Isi Kekosongan, Supardi Pimpin Sementara UPTD SDN Sukmajaya 1

by Redaksi
0 Komentar 818 Pembaca

Hj. Tukinem bersama Ktua K3S SD Kec. Sukmajaya, Arif Suryadi, Ketua PGRI Amas SPd, komite sekolah marwoto, MPd serta guru SDN Sukmajaya 1.

Swara Pendidikan.co.id (DEPOK) – Dinas pendidikan Kota Depok, melalui Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD Kecamatan Sukmajaya, Arif Suryadi memberikan tambahan amanah kepada Supardi Kepala UPTD SDN Baktijaya 3, untuk menjabat sebagai Plt Kepala UPTD SDN Sukmajaya 1, sebelum nantinya di definitifkan menggantikan Hj. Tukinem yang memasuki masa purna bakti (pensiun).

Hal itu disampaikan Arif Suryadi saat menghadiri acara lepas sambut Hj. Tukinem, kepala UPTD SDN Sukmajaya 1 di halaman sekolah, Rabu (2/09/2020).

“Iya untuk mengisi kekosongan, untuk sementara kepala UPTD SDN Sukmajaya 1 di jabat oleh Plt Supardi sambil menunggu SK definitif,” ujar Ketua K3S SD Kec. Sukmajaya.

Arif berpesan, dengan kepemimpinan baru pak Supardi di SDN Sukmajaya 1 akan lebih baik dalam pengelolaan manajemen dan kepemimpinan sekolahnya.

“Tingkatkan yang sudah baik, benahi yang belum baik,” pesannya.

Dikatakan Arif, seorang kepala sekolah mempunyai sepuluh macam peranan, yaitu, sebagai pelaksana, perencana, seorang ahli, mengawasi hubungan antara anggota-anggota, mewakili kelompok, bertindak sebagai pemberi ganjaran, bertindak sebagai wasit, pemegang tanggung jawab, sebagai seorang pencipta, dan juga sebagai seorang ayah.

“Kiranya apa yang dikemukakan oleh Bapak Pendidikan kita “Ki Hadjar Dewantara”, bahwa pemimpin yang baik haruslah menjalankan peranan seperti : Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, dan Ing Tut Wuri Handayani,” paparnya.

Sementara itu, Supardi yang diberikan amanah memimpin SDN Sukmajaya 1 berjanji akan melanjutkan keberhasilan yang selama di pimpin Hj. Tukinem.

Hj. Tukinem secara simbolis menyerahkan ATK kepada Plt Supardi

Tempat yang sama, Hj. Tukinem yang akrab disapa Bude, mengaku sudah 5 tahun memimpin di SDN Sukmajaya 1.

“Totalnya sudah 41 tahun lebih saya mengabdikan diri sebagai PNS. Sekarang saya sudah pensiun, dan saya ingin fokus mengurus ibu-ibu PKK, karena saya juga pengurus PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) di RW 18 Kel. Mekarjaya, Kec. Sukmajaya,” ungkap bude.

Bude berharap, sepeninggal dirinya, SDN Sukmajaya 1 lebih maju, lebih berkembang di tangan penggantinya.

Untuk prestasi, kata Bude, SDN Sukmajaya 1 pernah meraih penghargaan Raksa Prasada kategori sekolah peduli lingkungan dari Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Pemerintah Propinsi Jawa Barat, tinggal melanjutkan adiwiyata ke tingkat nasional.

Untuk sarana prasarana, tambahnya, perlu penambahan gedung, karena peminatnya banyak.

“Sekarang ini, total murid ada sekitar 600 siswa dengan 8 lokal dengan jumlah rombongan belajar sebanyak 18 rombel. Jelas kita kekurangan gedung,” katanya.

“Harapannya kedepan, SD Sukmajaya 1 dapat tambahan gedung, menjadi maksimal 10 lokal agar bisa di tingkat, berikut WC kepsek, 10 toilet siswa.,” harapnya.

Pada kesempatan itu, hadir Ketua PGRI Amas SPd, komite sekolah marwoto, MPd serta guru SDN Sukmajaya 1. (agus)

Baca juga

Tinggalkan Komentar