Swara Pendidikan (Pancoranmas, Depok)– Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kota Depok berlangsung meriah di SDN Depok 1, Kamis (7/5/2026). Kegiatan tersebut mempertemukan para juara 1 dan 2 tingkat kecamatan dari 11 kecamatan se-Kota Depok untuk berkompetisi dalam tujuh cabang lomba seni dan sastra.
Pembukaan FLS3N dilakukan secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan kota Depok, Wahid Suryono melalui prosesi pemukulan gong. Acara turut dihadiri Koordinator Pelaksana FLS3N Kota Depok, Tuti Suparyanti, Ketua PGRI Cabang Pancoran Mas, H. Arwin, Ketua K3S SD Sukmajaya, Arif Suryadi, para pengawas pembina SD Dinas Pendidikan, guru pendamping, serta dewan juri.
Wahid Suryono mengatakan FLS3N merupakan agenda rutin pendidikan yang bertujuan memberikan ruang bagi peserta didik untuk menyalurkan bakat, kreativitas, dan kemampuan berekspresi melalui seni dan sastra.
“Festival ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk menunjukkan bakat terbaiknya. Kegiatan seperti ini sangat positif dan ke depan akan terus diperbanyak, tidak hanya FLS3N saja,” ungkap Wahid dalam sambutannya.

Sementara itu, Tuti Suparyanti menjelaskan FLS3N bukan hanya ajang kompetisi untuk mencari juara, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter dan pengembangan potensi siswa.
“FLS3N menjadi ruang bagi siswa untuk berani tampil, berani mencoba, dan berani berkembang. Seni dan sastra mengajarkan bahwa proses lebih bermakna daripada sekadar piala,” jelas Tuti.
Terdapat tujuh cabang lomba yang dipertandingkan dalam FLS3N tingkat Kota Depok tahun ini, kata Tuti, yaitu seni kriya, seni tari, menulis cerita, pantomim, gambar bercerita, mendongeng, dan menyanyi solo.
“Ada 220 peserta dari sekolah negeri dan swasta se-Kota Depok yang mengikuti lomba ini. Para peserta merupakan perwakilan terbaik hasil seleksi tingkat kecamatan,” imbuhnya.
Menurut Tuti, seluruh cabang lomba memiliki tujuan yang sama, yakni mengasah olah rasa, olah pikir, dan olah jiwa peserta didik agar tumbuh menjadi generasi yang kreatif, percaya diri, dan berkarakter.
Tuti pun berpesan kepada seluruh peserta agar tampil maksimal dan menjadikan ajang tersebut sebagai pengalaman berharga.
“Kami berharap dewan juri dapat menjalankan tugas secara objektif untuk memilih peserta terbaik yang nantinya akan mewakili Kota Depok ke tingkat provinsi,” tutupnya.
Melalui FLS3N, diharapkan lahir generasi muda Kota Depok yang tidak hanya berprestasi di bidang seni dan sastra, tetapi juga memiliki karakter kuat serta kecintaan terhadap budaya bangsa. (Amr)


























