Disdik Depok Sosialisasi Implementasi SRA Jenjang SMP

by Redaksi
0 Komentar 260 Pembaca

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Depok, Sutarno, SE,MM membuka acara Sosialisasi Implementasi Sekolah Ramah Anak (SRA) jenjang SMP di Lantai 10 gedung Dbaleka 2

SWARA PENDIDIKAN (DEPOK) – Dinas Pendidikan Kota Depok menggelar Sosialisasi Implementasi Sekolah Ramah Anak (SRA) jenjang SMP Negeri dan Swata se Kota Depok bertempat di  Lantai 10 gedung Dbaleka 2

Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari Senin-Selasa (24-25 Oktober 2022)  ini diikuti 33 Kepala SMP Negeri dan 227 Kepala SMP Swasta dan dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Depok, Sutarno, SE,MM.

Dalam sambutannya, Sekdis Pendidikan menyampaikan bahwa Satuan  Pendidikan  Ramah  Anak  (SRA) adalah satuan pendidikan formal, non formal, dan informal yang mampu memberikan pemenuhan hak dan perlindungan khusus bagi anak, termasuk mekanisme pengaduan untuk penanganan kasus di satuan pendldikan.

“Sekolah Ramah Anak adalah sekolah/madrasah yang aman, bersih, sehat, hijau, inklusif dan nyaman bagi perkembangan fisik, kognisi dan psikososial anak perempuan dan anak laki-laki termasuk anak yang memerlukan pendidikan khusus dan/atau pendidikan layanan khusus,” jelasnya.

“Selain dapat mengurangi menekan persentase anak  yang tidak bersekolah, SRA juga merupakan salah satu solusi untuk mengurangi  tingginya angka kekerasan yang terjadi di sekolah,” ujar Sutarno menambahkan.

Hal ini, lanjutnya, sesuai dengan UU  No. 35 tahun 2014  tentang perlindungan anak, KHA (Konvensi Hak Anak). Bahkan sangat sesuai dengan era Merdeka Belajar saat  ini, yaitu, penerapan pembelajaran yang berpihak pada murid, dimana kesejahteraan murid sebagai tujuan pendidikan.

Sekdis Pendidikan mengatakan bahwa prinsip utama SRA adalah non diskriminasi kepentingan, hak hidup serta  penghargaan terhadap anak. Sebagaimana  disebut dalam pasal 4 UU  No.23  Tahun  2002   tentang  perlindungan  anak. Bahwa anak mempunyai hak untuk dapat hidup tumbuh, berkembang, dan berpertlstpasi secara wajar sesuai harkat dan  martabat kemanuslaan, serta mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Ada 4 hal  yang  menjadi  konsep SRA,  paparnya.

Pertama, mengubah  pendekatan/paradigma kepada peserta didik dari pengajar menjadi pernbimbing, orang tua dan sahabat anak.

Kedua, memberikan teladan  perilaku yang benar dalam interaksi sehari-hari di satuan pendidikan.

Ketiga, memastikan orang dewasa di satuan pendidikan terlibat penuh dalam melindungi anak dari ancaman yang ada di satuan pendidikan.

Keempat, memastikan  orang  tua  dan  anak  terlibat aktif dalam  memenuhi 6 komponen SRA.

6 komponen SRA itu, urai Sutarno,

  1. Kebijakan SRA,
  2. Pendidik dan tenaga kependidikan terlatih Konvensi Hak Anak dan SRA,
  3. Pelaksanaan proses belajar yang ramah anak dalam pelaksanaan SRA,
  4. Sarana dan prasarana ramah  anak,
  5. Partisipasi anak,
  6. Partisipasi orangtua, alumni, organisasi kemasyarakatan, dan dunia usaha.

Sutarno berharap, semoga dengan adanya sosialisasi ini seluruh satuan pendidikan jenjang SMP dapat mengimplentasikan konsep Sekolah Ramah Anak berjalan dengan baik dan melahirkan peserta didik yang mempunyai potensi yang dapat dibanggakan.

Harapannya kedepan, ujarnya, Kota Depok bisa meraih predikat UTAMA dalam mewujudkan Kota Layak Anak (KLA).

“Karena kita telah 4 tahun berturut-turut meraih predikat NINDYA ,” tutupnya. (gus)

Baca juga

Tinggalkan Komentar