Renungan
Dalam menjalani kehidupan, sering kali manusia merasa harus mengejar banyak hal dengan terburu-buru, seolah jika berhenti sejenak saja semuanya akan hilang. Keinginan, pekerjaan, bahkan hubungan kadang dikejar sedemikian rupa hingga membuat hati menjadi lelah. Padahal, tidak semua hal harus dipaksa datang lebih cepat dari waktunya.
Ada hal-hal yang memang membutuhkan usaha, tetapi ada pula yang akan berjalan lebih mudah ketika waktunya sudah tepat. Ketika sesuatu memang menjadi bagian dari takdir seseorang, biasanya jalan itu perlahan akan terbuka. Bukan berarti tanpa usaha, tetapi usaha tersebut terasa lebih selaras, tidak penuh paksaan, dan tidak terus-menerus membuat hati diliputi kegelisahan.
Kegelisahan justru sering membuat seseorang mudah putus asa. Padahal, semua agama mengajarkan bahwa dalam menghadapi kehidupan, manusia harus menjaga pikiran tetap tenang serta senantiasa berprasangka baik. Sikap positif dan keyakinan yang kuat menjadi bekal penting dalam mengarungi bahtera kehidupan.
Dari situlah seseorang belajar menyeimbangkan antara ikhtiar dan kepercayaan. Berusaha tetap diperlukan, namun tidak sampai kehilangan ketenangan karena terlalu takut kehilangan sesuatu. Sebab, apa yang memang menjadi bagian kita tidak akan pergi hanya karena kita berjalan sedikit lebih tenang. Bahkan, sering kali justru dalam ketenangan itulah jalan yang sebenarnya mulai terlihat.
Ketenangan batin juga akan memancarkan aura positif. Dengan diiringi doa, usaha, ikhtiar, dan tawakal, seseorang akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Pada akhirnya, keseimbangan itulah yang dapat mengantarkan manusia menuju keberhasilan, baik di dunia maupun di akhirat.
Oleh karena itu, marilah kita mengisi hari-hari dengan hal-hal yang menenangkan hati, seperti memperbanyak dzikir dan sholawat. Dengan hati yang tenang dan jiwa yang selaras, hidup akan terasa lebih bermakna dan perjalanan kehidupan pun dapat dijalani dengan penuh ketulusan.
Ikbal Farisi
Pimpinan Yayasan Darul Ulum Duren Mekar, Bojongsari, Depok
Pemerhati sosial dan budaya




