• BERITA UTAMA
    • NASIONAL
    • Internasional
    • KABAR DAERAH
    • METROPOLITAN
  • KABAR SEKOLAH
    • SMA
    • SMK
    • MA
    • SMP
    • MTS
    • SD
    • MI/DINIYAH
    • PAUD/TK
  • KABAR KAMPUS
  • KABAR PESANTREN
  • MENULIS
    • Artikel Guru
    • Artikel Dosen/Mahasiswa
    • Opini
  • TIPS EDU
  • EDU INFO
    • Klik Pendidikan
    • Info Pendidikan
    • Info Guru
  • INSPIRASI PENDIDIKAN
    • Inspirasi
  • JEJAK PRESTASI
  • E-PAPER
  • LAINNYA
    • Profil Sekolah
      • SMK
      • SMA
      • MA
      • SMP
      • MTS
      • SD
      • TK/PAUD
      • MI/DINIYAH
    • Ruang Sastra
      • Cerpen
      • Puisi
    • ULASAN BUKU
      • BAHAN AJAR
      • BUKU UMUM
    • SAPA WILAYAH
      • Kecamatan Beji
      • Kecamatan Bojongsari
      • Kecamatan Cilodong
      • Kecamatan Cimanggis
      • Kecamatan Cinere
      • Kecamatan Cipayung
      • Kecamatan Limo
      • Kecamatan Pancoran Mas
      • Kecamatan Sawangan
      • Kecamatan Sukmajaya
      • Kecamatan Tapos
    • WAWASAN PUBLIK
      • Parlemen
      • Pemerintahan
      • Peristiwa
      • Politik
      • Sosial
      • Suara Publik
      • Ekonomi & Bisnis
      • Infotaintment
      • Opini
Swara Pendidikan
  • Login
Monday, January 19, 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Swara Pendidikan
No Result
View All Result

Rissa Churria  Bedah Novel “(Bukan) Pasaran Terakhir” karya Yon Bayu Wahyono

by SWARA PENDIDIKAN
25 November 2024
in Bekasi, EDU INFO, METROPOLITAN, Ruang Sastra
0
Rissa Churria  Bedah Novel “(Bukan) Pasaran Terakhir” karya Yon Bayu Wahyono

Novel (Bukan) Pasaran Terakhir karya Yon Bayu Wahyono, menyuguhkan kisah yang kaya akan konflik politik, sosial, dan lingkungan.

Novel (Bukan) Pasaran Terakhir karya Yon Bayu Wahyono, menyuguhkan kisah yang kaya akan konflik politik, sosial, dan lingkungan.

Swara Pendidikan (Bekasi)- Novel (Bukan) Pasaran Terakhir karya Yon Bayu Wahyono, menyuguhkan kisah yang kaya akan konflik politik, sosial, dan lingkungan, ditulis dengan gaya bahasa yang lugas namun tetap membawa kedalaman emosi. Novel ini menjadi medium untuk merefleksikan dinamika pembangunan Indonesia dan dilema moral yang sering melingkupinya.

Novel ini berkisah tentang dua mantan aktivis mahasiswa, Karyo dan Riri Safitri, yang setelah reformasi memilih jalan hidup berbeda. Karyo kembali ke kampung halaman mengurus sawah warisan keluarganya, sementara Riri bergabung dalam politik hingga menjadi Bupati. Konflik utama muncul ketika Riri mendukung proyek penambangan gunung kapur yang ditentang Karyo karena dampaknya terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar. Kisah ini memuncak dalam perseteruan yang melibatkan intrik politik, manipulasi sosial, hingga penyalahgunaan narkoba.

Rissa Churria, seorang pendidik, penyair, esais, pelukis, aktivis kemanusiaan, pemerhati masalah sosial budaya, dan pengurus Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), memberikan padangan tentang alur cerita dari Novel (Bukan) Pasaran Terakhir. Menurutnya ada sisi kelemahan dari novel tersebut, yaitu;

Pertama, pengembangan tokoh pendukung yang minim. Fokus cerita yang terlalu terpusat pada Karyo dan Riri membuat tokoh pendukung kurang mendapatkan eksplorasi mendalam, sehingga potensi memperkaya cerita belum maksimal.

BACA JUGA

Cerpen – Air Mata di Balik Ketegaran (Part 2)

Usai Pelantikan PPPK Paruh Waktu, Guru Depok Titipkan Harapan

Pemerintah Siapkan 5.750 Kuota Beasiswa LPDP di 2026

Prabowo Dialog dengan 1.100 Rektor hingga Guru Besar di Istana Negara

Kedua, klimaks kurang menggigit. “Beberapa bagian, terutama pada puncak konflik, terasa terburu-buru, sehingga dampak emosionalnya kurang maksimal,” kata Rissa.

Ketiga, konteks lokal yang kurang tergali sebagai novel berlatar Riau, elemen budaya lokal bisa lebih dieksplorasi untuk memperkaya setting dan memperdalam nuansa cerita.

