Swara Pendidikan (Jepara) – SMPN 1 Mayong keluar sebagai juara Lomba Cerdas Cermat Museum (LCCM) Jepara 2026 setelah mengungguli dua pesaing kuatnya dalam final yang berlangsung ketat dan penuh tekanan.
Kompetisi yang digelar di Gedung Shima, Sabtu (25/4/2026) mempertemukan tiga sekolah terbaik, yakni SMP Negeri 1 Mayong, SMP Negeri 1 Jepara, dan SMP Negeri 1 Keling. Ketiganya menunjukkan kemampuan yang sangat kompetitif dengan selisih nilai yang relatif tipis.
Berdasarkan hasil akhir penilaian dewan juri, SMPN 1 Mayong berhasil meraih juara pertama dengan perolehan 2.900 poin. Posisi kedua ditempati SMPN 1 Jepara dengan 2.800 poin, sementara SMPN 1 Keling berada di peringkat ketiga dengan 1.700 poin.
Wuryanto, S.Pd., M.Pd., selaku Widyaprada Muda Bidang SMP menjelaskan, jalannya perlombaan mencakup berbagai kategori soal, mulai dari soal wajib, wajib rebut, benar-salah, hingga babak rebutan yang menjadi penentu kemenangan.
“Kemenangan SMPN 1 Mayong tahun ini menandai adanya rotasi juara, mengingat tahun sebelumnya posisi puncak ditempati SMPN 1 Jepara. Hal ini menunjukkan kompetisi yang sehat antar satuan pendidikan di Jepara,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan LCCM merupakan bagian dari upaya Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Jepara dalam memperkuat pemahaman sejarah lokal bagi generasi muda. Materi yang diujikan bersumber dari modul sejarah lokal Jepara yang disusun oleh guru-guru IPS, sejalan dengan arahan pemerintah daerah untuk menguatkan narasi tokoh-tokoh sejarah daerah.
Sebagai juara pertama, SMPN 1 Mayong berhak mewakili Kabupaten Jepara untuk mengikuti LCCM tingkat Provinsi Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 di Museum Ronggowarsito.
Adapun penyerahan hadiah akan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Jepara pada upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional yang akan digelar pada 2 Mei 2026 di Alun-Alun Jepara.
Sementara itu, perwakilan sekolah, Kawiwit Raos Penggalih, S.Pd., didampingi Dyah Sasmitarini, S.Sos., menyampaikan bahwa keberhasilan tim SMPN 1 Mayong tidak diraih secara instan. Para siswa telah menjalani persiapan intensif, bahkan harus menambah jam belajar untuk mendalami materi sejarah museum.
“Kami melakukan persiapan penuh, bahkan harus menambah waktu belajar. Dukungan orang tua, guru, serta bantuan moral maupun finansial sangat membantu meningkatkan semangat anak-anak,” ujarnya.
Ia berharap capaian ini dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, tidak hanya di Jepara tetapi juga di berbagai daerah lainnya. “Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Semoga pendidikan kita semakin maju dan merata,” pungkasnya.
(Andrie Once)

















