UPN Veteran Jakarta Sosialisasi Bahaya Stunting di SMK Annur

by Redaksi
0 Komentar 121 Pembaca

Swara Pendidikan (Sawangan, Depok) – UPN Veteran Jakarta bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Depok menggelar sosialisasi pemberdayaan remaja berbasis literasi gizi sebagai upaya tanggap darurat stunting dan anemia di SMK Annur, Selasa (17/10/23).

Menurut Sintha F Simanungkalit S.Gz, MKM, dosen prodi gizi, fakultas kesehatan UPN Veteran Jakarta, sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman serta menumbuhkan kesadaran kepada peserta didik, khususnya para siswi dalam menjaga makanan yang sehat dan bergizi.

Selain itu lanjutnya, persoalan stunting di wilayah Pasir Putih masih tinggi.

“Salah satu masalah yang dihadapi remaja Indonesia adalah masalah gizi mikronutrien, yakni sekitar 12% remaja laki-laki dan 23% remaja perempuan mengalami anemia, yang sebagian besar diakibatkan kekurangan zat besi (anemia defisiensi besi). Anemia di kalangan remaja perempuan lebih tinggi dibanding remaja laki-laki. Anemia pada remaja berdampak buruk terhadap penurunan imunitas, konsentrasi, prestasi belajar, kebugaran remaja dan produktifitas,” paparnya.

Selain itu, secara khusus anemia yang dialami remaja putri akan berdampak lebih serius, mengingat mereka adalah para calon ibu yang akan hamil dan melahirkan seorang bayi, sehingga memperbesar risiko kematian ibu melahirkan, bayi lahir prematur dan berat bayi lahir rendah (BBLR).

“Melalui sosialisasi ini diharapkan mereka semakin paham akan pentingnya literasi gizi sebagai upaya tanggap darurat stunting dan anemia, diharapkan para sisiwi ini menjadi garda terdepan remaja masalah stunting dan anemia,” imbuhnya.

Sementara itu, kepala SMK Annur, Abdul Latif menyampaikan apresiasinya atas kehadiran tim dari UPN Veteran Jakarta yang telah memberikan pemahaman kepada peserta didiknya terkait literasi gizi sebagai upaya tanggap darurat stunting.

“Kegiatan ini diikuti seluruh siswa kelas X-XII. Kerjasama Dinkes Depok dan universitas veteran Jakarta,” ujar Latif.

Anemia di kalangan remaja perempuan lebih tinggi dibanding remaja laki-laki. Anemia pada remaja berdampak buruk terhadap penurunan imunitas, konsentrasi, prestasi belajar, kebugaran remaja dan produktifitas.

Menurutnya, sosialisasi ini menjadi momentum pembelajaran dan edukasi bagi remaja agar dapat memahami pentingnya menjaga pola hidup sehat. Mengingat stunting merupakan permasalahan yang tidak bisa selesai dengan satu cara, melainkan harus diselesaikan dari segala tingkatan terutama dengan meningkatkan kualitas remaja yang kelak akan melahirkan generasi selanjutnya. Tutupnya. (amr)

Baca juga

Tinggalkan Komentar