Swara Pendidikan (Bogor)– Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kota Depok menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Dapodik SMK Tahun 2026 bagi para operator SMK se-Kota Depok, di New Ayuda Hotel, Puncak, Bogor, selama dua hari, Rabu- Kamis (21–22 Januari 2026).
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II, Dr. Ervin Aulia Rachman, SE, M.Si, M.Ed, dalam arahannya menegaskan bahwa Dapodik memiliki peran yang sangat vital. Jika Dapodik tidak bermasalah, maka setengah persoalan pendidikan sudah dapat dikendalikan,” tegasnya.
“Mutu sekolah berawal dari data Dapodik yang akurat, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, diperlukan perhatian terhadap kesejahteraan operator SMK, ketersediaan sarana dan prasarana pendukung, serta peneguhan integritas dan etika kerja sebagai prinsip utama dalam pengelolaan data pendidikan,” tegasnya.
Ervin berharap ke depan tidak lagi ditemukan data anomali, sehingga data pendidikan benar-benar dapat dipercaya sebagai dasar perencanaan program, pengambilan kebijakan, dan peningkatan mutu pendidikan SMK di Kota Depok.
Senada, Ketua MKKS SMK Kota Depok, MH. Syafruddin Qomar, M.Pd.I, mengatakan bahwa Dapodik saat ini tidak lagi sekadar sistem pendataan, tetapi telah menjadi fondasi utama dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan pendidikan.
“Validitas dan akurasi data Dapodik sangat menentukan, mulai dari perencanaan program sekolah, penyaluran bantuan pendidikan, hingga pemetaan mutu pendidikan SMK di Kota Depok,” jelasnya.
Dia juga berharap para operator mampu memahami secara komprehensif kebijakan dan pembaruan Dapodik Tahun 2026, meningkatkan profesionalisme kerja, serta membangun kolaborasi dan sinergi antaroperator sebagai satu ekosistem data pendidikan.
Sementara itu, Ketua Panitia, Arijal Nurhalim, M.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen MKKS SMK Kota Depok dalam meningkatkan kapasitas, profesionalisme, dan kualitas kerja operator sekolah sebagai garda terdepan pengelola data pendidikan.
“Operator Dapodik memiliki peran strategis dalam menjamin kualitas data pendidikan. Melalui bimtek ini, kami berharap kompetensi, ketelitian, dan profesionalisme operator semakin meningkat, sehingga data yang dihasilkan benar-benar berkualitas,” tutup Arijal. (Amr)




