April 2026
0
0

Oleh: Rifa Rifqiyatun Nisa, Quine Disti Atakita, Indira Faydzatun Nufus,...

Read more
Menjaga Sekolah, Menjaga Masa Depan dan Seruan Kewaspadaan bagi Satuan Pendidikan

Menjaga Sekolah, Menjaga Masa Depan dan Seruan Kewaspadaan bagi Satuan Pendidikan

17 April 2026
0
Pengasuhan Mempengaruhi Sikap dan Kepribadian Anak

Pengasuhan Mempengaruhi Sikap dan Kepribadian Anak

6 April 2026
0

Sinergi Kearifan Lokal Panca Waluya dan Konstitusionalisme Pancasila: Sebuah Model Penguatan Etika Kepemimpinan Generasi Muda di Era Disrupsi

1 April 2026
0

Pembatalan Rencana Belajar Online 2026: Antara Kekhawatiran Learning Loss dan Arah Baru Kebijakan Pendidikan

26 March 2026
0

Romantika Kehidupan

12 March 2026
0
Next Post
Peringatan Hari Guru Nasional Di SMAN 1 Banjarsari

Peringatan Hari Guru Nasional Di SMAN 1 Banjarsari

https://dewanpers.or.id/data

2026 © swarapendidikan.co.id

TENTANG KAMI

  • Berita
  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

Follow & Share

No Result
View All Result
  • Berita
  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

2026 © swarapendidikan.co.id