Namun, kata Rissa, segala kekurangan dalam novel (Bukan) Pasaran Terakhir terlunasi dengan kompleksitas sebagai kelebihan cerita; Pertama, isu sosial yang relevan ; novel ini menyentuh konflik yang kerap terjadi di masyarakat, yaitu pertarungan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan. Gunung kapur menjadi metafora kekayaan alam yang sering kali dikorbankan demi kepentingan ekonomi.

Kedua, karakterisasi yang kuat. “Tokoh cerita, Karyo dan Riri digambarkan dengan kompleksitas yang meyakinkan. Mereka adalah representasi dari dua sisi perjuangan: idealisme yang tidak berubah dan ambisi yang terpaksa berkompromi,” sambungnya.

Ketiga, gaya bahasa yang mengalir dengan narasi yang sederhana namun tajam. Yon Bayu mampu menjangkau berbagai kalangan pembaca, dari remaja hingga dewasa. Meski mengangkat isu berat, ceritanya tetap mudah diikuti.

Lebih jauh, Rissa mengungkapkan analisis dan Interpretasi dalam Novel itu melalui berbagai perspektif, termasuk Ekokritik. “Ekokritik dalam  Konflik di novel ini mencerminkan bagaimana eksploitasi lingkungan sering kali menempatkan kepentingan masyarakat kecil di bawah bayang-bayang ambisi pembangunan,” ungkapnya.

Selain itu, Teori Hegemoni (Gramsci). Riri sebagai figur penguasa menggambarkan bagaimana kekuatan dominasi menggunakan strategi untuk membentuk opini publik, termasuk melalui penyalahgunaan narkoba dan propaganda.

Selanjutnya, Ekofeminisme: Konflik yang melibatkan Riri juga bisa dilihat dari sudut pandang ekofeminisme, di mana perempuan berada di persimpangan antara eksploitasi lingkungan dan kebutuhan ekonomi.

Rissa mengatakan, Yon Bayu Wahyono berhasil menyajikan (Bukan) PasaranTerakhir sebagai novel yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menggugah pemikiran pembaca tentang berbagai isu sosial-ekologis. Dengan gaya bertutur yang sederhana, ia membawa pesan moral yang relevan dengan realitas Indonesia.

“Meski ada beberapa kelemahan dari sisi eksplorasi karakter dan pengembangan cerita, novel ini tetap memiliki nilai yang signifikan sebagai kritik sosial dan refleksi kehidupan,” ujarnya.

Rissa menyarankan, bagi pembaca yang ingin memahami dinamika pembangunan, perjuangan idealisme, dan kompleksitas politik di Indonesia, (Bukan) PasaranTerakhir adalah bacaan yang layak dipertimbangkan.


Oleh : Rissa Churria.

Rissa Churria adalah pendidik, penyair, esais, pelukis, aktivis kemanusiaan, pemerhati masalah sosial budaya, pengurus Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), pengelola Rumah Baca Ceria (RBC) di Bekasi, anggota Penyair Perempuan Indonesia (PPI), saat ini tinggal di Bekasi, Jawa Barat, sudah menerbitkan 10 buku kumpulan puisi tunggal, 1 buku antologi kontempelasi, 1 buku Pedoman Bahasa Indonesia untuk Mahasiswa, 1 buku Esai, serta lebih dari 100 antologi bersama dengan para penyair lainnya, baik Indonesia maupun mancanegara. Rissa Churria adalah anggota tim digital dan siber di bawah pimpinan Riri Satria, di mana tugasnya menganalisis aspek kebudayaan dan kemanusiaan dari dunia digital dan siber.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

BeritaTerkait

Cerpen – Janji Seorang Anak (Part 1)
Cerpen

Cerpen – Air Mata di Balik Ketegaran (Part 2)

by SWARA PENDIDIKAN
16 January 2026
3
0

Oleh: Amr Assadillah

Read more
Usai Pelantikan PPPK Paruh Waktu, Guru Depok Titipkan Harapan

Usai Pelantikan PPPK Paruh Waktu, Guru Depok Titipkan Harapan

15 January 2026
0
Pemerintah Siapkan 5.750 Kuota Beasiswa LPDP di 2026

Pemerintah Siapkan 5.750 Kuota Beasiswa LPDP di 2026

15 January 2026
0

Prabowo Dialog dengan 1.100 Rektor hingga Guru Besar di Istana Negara

15 January 2026
0

BRI Relokasi Kantor Kas Indrakarya untuk Tingkatkan Layanan Nasabah

15 January 2026
0

Wali Kota Depok Lantik 136 Pejabat Strategis Pemerintah Kota Depok

15 January 2026
0
Next Post
Upacara Peringatan HUT ke-79 HGN di SDN Sukmajaya 2: Kolaborasi Guru dan Orang Tua

Upacara Peringatan HUT ke-79 HGN di SDN Sukmajaya 2: Kolaborasi Guru dan Orang Tua

https://dewanpers.or.id/data

2026 © swarapendidikan.co.id

TENTANG KAMI

  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

Follow & Share

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
    • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

2026 © swarapendidikan.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In