Swara Pendidikan (Bojongsari, Depok) — Meski baru sekitar tiga bulan menjabat sebagai Kepala SMA Negeri 10 Depok, Asep Panji Lesmana langsung memaparkan visi dan misi besar untuk membawa sekolah menuju pendidikan yang unggul, berkarakter, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Kepada Swara Pendidikan, Asep Panji Lesmana menjelaskan berbagai program di SMAN 10 yang selaras dengan kebijakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, salah satunya melalui implementasi Program Kapur Panca Waluya. Program ini menanamkan nilai-nilai kebaikan yang meliputi bageur, bener, pinter, singer, dan someah dalam kehidupan sehari-hari warga sekolah.
“Nilai-nilai Panca Waluya kami biasakan dalam sikap dan perilaku siswa di sekolah. Alhamdulillah, pembiasaan ini menunjukkan hasil positif. Bahkan SMAN 10 Depok berhasil meraih Juara II tingkat KCD dalam Anugerah Gapura Panca Waluya,” ujar Asep yang juga Co-Kapten belajar.id Kota Depok, Rabu (28/1/26)
Prestasi tersebut, lanjutnya, menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus memperkuat budaya positif, tata krama, serta pembentukan karakter peserta didik secara berkelanjutan.
Dalam pengembangan kelembagaan, Asep menekankan bahwa perumusan visi dan misi sekolah dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan seluruh unsur warga sekolah. Aspirasi dihimpun dari guru, siswa, dan orang tua, kemudian dirumuskan melalui workshop yang juga dihadiri pengawas sekolah. Adapun visi baru SMAN 10 Depok adalah:
“Mewujudkan lulusan yang berakhlak mulia, unggul dalam prestasi dan inovasi, berbudaya lingkungan, serta berwawasan global.”
Untuk mewujudkan visi tersebut, SMAN 10 Depok memfokuskan peningkatan prestasi akademik, khususnya dalam mempersiapkan siswa kelas XII agar dapat diterima di perguruan tinggi negeri. Selain itu, sekolah juga mendorong capaian prestasi siswa di tingkat kota, provinsi, hingga nasional agar tercatat secara resmi di Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
Di sisi lain, penguatan pendidikan karakter berjalan seiring dengan pengembangan teknologi pembelajaran. Pada tahun ini, SMAN 10 Depok tengah menyiapkan program Smart Classroom sebagai kelas percontohan yang nyaman dan modern. Fasilitas yang disiapkan meliputi papan interaktif digital, jaringan internet berkecepatan tinggi, serta berbagai sarana pendukung pembelajaran berbasis teknologi.
“Guru-guru kami juga dibekali pelatihan teknologi pembelajaran. Mereka diwajibkan mampu menggunakan papan interaktif digital dan membuat media pembelajaran inovatif yang nantinya akan dihimpun dalam website sekolah,” tutur Duta Canva sekaligus instruktur nasional itu.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa SMAN 10 Depok telah memiliki sistem digital terintegrasi, mulai dari pemanfaatan Google Workspace, sistem informasi sekolah untuk absensi dan kedisiplinan siswa, hingga dukungan jaringan internet berkecepatan 500 Mbps guna menunjang digitalisasi pembelajaran secara menyeluruh.
Sebagai Trainer Duta Teknologi dan fasilitator pembelajaran digital, Asep juga berperan aktif sebagai mentor dalam meningkatkan kompetensi guru, salah satunya melalui kegiatan Komunitas Belajar (Kombel).
“Teknologi dan pendidikan karakter harus berjalan seimbang. Kami ingin siswa SMAN 10 Depok tidak hanya unggul secara akademik dan teknologi, tetapi juga memiliki akhlak mulia serta karakter yang kuat,” pungkasnya. (Amr)




