Swara Pendidikan (Jepara) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mempercepat diseminasi hasil riset kepada masyarakat melalui program BRIN Goes to Community. Dalam acara yang bertemakan Hilirisasi Inovasi Tekhnologi Energi Mendukung Ketahan Pangan Kabupaten Jepara, Sekaligus Uji Coba Petasol dan Panen Padi Biosal di Desa Bandungharjo, Donorojo Kabupaten Jepara, Jumat (24/4/26).
Dalam sambutannya, Nugroho Adi Sasongko Kepala BRIN memperkenalkan dua inovasi strategis untuk menjawab tantangan global terkait sampah plastik dan ketahanan pangan di lahan marginal. Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah Petasol, sebuah teknologi pengolah sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif. Inovasi yang ditemukan oleh peneliti BRIN, Tri Martini dengan menggunakan metode Fast Pyrolysis (Fastpol) untuk mengubah plastik yang sulit didaur ulang menjadi bahan bakar mesin.
“Ini adalah jawaban atas tantangan sampah plastik yang nyaris tidak punya nilai. Sekarang, sampah tersebut bisa menjadi bahan bakar alternatif bagi nelayan dan petani,” ujarnya.
Teknologi ini diklaim sangat efisien dengan rasio konversi 1 kilogram plastik berbanding 1 liter Petasol. Hingga saat ini, alat Fastpol tersebut telah diterapkan di kurang lebih di 84 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Selain energi, BRIN juga memperkenalkan varietas padi Biosalin 1 dan Biosalin 2. Benih ini dirancang khusus untuk mengatasi masalah salinitas tinggi atau lahan marginal yang sering terdampak fenomena rob di wilayah pesisir.
Varietas Biosalin memiliki keunggulan signifikan dibandingkan padi nasional pada umumnya, di antaranya, Produktivitas Tinggi, Mampu menghasilkan kurang lebih 9 ton per hektar.

Dimasa tanam pendek, Berkisar antara 84 hingga 107 hari. Untuk daya tahan, sangat tahan terhadap hama penyakit dan mampu tumbuh optimal di tanah dengan kadar garam tinggi. Langkah ini merupakan bagian dari pengembangan konsep global Water, Energy, and Food Nexus.
“Di Bandungharjo, konsep ini diwujudkan secara nyata melalui pengoperasian perahu nelayan menggunakan bahan bakar dari sampah plastik.
Dikatakannya, Tidak hanya pada sektor pertanian, BRIN juga memperluas inovasi ke sektor perikanan melalui pengembangan Nila Salin untuk mendongkrak produksi protein hewani nasional.
Ia menegaskan komitmennya untuk melakukan pendampingan Research and Development (R&D) bagi pelaku UMKM dan industri, termasuk industri kerajinan di Jepara. Hal ini diharapkan dapat mempercepat transfer technology guna mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 7 hingga 8 persen.
“BRIN harus dekat dengan masyarakat agar inovasi yang dikembangkan benar-benar menjawab persoalan di lapangan,” imbuh Nugroho Adi Sasongko.
Sementara itu Witiarso Utomo Bupati Jepara mengucapkan banyak banyak terimakasih atas bantuan dari PGN, dan BRIN yang sudah menginisiasi program sangat yang luar biasa.
“Mudah – mudahan apa yang kita lakukan hari ini bisa membawa Jepara untuk swasembada pangan, dan untuk di desa Bandungharjo dapat membawa berkah untuk masyarakat.
(Andrie Once/Andika)












