Hadapi UN 2016, Siswa Kelas IX SMPN 10 Di Hypnotheraphy

by harlis
0 Komentar 933 Pembaca
Pembukaan motivasi UN di SMPN 10 Sawangan, Depok

Pembukaan motivasi UN di SMPN 10 Sawangan, Depok

SWARA PENDIDIKAN.CO.ID (Sawangan, Depok). Dalam rangka mensukseskan penyelenggaraan Ujian Nasional 2016/2017 serta menghasilkan kelulusan 100 %,  Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 10 Kota Depok menyelenggarakan Motivasi UN bertajuk  ’’Melalui Kegiatan Motivasi Siswa-siswi SMP Negeri 10 Depok Kita Raih Sukses UN Dan Lulus 100 Persen Dengan Nilai Terbaik’’.

Yang berbeda dari kegiatan tersebut, motivasi diberikan melalui pendekatan hypnotheraphy. Dimana para peserta diajak ke alam bawah sadar, mirip orang tertidur tetapi tidak tidur. Dalam kondisi ini, peranan dan pikiran sadar menjadi berkurang.  Sehingga seseorang menjadi sangat mudah dipengaruhi (sugestif), karena pikiran sadar yang seharusnya menjadi penyaring dengan logika sudah tidak lagi mengambil peranan.

peserta motivasi UN SMPN 10 didampingi kepsek

peserta motivasi UN SMPN 10 didampingi kepsek

“Dengan kondisi yang berada di alam bawah sadar itulah, sugesti positif ditanamkan, semua pikiran buruk dihilangkan, disugesti dengan pikiran baru yang positif dan dibuat permanen.   Tujuannya membantu siswa  memprogram ulang pikirannya agar menjadi lebih baik. Semua diberikan saat Kondisi alpha. Artinya kondisi yang sangat rileks,” terang Asep Arwin, motivator hypnotheraphy. Kamis (31/3/2016).

Acara yang digelar di SMPN 10 itu diikuti sebanyak 346 orang Siswa-siswi kelas 9, dihadiri Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Depok, Ir Herry Pansila Prabowo, serta Kepala Sekolah SMPN se-Kota Depok.

Motivator Asep Arwin, foto bersama dengan para kepsek

Motivator Asep Arwin, foto bersama dengan para kepsek

“Untuk menjadi manusia yang sukses, berguna bagi bangsa dan Negara. Kalian harus menjadi siswa yang jujur, berdedikasi, disiplin, bertanggung jawab, serta patuh dan taat pada orangtua dan guru,” tutur Kepala SMPN 10 Gesit Inderbuana yang ikut memotivasi siswa didiknya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, mengatakan, “sesungguhnya Allah swt  tidak membedakan otak manusia dengan manusia yang lain, yang membedakan pintar atau bodoh karena kurangnya motivasi, kurang disiplin, kurang rajin, serta tidak sungguh-sungguh,” ujar Herry Pansila.

Herry meminta agar semua peserta UN bisa berlaku jujur dan tidak berbuat curang dalam mengerjakan soal-soal ujian nanti.

“Percuma jika seratus persen lulus tapi tidak jujur. Yang terbaik adalah seratus persen lulus dengan prestasi dan seratus persen dengan kejujuran. Itu yang membanggakan,” tandas Herry.

Restyna Fauzia dan Filzah Nur Amalia, Siswi SMPN 10 Sawangan

Restyna Fauzia dan Filzah Nur Amalia, Siswi SMPN 10 Sawangan

Sementara itu Restyna Fauzia dan Filzah Nur Amalia, siswi kelas 9 yang dimintai komentarnya usai mengikuti acara tersebut, mengaku bersyukur.

“Banyak perubahan-perubahan yang kami rasakan usai di hypnotheraphy. Kami jadi semakin bersemangat lagi untuk belajar dan bertambah yakin bisa mendapatkan nilai yang memuaskan pada ujian nasional nanti. Dan tentunya ini membuat kedua orang tua kami bangga,” ujar Restyna Fauzia dan Filzah Nur Amalia, kompak. (Harlis)

Baca juga

Tinggalkan Komentar