Swara Pendidikan (Purwakarta) – Pemerintah Kabupaten Purwakarta terus mendorong upaya pemulihan lingkungan melalui gerakan penanaman pohon. Sekretaris Daerah (Sekda) Purwakarta, Ir. Sri Jaya Midan, MP, menghadiri kegiatan Gerakan Menanam Bersama yang digelar Kelompok Tani Hutan Agro Pinunjul di Blok Pasirkatomas, Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani. Selasa (21/4).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program rehabilitasi lahan kritis seluas 10 hektare dengan penanaman sebanyak 7.000 pohon produktif. Program tersebut didukung melalui skema Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR dari sejumlah perusahaan, yakni PT Chang Shin Indonesia, PT Feng Tay Indonesia, PT Daehwa Leather Lestari, dan PT TKG Taekwang Indonesia.

Dalam keterangannya, Sri Jaya Midan menegaskan bahwa keberhasilan program penghijauan tidak hanya bergantung pada proses penanaman, tetapi juga pada tahap perawatan. Ia mengingatkan pentingnya kesiapan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan mulai berlangsung pada Juni mendatang.
“Penanaman ini harus diikuti dengan pemeliharaan yang konsisten. Memasuki musim kemarau, ketersediaan air dan perawatan menjadi faktor utama agar tanaman dapat tumbuh optimal,” ujarnya.
Ia juga berharap program tersebut mampu memberikan dampak ganda, tidak hanya memulihkan kondisi lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui hasil tanaman produktif di masa depan.
Sementara itu, kegiatan ini mendapat dukungan dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui Dinas Pangan dan Pertanian. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam keberlanjutan program rehabilitasi lahan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura Purwakarta, Camat Sukatani, Kepala Desa Pasirmunjul, serta pimpinan perusahaan yang terlibat dalam program CSR.
Dengan adanya gerakan ini, diharapkan upaya pemulihan lahan kritis di Purwakarta dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan serta masyarakat sekitar.




