Swara Pendidikan (Jepara) – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 di Kabupaten Jepara menempatkan SMA Negeri 1 Jepara sebagai pusat kegiatan utama sekaligus upacara peringatan Hardiknas. Momentum ini juga dimanfaatkan sebagai ajang penguatan komitmen pendidikan yang berkeadilan dan berintegritas di wilayah tersebut.
Kepala SMAN 1 Jepara Dra. Puji Rahayu, M.Pd. menyampaikan bahwa esensi pendidikan saat ini harus berlandaskan asas keadilan dan inklusivitas. Ia menekankan bahwa pendidikan tidak boleh membeda-bedakan latar belakang siswa.
Salah satu poin utama dalam peringatan Hardiknas tahun ini adalah perluasan program “Sekolah Berintegritas”. Puji Rahayu menyampaikan bahwa SMAN 1 Jepara telah menjadi model sekolah berintegritas selama empat tahun terakhir.
“Saya menggunakan momen Hardiknas ini sebagai pencanangan sekolah berintegritas, program ini kini diwajibkan bagi seluruh jenjang SMA, SMK, dan SLB,” ujar Puji Rahayu usai kegiatan upacara di ruangannya, Senin (4/5/26).
Menghadapi tantangan masa depan dan fenomena remaja saat ini, Puji menekankan pentingnya sinergi antara guru dan orang tua. Ia menyebutkan bahwa pemanfaatan teknologi daring, yang menjadi “lompatan” sejak masa pandemi, kini terus dioptimalkan untuk menjembatani komunikasi dengan wali murid.
“Lompatan teknologi inilah yang kami gunakan untuk menggandeng orang tua dalam setiap kegiatan. Kita harus saling bergandeng tangan,” tambahnya.
Pelaksanaan Hardiknas di SMAN 1 Jepara tahun ini sempat diwarnai persiapan mendadak akibat perubahan lokasi acara. Meski baru menerima instruksi pada malam hari sebelum acara karena kondisi alun-alun yang tidak memungkinkan, pihak sekolah merespons dengan cepat sebagai bentuk tanggung jawab terhadap fasilitas negara.
Bahkan, untuk memastikan kelancaran acara yang dihadiri oleh Dinas Pendidikan Kabupaten dan jajaran Forkopimda, jam operasional sekolah dimajukan menjadi pukul 06.45 WIB.
“Kami terharu dan bangga bisa menyiapkan ini. Tenaga kebersihan kami bahkan sudah datang sejak jam tiga pagi. Ini adalah bentuk komitmen kami sebagai tangan panjang negara untuk memberikan solusi dalam kondisi apa pun,” tegasnya.
Menutup keterangannya, Puji Rahayu memberikan pesan khusus bagi masyarakat dan pemerintah. Ia menyatakan bahwa ilmu adalah “roh jiwa” yang tidak akan pernah sia-sia. Terkait kebijakan pendidikan yang dinamis, termasuk sistem zonasi PPDB, ia menyatakan dukungannya demi terciptanya pemerataan kualitas pendidikan.
Meskipun menyadari adanya kekurangan dan tantangan, Puji berkomitmen untuk tetap bergerak secara normatif dan bijak demi kemajuan kualitas pendidikan di Jepara.
(Once)

























