Swara Pendidikan (Beji, Depok) — Dunia pendidikan bukan sekadar profesi bagi Nur Rahmah, M.Pd, melainkan jalan pengabdian dan ibadah. Perempuan kelahiran Depok, 16 Agustus 1981 ini telah mendedikasikan lebih dari dua dekade hidupnya sebagai pendidik, hingga kini dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Sekolah SDN Keramat Beji.
Perjalanan pendidikannya dimulai dari MI Tarbiyah Islamiyah (1987–1993), dilanjutkan ke MTs Muhammadiyah (1993–1996) dan SMK Putra Bangsa (1996–1999). Semangat belajarnya terus berlanjut ke jenjang pendidikan tinggi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1999–2004), hingga akhirnya meraih gelar Magister Pendidikan di Universitas Pakuan pada 2019.
Kariernya sebagai pendidik dimulai pada tahun 2004 sebagai guru di SDN Beji 6, tempat ia mengabdi hingga 2023. Dedikasi, pengalaman, dan konsistensinya di dunia pendidikan mengantarkan Nur Rahmah dipercaya menjabat sebagai Kepala Sekolah SDN Keramat Beji sejak 2023 hingga sekarang.
Menurut Nur Rahmah, keputusan memilih profesi guru berangkat dari keinginan untuk berbagi ilmu dan pengalaman agar ilmu yang dimiliki terus hidup dan bermanfaat melalui murid-muridnya. Ia memandang profesi guru sebagai pekerjaan bernilai ibadah sekaligus amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.
“Guru tidak hanya mengajarkan pelajaran akademik, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, dan etika. Kepuasan batin sebagai guru itu luar biasa, terutama ketika melihat murid berhasil dan berkembang,” ujarnya.
Selama menjalani peran sebagai guru dan kepala sekolah, banyak momen berkesan yang ia alami. Salah satunya adalah proses belajar tanpa henti untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif agar siswa aktif dan antusias. Ia juga merasa bangga ketika mampu membantu siswa yang menghadapi persoalan pribadi maupun akademik hingga terjalin ikatan batin yang kuat.
Sebagai kepala sekolah, tanggung jawab yang diemban semakin luas. Tidak hanya fokus pada siswa, tetapi juga mencakup pengelolaan sarana prasarana, peningkatan kualitas pembelajaran, serta manajemen sekolah secara menyeluruh.
“Melihat murid berprestasi, lulus, dan tumbuh menjadi pribadi yang sukses serta berkarakter baik adalah kebanggaan tersendiri bagi seorang pendidik,” tambahnya.
Dalam mewujudkan pembelajaran yang efektif dan produktif, Nur Rahmah menerapkan langkah strategis dengan menganalisis rapor sekolah untuk mengidentifikasi aspek yang perlu ditingkatkan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, komite sekolah, dan orang tua. Program-program sekolah dirancang sederhana namun berdampak, dengan menitikberatkan pada pembiasaan, konsistensi, dan penguatan karakter siswa.
Ia meyakini pemimpin pendidikan yang sukses adalah pemimpin yang mampu memberikan pelayanan terbaik, membangun kepercayaan, bersikap transparan, peduli, dan kolaboratif. Selain itu, pemimpin harus terbuka terhadap ide dan kritik membangun, serta mampu memotivasi guru agar terus berkembang.
Menanggapi dinamika perubahan kurikulum, Nur Rahmah menilai hal tersebut sebagai bagian dari penyesuaian zaman dan perkembangan teknologi untuk meningkatkan mutu pendidikan. Strategi yang ia lakukan adalah meningkatkan kompetensi diri dan memberi ruang bagi guru untuk mengikuti berbagai pelatihan. Menurutnya, keberhasilan kurikulum sangat ditentukan oleh sinergi antara kepala sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat, serta penyesuaian dengan karakteristik sekolah.
Dalam menjaga komunikasi yang harmonis, ia menekankan pentingnya penyampaian informasi yang jelas dan transparan, pelibatan seluruh pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan, serta membuka ruang dialog bagi orang tua untuk menyampaikan saran dan masukan.
Upaya peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan dilakukan melalui pelatihan berkelanjutan, pemberian motivasi dan penghargaan, serta supervisi kelas secara rutin.
Dengan visi besar “Terwujudnya generasi yang religius, berkarakter, berprestasi, dan berwawasan lingkungan,” Nur Rahmah, M.Pd terus melangkah konsisten menghadirkan pendidikan yang bermakna dan berkualitas bagi generasi penerus bangsa. (Amr)




