Swara Pendidikan (Purwakarta) – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum penting bagi SMKN 2 Purwakarta dalam mempertegas arah pengembangan sebagai sekolah vokasi unggul yang mampu mencetak lulusan kompeten, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat global.
Kepala SMKN 2 Purwakarta, Ade Suhedin, M.T., menyampaikan bahwa tema Hardiknas tahun ini, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, selaras dengan semangat sekolah dalam membangun kolaborasi lintas sektor demi peningkatan kualitas pendidikan.
“Makna Hardiknas bagi kami adalah memperkuat sinergi antara sekolah, pemerintah, dunia usaha dan dunia industri, serta masyarakat. Pendidikan berkualitas hanya bisa terwujud melalui keterlibatan semua pihak,” ujar Ade Suhedin. Sabtu (2/5/2026).
Sebagai langkah konkret, SMKN 2 Purwakarta terus mengembangkan program unggulan Teaching Factory (Tefa) yang diterapkan di seluruh kompetensi keahlian. Model pembelajaran ini mengintegrasikan proses pendidikan dengan standar dan budaya kerja industri secara nyata.
“Teaching Factory menjadi fondasi utama dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja. Siswa dibekali pengalaman belajar berbasis SOP industri sesuai dengan mitra kerja yang telah kami bangun,” jelasnya.
Implementasi Tefa di SMKN 2 Purwakarta mencakup berbagai bidang, di antaranya kerja sama sektor perbankan dan akuntansi, pengembangan busana bersama mitra konveksi, pemasaran berbasis retail dan digital, pengelolaan jaringan internet melalui teknik komputer dan jaringan, pengembangan aplikasi digital oleh Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), hingga layanan ekspedisi oleh Manajemen Perkantoran.
Meski demikian, ia mengakui bahwa tantangan terbesar dalam pendidikan vokasi saat ini adalah menjaga keseimbangan antara percepatan digitalisasi dengan pembentukan karakter peserta didik.
“Kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan karakter. Karena itu, kami menerapkan konsep ‘Praja’ sebagai nilai dasar pembentukan sikap, disiplin, dan etika kerja siswa,” ungkapnya.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum, tetapi juga oleh peran seluruh komponen sekolah. Guru, tenaga administrasi, hingga manajemen sekolah harus bergerak dalam satu visi yang sama.
“Semua unsur di sekolah harus bersatu padu menjalankan perannya dalam meningkatkan mutu pendidikan berbasis standar industri yang dipadukan dengan karakter praja,” tegasnya.
Di momen Hardiknas 2026 ini, Ade Suhedin juga menyampaikan pesan kepada seluruh siswa untuk terus meningkatkan kompetensi dan menjaga integritas diri.
“Praja SMKN 2 Purwakarta harus menjadi generasi unggul, kompeten, serta berkarakter Pancawaluya. Kami ingin mencetak lulusan yang inovatif, inklusif, berdaya saing global, dan mampu meraih prestasi,” pesannya.
Dengan komitmen kuat terhadap inovasi pembelajaran dan penguatan karakter, SMKN 2 Purwakarta optimistis mampu menjadi garda terdepan dalam mencetak sumber daya manusia vokasi yang siap menghadapi tantangan masa depan. ***
Laporan; Deni Aping

























