
Swara Pendidikan.co.id (DEPOK) – SMP PGRI Depok 2 Tengah menyerahkan 1000 bibit pohon kurma untuk dihibahkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Sukabdi mewakili Kepala SMP PGRI Depok 2 Tengah kepada Walikota Depok, Mohammad Idris dilapangan upacara SMP PGRI Depok 2 Tengah, Minggu, (9/2/2020).
“Ini merupakan bentuk dukungan SMP PGRI Depok 2 Tengah mewujudkan, Depok Kota hijau,” ujar Sukabdi usai menyerahkan bibit pohon kurma kepada Walikota Depok.
Sukabdi mengatakan, pihaknya mulai melakukan pembibitan pohon kurma sejak 5 tahun lalu.
“Sekarang tingginya sudah ada yang mencapai 2 meter lebih, walaupun belum terlihat buahnya,” kata Sukabdi.
Dia berharap, bibit pohon kurma itu nantinya bisa dimanfaatkan Pemkot Depok untuk ditanam ditempat-tempat umum.
“Harapan kami jika dimungkinkan bisa ditanam disepanjang pinggiran tol Cijago, sepanjang kurang lebih 10 kilometer,” ujarnya.

Alasannya, menurut Sukabdi, jika ditanam pinggiran tol Cijago, kecil kemungkinan akan digusur. Selain nilai edukasi terhadap masyarakat juga ada.
“Oh, ternyata pohon kurma bisa tumbuh di Depok. Apalagi jika berbuah,” kata Sukabdi.
“begitupun bagi pengendara yang menuju arah Depok, mereka jadi hapal, karena cirinya ada jejeran pohon kurma sepanjang 10 km,” ujar Sukabdi menambahkan.
Disisi lain, katanya lagi, menurut ahli kurma Indonesia, Muhaimin Iqbal, pohon kurma ini kebalikan dari kelapa sawit. Pohon kurma memperbaiki struktur tanah, sedangkan kelapa sawit, merusak struktur tanah.
“Jadi niat kami lebih kepada edukasi, bukan produksi,” pungkasnya.
Walikota apresiasi sekolah hijau SMP PGRI Depok 2 Tengah

Sementara itu, Walikota Depok Mohammad Idris memberikan apresiasi kepada SMP PGRI Depok 2 Tengah dengan program sekolah hijaunya. Dan juga sempat menanyakan tehnologi yang digunakan disekolah ini untuk pembibitan pohon kurma. Termasuk insiyurnya.
“Mereka tadi menyebut, guru-guru di SMP ini saja. Makanya tadi saya menyarankan supaya melibatkan insiyur pertanian. Pemkot Depok punya dinas pertanian dan bisa diundang untuk memberikan penyuluhan-penyuluhan. Kita juga sudah kerjasama dengan IPB. Jadi nanti secara ilmiah bisa dipertanggung jawabkan,” kata Idris.
Akan konsultasi dulu dengan ahlinya
Menanggapi keinginan pihak sekolah agar bibit pohon kurma di tanam disepanjang pinggiran tol Cijago. Walikota mengaku akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan pakar. dimana saja titik-titiknya.
Sebab menurutnya, tanaman khas Arab tersebut, tanahnya memiliki ciri khas tersendiri. “Saya 15 tahun tingga, di Arab Saudi, jadi tau persis seperti apa tumbuhnya,” ujar Idris.
“Jadi nanti kita konsultasikan dulu dengan ahlinya. Bisa dengan IPB atau DKP3, karena kita sudah ada MoU. Kita akan pelajari dulu tanahnya seperti apa, kalau nanti ditanam disepanjang pinggiran jalan tol. Jangan sampai setelah kita tanam tidak sesuai harapan, repot kan, bisa-bisa malah jadi cibiran orang nantinya,” tutup Walikota, M. Idris. (agus)
