SDN Pitara 1 Mendapat Program Kampus Mengajar dari KemendikbudRistek

by Redaksi
0 Komentar 98 Pembaca

Kepala SDN Pitara 1, Anwar Sanusi (paling kiri) berbincang dengan para mahasiswa dan dosen pendamping dari Program Kampus Mengajar Kemendikbud Ristek di sekolahnya

Swara Pendidikan (Panmas, Depok)- Dalam pengembangan minat literasi (membaca) dan  numerasi (berhitung), SDN Pitara 1 mendapat bantuan program Kampus Mengajar dari KemendikbudRistek. Kepala SDN Pitara 1, Anwar Sanusi S.Ag menjelaskan, Kampus Mengajar merupakan program Kemendikbud Ristek dalam rangka membantu sekolah untuk pengembangan minat para peserta didik terhadap literasi dan numerasi.

“Kemendikbud Ristek menerjunkan lima mahasiswa dari empat perguruan tinggi yang ada di Jakarta dan Tangerang ke SDN Pitara 1 sejak pekan lalu,” kata Anwar pada Awak swara pendidikan. Jum’at (1/3/24)

Selanjutnya, kelima mahasiswa dari empat perguruan tinggi yang tergabung dalam program Kampus Mengajar akan memberikan bimbingan langsung literasi dan numerasi kepada para siswa dari kelas 1-6.

Menurut Anwar, Kehadiran para mahasiswa dari program Kampus Mengajar selama enam bulan hanya bersifat membantu sekolah agar peserta didik memiliki minat literasi (membaca) lebih tinggi dan mengerti cara menghitung.

“Metodenya mungkin sesuai dengan cara yang diterapkan para mahasiswa,” ucapnya.

Lebih lanjut, Anwar mengatakan kehadiran para mahasiswa bukan berarti menggantikan posisi para guru yang sudah ada, tetapi hanya bersifat membantu. “Mereka orang-orang muda, mungkin mempunyai konsep yang jitu untuk pengembangan literasi dan numerasi bagi peserta didik,”  tandasnya.

Anwar menambahkan, para mahasiswa mengajar secara reguler setiap hari selama enam bulan. “Para mahasiswa didampingi pula seorang dosen, sementara dari sekolah juga ada guru pamong yang akan memberikan penilaian terhadap kelima mahasiswa,”imbuhnya.

Diketahui, kenapa SDN Pitara 1 menjadi perhatian dari KemendikbudRistek terkait literasi dan numerasi, Anwar mengaku karena memang didalam raport pendidikan sekolah, literasi dan numerasi tergolong rendah.

“Kami akui hal itu, karena di SDN Pitara 1 selama ini belum tersedia perpustakaan, hingga  peserta didik belum bisa memiliki kesempatan membaca buku-buku,” pungkasnya. (Jaya)

Baca juga

Tinggalkan Komentar