• BERITA UTAMA
    • NASIONAL
    • Internasional
    • KABAR DAERAH
    • METROPOLITAN
  • KABAR SEKOLAH
    • SMA
    • SMK
    • MA
    • SMP
    • MTS
    • SD
    • MI/DINIYAH
    • PAUD/TK
  • KABAR KAMPUS
  • KABAR PESANTREN
  • MENULIS
    • Artikel Guru
    • Artikel Dosen/Mahasiswa
    • Opini
  • TIPS EDU
  • EDU INFO
    • Klik Pendidikan
    • Info Pendidikan
    • Info Guru
  • INSPIRASI PENDIDIKAN
    • Inspirasi
  • JEJAK PRESTASI
  • E-PAPER
  • LAINNYA
    • Profil Sekolah
      • SMK
      • SMA
      • MA
      • SMP
      • MTS
      • SD
      • TK/PAUD
      • MI/DINIYAH
    • Ruang Sastra
      • Cerpen
      • Puisi
    • ULASAN BUKU
      • BAHAN AJAR
      • BUKU UMUM
    • SAPA WILAYAH
      • Kecamatan Beji
      • Kecamatan Bojongsari
      • Kecamatan Cilodong
      • Kecamatan Cimanggis
      • Kecamatan Cinere
      • Kecamatan Cipayung
      • Kecamatan Limo
      • Kecamatan Pancoran Mas
      • Kecamatan Sawangan
      • Kecamatan Sukmajaya
      • Kecamatan Tapos
    • WAWASAN PUBLIK
      • Parlemen
      • Pemerintahan
      • Peristiwa
      • Politik
      • Sosial
      • Suara Publik
      • Ekonomi & Bisnis
      • Infotaintment
      • Opini
Swara Pendidikan
Tuesday, March 31, 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Swara Pendidikan
No Result
View All Result

Potret Pendidikan Indonesia: Sejarah Perkembangan Pendidikan dari Masa ke Masa

by SWARA PENDIDIKAN
25 November 2020
in Artikel Guru, MENULIS
0
Potret Pendidikan Indonesia: Sejarah Perkembangan Pendidikan dari Masa ke Masa
        

 

Oleh : Titin Supriatin, M.Pd*

Berbicara mengenai problematika pendidikan Indonesia bukanlah hal yang mudah untuk segera diterapkan. Negara ini harusnya sudah cukup matang dalam mengelola sistem pendidikan dengan umur yang sudah 70 . Tetapi sampai sekarang, masih banyak aspek yang harus dibenahi terutama prioritas dari pemerintah dan pembangunan infrastruktur.

BACA JUGA

Pembatalan Rencana Belajar Online 2026: Antara Kekhawatiran Learning Loss dan Arah Baru Kebijakan Pendidikan

Romantika Kehidupan

Literasi Digital dan UU ITE: Menavigasi Kebebasan Berpendapat Pelajar di Era Post-Truth

Dana Guru Honorer Diambil untuk MBG, Mendikdasmen Minta Dana Lagi, Ironis dan Konyol

Ada pertanyaan sederhana dari adikku yang baru belajar menjadi guru, dia berkata kalau di tempat mengajarnya sungguh aneh dangan kebijakan-kebijakan  yang dibuat, sehingga pada akhirnya pertanyaan itu mengerucut menjadi “Pimpinan yang ada di sekolahku sama sekali tidak punya sikap bijaksana dan arif.”

Saya hanya menjawab dan menanggapi pertanyaan  adikku dengan santai, saya bilang “Ketahuilah Dek, selama orang yang menjadi pimpinan di sekolah itu memandang sekolah sebagai ladang bisnis untuk mencari nafkah, maka kamu tidak akan menemukan sosok pemimpin yg arif dan bijaksana.”

Dari perbincangan sederhana ini bisa menjadi salah satu faktor penghambat terwujudnya “sekolahnya manusia. ”

Wacana mengenai pendidikan sebagai wujud sebuah kemerdekaan telah menjadi prioritas utama ketika bangsa Indonesia hendak mengumumkan dirinya menjadi negara yang merdeka. Hal ini tercantum di dalam isi pembukaan UUD 1945 yang menegaskan cita-cita mencerdaskan setiap manusia Indonesia.

Pendidikan sebagai cita-cita bangsa berarti perjuangan membawa rakyat Indonesia keluar dari keterjajahan dengan memerangi kebodohan dan keterbelakangan. Kemudian, mengenai pendidikan sebagai pilar utama untuk menuju kemerdekaan diperkuat juga posisinya dengan pencantumannya beberapa pasal di dalam UUD 1945.

