Nuroji : Siap di Koreksi Jika Kinerja Sebagai Anggota Dewan Kurang Maksimal

by Redaksi
0 comment 401 Pembaca

Swara Pendidikan.co.id (Depok) – Anggota Komisi X DPR RI, Nuroji mengaku siap dikoreksi wartawan jika kinerjanya sebagai anggota dewan mewakili Depok dan Bekasi, kurang maksimal.

Hal itu diungkap saat silahturahmi ke Kantor PWI Kota Depok di Jalan Melati Raya, Depok. Senin (27/12/2021).

“Ini bentuk laporan tahunan ke wartawan mengenai kinerja saya sebagai anggota dewan, saya butuh kritik, masukan dan saran dari teman-teman wartawan untuk kinerja kedepan yang lebih baik lagi,” ungkap Nuroji yang membidangi pendidikan, seni, budaya, olahraga dan pariwisata.

Nuroji yang datang didampingi istrinya yang juga anggota DPRD Kota Depok, Rezky M Noor, serta Jamaludin mengatakan, peran serta seluruh pihak, terutama wartawan sangat membantu terlaksananya program pembangunan yang dibutuhkan rakyat.

“Keberadaan wartawan yang profesional dengan semangat membangun sangat dibutuhkan pemerintah, eksekutif, legislatif maupun yudikatif. Pers sebagai pilar keempat demokrasi harus diikutsertakan dalam pembangunan yang mensejahterakan rakyat,” tandasnya dihadapan pengurus dan anggota PWI Kota Depok.

Kepada wartawan, dia menyoroti sejumlah permasalahan yang ada di Kota Depok, salah satunya identitas budaya dan pariwisata di Depok yang dinilainya belum diberdayakan secara maksimal oleh Pemkot Depok.

“Sudah tugas saya memperjuangkan anggaran 20 persen untuk pendidikan di Kota Depok. Begitu juga dibidang seni, budaya, olahraga dan pariwisata. Pembangunan itu tidak hanya fisik tapi juga karakter dan kepribadian,” jelasnya.

Nuroji juga menyayangkan sikap pemkot Depok yang tidak memanfaatkan maksimal bantuan anggaran dari Pemerintah Pusat yang diperjuangkan DPR.

“Semestinya Pemkot Depok dapat membangun banyak sekolah baru, cuma sayang tidak ada keberanian untuk mengeksekusinya. Saya juga mempertanyakan Pemkot Depok tidak memiliki identitas pariwisata. Hingga saat ini, Kota Depok tidak memiliki blue print aktivitas pariwisata yang dapat bersinergi dengan seni, budaya dan ekonomi kreatif,” ungkapnya.

Saat ini, lanjutnya, dia bersama sejumlah musisi lain di Depok, tengah memperjuangkan kebudayaan di Depok agar terwujud dan bisa di akui secara nasional dan internasional. Salah satu yang kini sedang diperjuangkan adalah mengamankan musik tradisionil asli Depok, Gong Si Bolong.

“Saya juga sempat merekam ulang untuk 10 lagu budaya yang nantinya akan kita perkenalkan ke khalayak bahwa Depok juga punya lagu tradisional yang harus dilestarikan sebagai bagian budaya Indonesia,” pungkasnya. (gus)

Tinggalkan Pesan

Baca juga