Swara Pendidikan (Pancoranmas, Depok) — Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono, secara resmi membuka Festival Lomba Literasi Siswa Indonesia (FELSI) tingkat Kota Depok di SDN Depok Jaya 1, Rabu (15/4/2026).
Pembukaan dihadiri Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kota Depok Raden Muchammad Zaky, Kepala Seksi Kelembagaan H. Gunawan, Ketua K3S SD Kecamatan Pancoranmas Heny Herawati, Ketua K3S SD Kecamatan Sukmajaya Arif Suryadi, panitia, serta dewan juri.
Kegiatan yang mengusung tema “Literasi Menumbuhkan Kreativitas, Budaya, dan Karakter Bangsa” ini mempertandingkan empat cabang lomba, membaca puisi, cipta syair, cipta pantun, dan cerita bocah Depok.
Dalam sambutannya, Wahid Suryono menegaskan bahwa literasi merupakan kemampuan dasar yang penting dimiliki tidak hanya oleh siswa, tetapi juga seluruh masyarakat.
“Literasi adalah fondasi untuk menjadi bangsa yang besar. Ada tiga aspek utama dalam literasi, yaitu membaca, memahami, dan mampu mengekspresikan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya literasi dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital. Menurutnya, kemampuan literasi yang baik dapat membantu masyarakat dalam menyaring informasi dan terhindar dari hoaks.
“Di era media sosial yang terbuka seperti sekarang, informasi sangat mudah diakses. Tanpa kemampuan literasi yang baik, kita akan rentan terhadap berita yang tidak benar. Karena itu, kegiatan ini menjadi upaya untuk memotivasi siswa agar memiliki kemampuan literasi yang kuat,” jelasnya.
Wahid turut berpesan kepada para siswa untuk terus membiasakan diri membaca sebagai bagian dari peningkatan kapasitas diri.
“Mulailah dengan target sederhana, misalnya membaca satu buku dalam sebulan. Dengan begitu, dalam setahun kita bisa membaca 12 buku,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu dewan juri, Heny Herawati, menjelaskan bahwa peserta FELSI tingkat kota merupakan para juara dari tingkat kecamatan.
“Peserta merupakan peraih juara satu dan dua dari masing-masing cabang lomba di tingkat kecamatan,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, total peserta yang mengikuti lomba ini sebanyak 88 siswa. Kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni Rabu untuk babak penyisihan dan Kamis untuk babak final, yang sekaligus akan diumumkan para pemenangnya.
Heny berharap melalui kegiatan ini, kemampuan dan bakat siswa di bidang literasi semakin terasah serta menumbuhkan kecintaan terhadap dunia literasi.
“Semoga setelah perlombaan ini, anak-anak semakin mencintai literasi dan mampu mengembangkan kreativitasnya,” tutupnya. (Amr)




