Swara Pendidikan (Purwakarta) – Komitmen kuat dalam membangun sumber daya manusia berkarakter ditunjukkan SMA PGRI 1 Purwakarta yang berlokasi di tengah kota tepatnya di Jalan RE Martadinata no 87 Kelurahan Nagri Tengah Kecamatan Purwakarta. Sekolah ini tidak hanya menekankan capaian akademik, tetapi juga konsisten menanamkan nilai-nilai moral melalui konsep Pancawaluya dalam kehidupan sehari-hari para siswa.
Kepala SMA PGRI 1 Purwakarta, Neni Anggraeni, menegaskan bahwa pendidikan sejati harus bertumpu pada pembentukan karakter yang kokoh. Menurutnya, nilai-nilai Pancawaluya cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), pinter (cerdas), dan singer (tangguh) harus menjadi pedoman hidup para pelajar.
“Anak-anak Purwakarta harus tumbuh dengan karakter Pancawaluya. Ini bukan sekadar slogan, tetapi harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Neni, Selasa (5/5/2026).
Ia menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan tagline PGRI, yakni “Learn from Small Things” (Belajar dari Hal Kecil). Filosofi ini, kata dia, menjadi landasan dalam membentuk karakter siswa melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
“Perubahan besar berawal dari hal kecil. Di sekolah, kami membiasakan siswa untuk menerapkan senyum, sapa, dan salam setiap hari, baik kepada guru maupun sesama teman,” jelasnya.
Budaya tersebut tampak nyata sejak siswa memasuki gerbang sekolah. Interaksi yang hangat dan penuh rasa hormat menjadi pemandangan sehari-hari, menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif dan humanis.
Neni menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik semata. Sikap, adab, dan integritas peserta didik menjadi indikator utama dalam mencetak generasi unggul.
“Sekolah memiliki peran penting, tetapi orang tua adalah pendidik utama. Perhatian, pengawasan, dan kedekatan emosional sangat diperlukan agar anak tidak terpengaruh oleh pergaulan negatif di era modern yang semakin kompleks,” tegasnya.
Upaya tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar. Warga menilai, pendekatan pendidikan karakter yang diterapkan SMA PGRI 1 Purwakarta membawa dampak positif, tidak hanya bagi siswa, tetapi juga lingkungan sekitar.
“Kami melihat siswa di sini sopan, ramah, dan menghargai orang lain. Budaya senyum dan salam benar-benar terasa. Ini contoh baik bagi sekolah lain,” ujar Ahmad (45), warga setempat.
Senada dengan itu, Siti (39) menyebut lingkungan sekitar sekolah menjadi lebih nyaman dan harmonis berkat perilaku para siswa yang santun.
“Anak-anaknya tidak hanya pintar, tapi juga berakhlak baik. Ini yang membuat kami bangga,” katanya.
Dengan konsistensi dalam mengintegrasikan nilai budaya lokal dan pendidikan karakter, SMA PGRI 1 Purwakarta diharapkan terus menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan, khususnya dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas dan berkepribadian luhur. (Deni Aping)

























