Ponpes Baitul Hikmah Peringati Isra Mi’raj 1445 H, Bukan Sekedar Peringatan tapi Bentuk Ketaqwaan

by Redaksi
0 Komentar 84 Pembaca

Pimpinan kedua Pondok Pesantren Baitul Hikmah, Gus Muhammad Nashirul Haq memberikan Tusyiah

Swara pendidikan (Bojongsari, Depok)- Pondok Pesantren Baitul Hikmah melaksanakan kegiatan memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, pada 27 Rajab 1445 Hijriyah beberapa waktu lalu. Acara dihadiri seluruh santri dengan diisi berbagai acara dan  tausyiah dari pimpinan pondok.

Pimpinan kedua Pondok Pesantren Baitul Hikmah, Gus Muhammad Nashirul Haq  dalam ceramahnya mengajak untuk lebih mengenal agama Islam terutama pada sosok yang membawa risalahnya, yakni Nabi Muhammad SAW.

“Dengan kita mengenal dan menyayangi Rasulullah, insya Allah Rasulullah juga akan mengenal dan menyayangi kita,” kata Gus Muhammad.

Dikisahkan, lanjutnya, suatu ketika Rasulullah SAW sedang duduk dengan para Sahabat dalam suatu majlis ilmu, Beliau bersabda “Aku ingin sekali bertemu dengan saudara – saudaraku”, bertanyalah para Sahabat R.A “wahai Rasulullah, bukankah kami ini saudara – saudaramu?”, Rasulullah menjawab, Bukan kalian sahabatku”, para sahabat pun bertanya “lalu siapa mereka itu wahai Rasulullah?”, Rasulullah menjawab “Mereka adalah orang yang datang dizaman setelahku, tidak pernah melihatku, namun mereka mencintaiku,” (H. R Imam Ahmad).

Menurutnya, sudah sepatutnya kita bersyukur tatkala hati kita tergerak untuk mencintai Rasulullah SAW, karena sejatinya hal tersebut merupakan hadiah dari Allah Yang Maha Kuasa. Dari rasa cinta ini timbullah rasa rindu dan berujung pada pengorbanan apapun agar bisa berkunjung ke makam beliau.

“Tentu hal demikian membutuhkan banyak biaya, maka sebagai permulaan alangkah baiknya diri kita mau menghadiri acara – acara peringatan hari besar islam, terutama peringatan Isra Mi’raj ini,” tutur Gus Muhammad.

Gus Muhammad menjelaskan, bagi Baginda Rasulullah SAW, malam yang paling utama adalah malam Isra Mi’raj. Berangkat dari Masjid Al-Haram (Mekkah) menuju Masjid Al-Aqsha (Palestina), Mi’raj adalah berangkatnya Rasulullah dari Masjid Al-Aqsha (Palestina) menuju Sidratul Muntaha.

“Perjalanan Isra Mi’raj ini terjadi hanya dalam satu malam dan cukup singkat dimana dalam suatu Riwayat disebutkan bahwa tempat tidur beliau masih hangat sepulang dari perjalanan tersebut,” ujarnya.

Diketahui, Isra Mi’raj terjadi di tahun ke-11 kenabian. Hal ini merupakan bentuk kasih sayang Allah SWT pada Baginda Rasulullah SAW, penjalanan ini menjadi hadiah sekaligus penghibur Baginda dikala beliau tengah berduka ditinggal dua orang yang sangat menyayangi dan disayangi beliau, yakni sang istri Sayyidah Khadijah r.a dan sang paman Abdul Muthallib. ‘

“Masa ini juga disebut dengan Tahun Kesedihan atau A’mul Huzni. Melalui Isra Mi’raj juga perintah melaksanakan sholat diterima oleh Beliau. Perintah dari Allah langsung tanpa perantara malaikat Jibril a.s,” terangnya.

Lebih lanjut, Gus Muhammad berharap keluarga besar Pondok Pesantren Baitul Hikmah dapat mengambil hikmah dari peristiwa agung itu. “Hikmah itu ialah betapa sabarnya Rasulullah SAW,” ucapnya.

Pimpinan kedua Pondok Pesantren Baitul Hikmah, Gus Muhammad Nashirul Haq menyebut satu ayat dalam Al-Qur’an, Allah berfirman “Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati” (surah Al-Hajj, ayat 32).

“Masyarakat zaman sekarang lebih akrab, mengetahui, memperingati, bahkan merayakan peringatan yang jauh dan tidak ada hubungannya dengan agama Islam,” pungkasnya.  (Dish dan May).

Baca juga

Tinggalkan Komentar