SEUNTAI IMPIAN

by Redaksi
0 Komentar 157 Pembaca

Seorang lelaki berdiri sambil menatap nisan di depan nya. Pikirannya menerawang jauh ke masalalu.

beberapa tahun yang lalu…

” nak maafkan bunda kita sudah hidup susah, bunda malah buat semakin susah karna penyakit bunda ” Ucap seorang wanita kepada remaja laki laki di samping nya.

” Tidak bunda, jangan berbicara seperti itu. Kasa tidak suka bunda berbicara demikian ” Ucap remaja lelaki itu, ya Dia Angkasa Pangestu. Putra seseorang yang di panggil bunda itu.

Angkasa adalah anak semata wayang Aira ( Bunda Angkasa ).

Angkasa adalah anak yang pintar, dia unggul di berbagai akademik, dia juga seorang anak yang penurut.

Tapi sayang sekali, takdir tidak berpihak kepada dia. Sejak umur nya 14 tahun Angkasa di tinggal ayahnya pergi, Beliau bilang pergi untuk bekerja di luar negri tapi hingga kini Angkasa umur 19 tahun tidak pernah kembali…

Sekiranya sudah tiga bulan berlalu, dari bunda nya yang mengakatan sedemikian. Untuk bunda, Keadaan nya mulai membaik hanya butuh waktu lagi untuk tetep istirahat.

” ANGKASA BUNDA LO ” ucap Tian, teman Angkasa.

” Ha? bunda gue? kenapa bunda? ” sahut Angkasa dengan wajah yang panik.

” Ayah lo balik tapi…”

” BUNDA ” teriak Angkasa panik. Wajah bunda nya sudah di basahi oleh air mata, napas nya yang sudah terenggah enggah tidak karuan. Itu yang Angkasa lihat saat pertama kali memasuki rumah.

“TIAN BAWA BUNDA KE RUMAH SAKIT” seru Angkasa dengan keras kepada Tian.

” Apa tujuan kau datang kemari? Setelah sekian lama kau tidak kembali,  ” tanya Angkasa dengar raut muka yang sangat datar.

” Aku hanya ingin bertemu dengan kalian, Bukankah sudah lama pula aku tidak pulang? ” jawab ayah dengan santainya

 

” Siapa dia? ” tunjuk Angkasa kepada seorang wanita yang tengah berdiri di belakang ayahnya.Angkasa bingung siapa wanita tersebut?

” Dia ibu bu, istri kedua saya, sejak 2 tahun yang lalu ” Jawab ayah dengan sangat santainya.

Seketika semua hening, hingga satu pukulan mendarat di wajah sang Ayah.

” LAKI LAKI GILA, bunda ku setia menunggu mu selama 5 tahun INI YANG DIA DAPAT KAN KETIKA MELIHATMU PULANG! ” Ucap Angkasa dengan raut yang sangat marah.

” ANAK TIDAK TAHU DI UNTUNG, seharusnya kau bersyukur kau bisa sedewasa itu pun karna aku! karna uang ku! ” ucap ayah yang juga marah.

” uang mu? iyaa? BAHKAN UANG ITU TIDAK CUKUP UNTUK KAMI BERDUA. Bunda harus bekerja dengan keadaan sakit hanya untuk menghidupi ku! dimana jasa mu ha? ” Ucap angkasa.

” ayah seharusnya menunjukkan ciri-ciri yang baik kepada anak lelakinya, TAPI KAU? saat aku tumbuh di masa labil ku kau kemana? ”

” Enak sekali kau bicara seperti itu kepada ku, Bahkan uang yang kau sebutkan itu pun sudah 2tahun kami tidak mendapatkan nya, Aku dan bunda harus banting tulang selama 2 tahun untuk sekolahku, biaya hidupku, dan kesembuhan bundaku. KAU KEMANA? bahkan semenjak 2 tahun itu sudah ku anggap ayah ku tiada” ucap marah Angkasa dengan nada lirih di akhir kalimat.

” Kurang ajar kau. ini ajaran bunda mu?! TIDAK PUNYA SOPAN SANTUN ” marah ayah.

” CUKUP! pergi dan enyah lah dari rumah bunda ku pergi dan bawa pulang lah wanita itu, dan jangan pernah kau tunjukan lagi mukamu dihadapan kami ” Ucap Angkasa. Sembari mengusir sang ayah serta wanita nya itu.

5 tahun, perjuangan bunda nya itu sia sia. Foto pernikahan yang selalu ia tatap dengan sorot mata mengisyaratkan beribu ribu harapan itu. Semua sirna karna wanita itu, ya wanita yang ternyata merupakan bos sang ayah sewaktu bekerja.

Ternyata yang menemani dari 0 akan kalah dengan seseorang yang baru ia temui, seseorang yang hanya memberi kekayaan kepada sang ayah.

~dret

telpon Angkasa berbunyi, tertera nama Tian di situ. bergegas Angkasa menjawabnya.

” Va bunda berpulang”

Setetes air mata membasahi pipi Angkasa kala mengingat kejadian itu, masa kelam nya kehilangan cinta pertamanya. 9 tahun sudah berlalu tapi lukanya tetep terasa hingga saat ini.

laki laki 28 tahun itu berjongkok di hadapan nisan sang bunda.

“Bunda Kasa kembali” ucap Angkasa.

” Kasa sekarang sudah sukses seperti yang selalu bunda doa kan, impian yang selalu kita impikan semuanya perlahan demi perlahan tercapai. Bunda, bunda tau kehangatan keluarga yang selalu bunda impikan sekarang aku memiliki nya. Keluarga yang selalu bunda inginkan kebahagia nya sekrang sudah aku wujudkan. Dan akan ku pastikan istri dan anak ku tidak akan merasakan seperti yang kita rasakan. Bunda sekarang juga sudah bahagia ya, kalo Kasa bahagia bunda juga pasti bahagia. Ternyata berat ya bun, tumbuh dewasa tanpa genggaman bunda. ” Ucap Angkasa dengan air mata yang terus mengalir. Di usapnya bahu Angkasa oleh istrinya guna menenangkan sang suami.

” Mas, kamu hebat bisa melalui ini semua. bunda juga pasti pasti bangga kepada mas. Sekarang mas ikhlaskan bunda seikhlas ikhlas nya. ” Ucap sang istri

Angkasa pun berdiri dari jongkoknya dan menggandeng tangan sang istri dengan tujuan untuk kembali ke rumahnya.

” Bun sekarang Angkasa punya rumah yang benar benar rumah untuk Kasa, rumah yang selalu Kasa inginkan. Tapi sayang di dalam rumah itu tidak ada bunda ”

Koda : Masa lalu buruk hanyalah sebuah kenangan. Masa itu menjadi suatu pelajaran berharga agar bisa menjalani hidup lebih baik. Berterimakasihlah pada masa lalu. Karenanya kamu bisa lebih memahami apa yang harus kau hindari.

***


Cerpen RAVA LUTPITA
Kelas: X Manajemen Perkantoran 2 ( X MP 2 )
SMK Arrahman Depok

Baca juga

Tinggalkan Komentar