Swara Pendidikan (Depok) — Kehumasan Universitas Indonesia (UI) menyampaikan sejumlah pembaruan strategis dalam tata kelola komunikasi dan kemitraan media untuk tahun 2026. Pembaruan tersebut menitikberatkan pada kolaborasi jangka panjang, pengelolaan berbasis data, serta peningkatan kualitas publikasi.
Hal itu disampaikan Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, Erwin Agustian Panigoro, di hadapan rekan media, Rabu (3/3/2026), di Wisma Makara UI.
Dalam kesempatan tersebut, Erwin menegaskan bahwa kehumasan UI menetapkan tiga fokus utama dalam strategi komunikasi ke depan. Arah baru ini bertumpu pada kinerja yang terukur, tata kelola anggaran yang lebih efektif dan produktif, serta penguatan kemitraan media secara kolaboratif dan berkelanjutan.
Fokus pertama adalah Impactful PR (Bertumpu pada Capaian Kinerja). Melalui pendekatan ini, setiap aktivitas komunikasi tidak lagi sekadar publikasi, tetapi harus mendukung target kinerja institusi. Seluruh program kehumasan diarahkan agar selaras dengan rencana strategis universitas.
Fokus kedua, Refocusing Anggaran (Efisiensi & Tata Kelola), menitikberatkan pada pengelolaan anggaran yang produktif dan terencana sejak awal tahun. Perencanaan yang matang dinilai penting agar setiap program memiliki dampak nyata dan terukur.
Sementara itu, fokus ketiga adalah Kemitraan Terukur (Kolaboratif & Jangka Panjang). UI menegaskan perubahan pendekatan kerja sama dengan media dari pola transaksional menjadi kolaboratif. Kerja sama dirancang sebagai kemitraan strategis jangka panjang dengan indikator kinerja (KPI) yang jelas dan evaluasi berkala.
“Media merupakan mitra strategis universitas. Karena itu, kolaborasi yang dibangun harus berorientasi pada hasil dan memberikan manfaat bersama,” tandasnya.
Melalui tiga fokus tersebut, Kehumasan UI berharap komunikasi institusi semakin profesional, berbasis data, serta mampu memperkuat reputasi universitas di tingkat nasional maupun internasional.

Sebagai bentuk komitmen, lanjutnya. Humas UI membuka ruang diskusi yang lebih intensif, dengan menghadirkan media center yang dapat diakses lima hari kerja. Ruang tersebut akan menjadi wadah diskusi terbuka antara pihak kampus dan media.
“Pertemuan setahun sekali tidak cukup. Media adalah mitra strategis universitas, sehingga ruang komunikasi harus lebih terbuka dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Dengan strategi baru ini, UI berharap sinergi dengan media semakin kuat dan mampu mendukung pencapaian target institusi secara berkelanjutan. (Gus JP)