Bahkan, jauh sebelum Indonesia terbebas dari penjajahan, sudah tercetus tekad untuk menjadikan pendidikan sebagai alat untuk menumpas penindasan dan segala bentuk eksploitasi. Ini bisa dilihat pada pemikiran Kartini, gadis keturunan ningrat pengubah wajah perempuan Indonesia dan penggagas sekolah perempuan pertama. Cita-citanya memajukan pendidikan disegala lapisan masyarakat tanpa diskriminasi untuk melepaskan masyarakat Indonesia dari keterpurukan, kebodohan, dan penjajahan yang terus membelenggu rakyat.

Kartini juga menyadari bahwa pembodohan adalah senjata bagi kaum penindas, termasuk kolonialis. “Oh, sekarang saya mengerti, mengapa orang tidak setuju dengan kemajuan orang Jawa. Kalau orang Jawa berpengetahuan, ia tidak akan lagi mengiyakan dan mengamini saja segala sesuatu yang ingin dikatakan atau diwajibkan oleh atasannya.” [Surat Kepada E.H. Zeehandelaar, 12 Januari 1900]

Gagasan Kartini yang mejadikan pendidikan sebagai alat untuk menuju kemerdekaan sudah sangat tepat. Dengan pendidikan manusia akan mengaktualisasikan dirinya sebagai manusia. Pendidikan yang membebaskan akan melepaskan mereka dari mental budak atau bangsa terperintah.

Kartini mengatakan, “pendidikan dapat memperbaiki bangsa kita, agar tidak “dipandang hina dan rendah oleh bangsa lain, lewat pendidikan bangsa kita dapat menjadi setara dengan bangsa lain”

Kembali menyikapi terkait Pendidikan yang ada di Indonesia saat ini. Menerima atau tidak, Indonesia merupakan negara yang mutu pendidikannya masih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara lain bahkan sesama anggota di lingkup ASEAN. Bahkan bisa dikatakan kualitas sumber daya manusia bangsa Indonesia masuk dalam peringkat yang paling rendah secara rata-rata. Hal ini terjadi barangkali karena sistem pendidikan Indonesia belum dapat berfungsi secara maksimal. Pemerintah perlu segera memperbaiki kualitas pendidikan Indonesia agar mampu melahirkan generasi yang memiliki keunggulan dan berdaya saing. Harapan tentunya masih terbuka lebar untuk selalu berbenah dan mempersiapkan putra-putri bangsa dalam menghadapi persaingan global yang terus berlangsung.

Tujuan dari pendidikan nasional sendiri adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Berkembangnya potensi putra-putri bangsa agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Namun pada kenyataannya pendidikan di Indonesia masih menyisakan lubang besar yang susah untuk ditutup. Proses menuju tujuan yang mulia itu sepertinya tidak berjalan secara seimbang. Jika dikerucutkan, ada beberapa permasalahan besar yang menuntut untuk segera diselesaikan tentunya dengan prioritas utama dari pemerintah.**


Tentang penulis :  Titin Supriatin, M.Pd. Guru di SDN Pasir Putih 3. Menyukai dunia literasi, karena dengan berliterasi dapat berbagi informasi dalam pengetahuan yang luas dan tanpa batas.

 

BeritaTerkait

Pembatalan Rencana Belajar Online 2026: Antara Kekhawatiran Learning Loss dan Arah Baru Kebijakan Pendidikan
MENULIS

Pembatalan Rencana Belajar Online 2026: Antara Kekhawatiran Learning Loss dan Arah Baru Kebijakan Pendidikan

26 March 2026
0
0

Oleh: Sarafuddin, S.Pd.,M.Pd

Read more
Romantika Kehidupan

Romantika Kehidupan

12 March 2026
0
Literasi Digital dan UU ITE: Menavigasi Kebebasan Berpendapat Pelajar di Era Post-Truth

Literasi Digital dan UU ITE: Menavigasi Kebebasan Berpendapat Pelajar di Era Post-Truth

6 March 2026
0

Dana Guru Honorer Diambil untuk MBG, Mendikdasmen Minta Dana Lagi, Ironis dan Konyol

6 March 2026
0

Ketika Uang Negara Berakhir di Jamban melalui Program Makan Bergizi Gratis

6 March 2026
0

Kami Hanya Ingin Bekerja: Dinamika Kepemimpinan Kepala Sekolah di Tengah Regulasi, Pengawasan, dan Intimidasi

2 March 2026
0
Next Post
KCD 13 Peringati Hari Guru Nasional dan HUT ke 75 PGRI di SMAN 1 Pangandaran

KCD 13 Peringati Hari Guru Nasional dan HUT ke 75 PGRI di SMAN 1 Pangandaran

https://dewanpers.or.id/data

2026 © swarapendidikan.co.id

TENTANG KAMI

  • Berita
  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

Follow & Share

No Result
View All Result
  • Berita
  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

2026 © swarapendidikan.co.id