Swara Pendidikan (Jepara) – Momentum peringatan hari lahir Raden Ajeng Kartini yang jatuh berdekatan dengan Hari Ulang Tahun RSUD RA Kartini pada 19 April dimanfaatkan sebagai titik awal transformasi besar dalam pelayanan publik. Rumah sakit kebanggaan warga Jepara ini kini tak hanya memperkuat layanan medis, tetapi juga berupaya menghapus stigma “angker” dengan menghadirkan ruang publik yang nyaman dan ramah anak.
Direktur RSUD RA Kartini, dr. Tri Iriantiwi, menjelaskan bahwa perubahan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kondisi psikologis pasien dan pengunjung. Menurutnya, suasana rumah sakit yang menyenangkan dapat memberi dampak positif terhadap proses penyembuhan.
“Kami sadar kesan rumah sakit seringkali dianggap menakutkan. Dengan konsep ramah anak ini, kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa datang ke rumah sakit bisa terasa lebih nyaman, bahkan menyenangkan. Jika pasien merasa cemas, imun bisa menurun. Sebaliknya, suasana yang indah dan nyaman akan memperkuat kondisi psikis mereka,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Sebagai bagian dari perayaan HUT, RSUD RA Kartini juga menggelar kegiatan Fun Run pada 19 April lalu. Tak hanya itu, peningkatan layanan medis dilakukan secara signifikan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Kini, rumah sakit tersebut telah menghadirkan sejumlah layanan unggulan, seperti kemoterapi, Cath Lab (laboratorium kateterisasi jantung), serta unit stroke.
Untuk layanan perawatan intensif, kapasitas High Care Unit (HCU) turut ditambah, disertai penguatan layanan fisioterapi guna menunjang pemulihan pasien secara optimal.

Di sisi lain, pembenahan fasilitas publik juga menjadi perhatian serius. RSUD RA Kartini kini memiliki area taman yang asri, dilengkapi dengan spot foto (photo booth) bergambar Bupati Jepara, serta ruang bermain anak di Ruang Asoka lantai 2.
“Ke depan, kami juga berencana menghadirkan pojok baca untuk meningkatkan literasi masyarakat, serta menyediakan kursi pijat di area tunggu yang menghadap langsung ke taman agar keluarga pasien bisa lebih rileks,” jelas dr. Tri.
Kenyamanan anak-anak pun menjadi prioritas utama dalam transformasi ini. RSUD RA Kartini telah menyiapkan ruang rawat inap khusus yang dirancang ramah anak, salah satunya di Ruang Ashoka 2. Ruangan ini dilengkapi fasilitas bermain yang representatif, sehingga anak-anak tidak merasa takut atau jenuh selama menjalani perawatan.
Antusiasme masyarakat terhadap perubahan ini pun terlihat jelas. Setiap sore, area taman rumah sakit ramai dikunjungi warga dan keluarga pasien yang ingin menikmati suasana yang lebih segar dan bersahabat.
Kini, RSUD RA Kartini tak lagi sekadar menjadi tempat berobat, tetapi juga berkembang sebagai ruang sosial yang humanis—mendekatkan layanan kesehatan dengan kenyamanan dan kebahagiaan masyarakat Jepara.
(Andrie Once/Andika)















