Swara Pendidikan (Jepara) – Semangat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 membawa kebanggaan tersendiri bagi MI Matholiunnajah Sinanggul, Kecamatan Mlonggo. Dalam momentum tersebut, para siswa berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan memborong sejumlah kejuaraan olahraga tradisional tingkat Kabupaten Jepara.
Prestasi itu diraih melalui cabang lomba ketapel dan bakiak. Para siswa sukses meraih juara 1 dan 2 pada lomba ketapel, serta juara 3 pada lomba bakiak. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Jepara, Witiarso Utomo, usai upacara Hardiknas yang digelar di Lapangan SMA Negeri 1 Jepara, Senin (4/5/2026).
Kepala Madrasah, Moh Maksyufun Nuha, menyampaikan rasa bangga atas capaian para siswanya. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari komitmen sekolah dalam mengembangkan olahraga tradisional sebagai bagian dari pembelajaran sekaligus pembentukan karakter.
Ia menjelaskan, pihak madrasah sengaja mendorong siswa untuk aktif dalam berbagai permainan tradisional seperti egrang, ketapel, dan bakiak. Selain melestarikan kearifan lokal, langkah ini juga menjadi upaya untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap penggunaan gawai.

“Kami ingin anak-anak tidak terlalu terpengaruh dampak negatif gadget. Melalui olahraga tradisional, mereka bisa belajar sekaligus menjaga nilai-nilai budaya,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti fenomena menurunnya sikap sopan santun di kalangan siswa usia dasar yang salah satunya dipengaruhi penggunaan gadget berlebihan. Ia menilai, peran orang tua sangat penting dalam mendampingi anak, mengingat sebagian besar waktu siswa dihabiskan di rumah.
Menurutnya, tanggung jawab pendidikan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada guru. Peran guru di sekolah hanya sebagian kecil dari keseluruhan proses pembentukan karakter anak.
Karena itu, ia mengajak para wali murid untuk lebih aktif terlibat dalam pendidikan anak di rumah. Di sisi lain, ia juga berharap pemerintah dapat terus memperhatikan kesejahteraan guru, khususnya bagi mereka yang belum mendapatkan sertifikasi dan tunjangan, serta mendorong peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
Prestasi yang diraih siswa MI Matholiunnajah Sinanggul ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk terus mengembangkan potensi siswa sekaligus menjaga warisan budaya melalui kegiatan yang positif dan mendidik. (Ficky Amalia)

























