Swara Pendidikan (Cipayung, Depok) — SMK Al Muhtadin menggelar Uji Sertifikasi Kompetensi (USK) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1 sebagai upaya memastikan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja dan industri. Kegiatan ini berlangsung dari 6 hingga 15 April 2026.
Pelaksanaan uji kompetensi tersebut melibatkan siswa 331 dari jurusan Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) serta Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT). Untuk jurusan MPLB, ujian dilaksanakan pada 6–14 April 2026 dengan jumlah peserta sebanyak 148 siswa. Sementara itu, jurusan TJKT mengikuti uji kompetensi pada 6–15 April 2026 dengan total 183 siswa.
Admin LSP, Dwi Hariyunita menjelaskan skema sertifikasi yang digunakan telah disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing program keahlian.
“Untuk MPLB menggunakan skema Office Administrative, sedangkan TJKT menggunakan skema Junior Technical Support,” ungkap Dwi.
Dalam pelaksanaannya, sambung Dwi, skema TJKT terdiri atas lima unit kompetensi, sedangkan MPLB memiliki 21 unit kompetensi yang harus diuji. Proses asesmen melibatkan empat asesor profesional, dengan pembagian dua penguji untuk masing-masing jurusan.

Uji kompetensi dilaksanakan setiap hari dengan rata-rata 20 peserta dari kedua jurusan. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, mencakup berbagai metode penilaian, seperti uji praktik (hard skill), penilaian sikap (soft skill), tes tertulis, serta uji lisan.
“Hasil uji kompetensi akan diumumkan setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai dan dituangkan dalam berita acara akhir,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala SMK Al Muhtadin, Umie Poerwanti menegaskan bahwa kegiatan sertifikasi kompetensi merupakan bagian penting dalam menyiapkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja.
Menurutnya, sertifikasi tidak hanya menjadi tolok ukur kemampuan siswa, tetapi juga memberikan nilai tambah sebagai bukti kompetensi yang diakui.
“Kegiatan ini memberikan gambaran nyata tentang kompetensi yang dimiliki siswa. Sertifikasi ini juga dapat menjadi referensi penting saat mereka memasuki dunia kerja maupun industri,” ujarnya.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti proses uji kompetensi dengan optimal sehingga memperoleh hasil terbaik serta mampu bersaing di dunia kerja secara profesional. (Amr)




