Swara Pendidikan (Jepara) — Sebanyak 55 pelajar SMP sederajat se-Kabupaten Jepara beradu wawasan sejarah dalam ajang Lomba Cerdas Cermat Museum (LCCM) yang digelar Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) bersama Kementerian Agama (Kemenag), dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional 2026. Kegiatan berlangsung di Aula 1 dan 2 Gedung Disdikpora Jepara, Senin (20/4/2026).
Lomba ini menitikberatkan pada penguasaan sejarah lokal Jepara dengan porsi materi mencapai 50 persen, disusul permuseuman 30 persen, serta sejarah nasional dan perjuangan bangsa sebesar 20 persen. Panitia secara khusus mengangkat peran tiga tokoh perempuan Jepara, yakni Ratu Shima, Ratu Kalinyamat, dan Raden Ajeng Kartini, sebagai materi utama dalam perlombaan.
Wuriyanto, Widyaprada Muda Bidang SMP Disdikpora Kabupaten Jepara, menjelaskan bahwa saat ini lomba masih berada pada tahap penyisihan. Dari tahap ini akan dipilih tiga tim terbaik untuk melaju ke babak final yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 25 Mei 2026.
“Para pemenang nantinya akan mendapatkan penghargaan langsung dari Bupati Jepara pada upacara Hari Pendidikan Nasional di alun-alun Jepara,” ujarnya.
Ia menambahkan, juara pertama tingkat kabupaten akan mewakili Jepara ke ajang yang lebih tinggi. “Pemenang final akan melaju ke tingkat provinsi hingga nasional,” tambahnya.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, tiga besar pada babak penyisihan berhasil diraih oleh SMPN 1 Mayong sebagai peringkat pertama, disusul SMPN 1 Keling di posisi kedua, dan SMPN 1 Jepara di peringkat ketiga. Ketiga sekolah tersebut dipastikan melaju ke babak final LCCM tingkat kabupaten.
Kepala SMPN 1 Mayong, Basuki, S.Pd., M.Pd., mengaku bangga atas capaian peserta didiknya. Ia menyebut pihak sekolah akan melakukan pembinaan intensif untuk menghadapi babak final.
“Kami akan memperkuat materi dan fokus mendampingi peserta, termasuk berkoordinasi dengan guru mata pelajaran agar hasilnya maksimal,” ujarnya.
Basuki menambahkan, capaian tahun ini menjadi peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. “Tahun lalu kami masuk empat besar, sekarang bisa melaju ke final. Ini menjadi motivasi bagi kami,” katanya.
Ia berharap ke depan sekolahnya tidak hanya unggul di bidang non-akademik, tetapi juga mampu meraih prestasi di bidang akademik.
“Selama ini prestasi kami banyak di olahraga. Ke depan, kami ingin memperluas capaian dengan meraih prestasi di bidang akademik,” pungkasnya. (Once)




