• BERITA UTAMA
    • NASIONAL
    • Internasional
    • KABAR DAERAH
    • METROPOLITAN
  • KABAR SEKOLAH
    • SMA
    • SMK
    • MA
    • SMP
    • MTS
    • SD
    • MI/DINIYAH
    • PAUD/TK
  • KABAR KAMPUS
  • KABAR PESANTREN
  • MENULIS
    • Artikel Guru
    • Artikel Dosen/Mahasiswa
    • Opini
  • TIPS EDU
  • EDU INFO
    • Klik Pendidikan
    • Info Pendidikan
    • Info Guru
  • INSPIRASI PENDIDIKAN
    • Inspirasi
  • JEJAK PRESTASI
  • E-PAPER
  • LAINNYA
    • Profil Sekolah
      • SMK
      • SMA
      • MA
      • SMP
      • MTS
      • SD
      • TK/PAUD
      • MI/DINIYAH
    • Ruang Sastra
      • Cerpen
      • Puisi
    • ULASAN BUKU
      • BAHAN AJAR
      • BUKU UMUM
    • SAPA WILAYAH
      • Kecamatan Beji
      • Kecamatan Bojongsari
      • Kecamatan Cilodong
      • Kecamatan Cimanggis
      • Kecamatan Cinere
      • Kecamatan Cipayung
      • Kecamatan Limo
      • Kecamatan Pancoran Mas
      • Kecamatan Sawangan
      • Kecamatan Sukmajaya
      • Kecamatan Tapos
    • WAWASAN PUBLIK
      • Parlemen
      • Pemerintahan
      • Peristiwa
      • Politik
      • Sosial
      • Suara Publik
      • Ekonomi & Bisnis
      • Infotaintment
      • Opini
Swara Pendidikan
  • Login
Saturday, January 31, 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Swara Pendidikan
No Result
View All Result

Guru Inspiratif: Kunci Membuka Potensi Siswa

Oleh: Eman Sutriadi*

by SWARA PENDIDIKAN
31 January 2026
in Opini
0
Guru Inspiratif: Kunci Membuka Potensi Siswa

OPINI

Dalam dunia pendidikan, peran guru tidak sekadar menyampaikan materi pelajaran. Guru memiliki posisi strategis sebagai penentu iklim belajar yang mampu membentuk cara berpikir, sikap, dan masa depan peserta didik. Di sinilah konsep guru inspiratif menjadi sangat relevan dan mendesak untuk terus diperbincangkan.

Merujuk pada buku Aplikasi Ilmu Psikologi Positif, guru inspiratif adalah guru yang mampu memberikan stimulasi mental kepada murid-muridnya. Stimulasi ini bukan hanya mendorong kecerdasan kognitif, tetapi juga membangun emosi positif dalam proses belajar. Semakin banyak emosi positif yang dirasakan siswa—seperti rasa senang, aman, dan percaya diri—semakin kuat pula pemahaman mereka terhadap materi pembelajaran.

Konsep ini menegaskan bahwa proses belajar sejatinya tidak hanya soal transfer pengetahuan, melainkan juga tentang bagaimana menciptakan pengalaman belajar yang bermakna. Guru inspiratif tidak berhenti pada penguasaan kurikulum, tetapi mampu menghadirkan kelas sebagai ruang tumbuh bagi potensi siswa.

BACA JUGA

Ketika Disiplin Guru Berujung Kriminalisasi

Bantuan Internet Gratis dan Komunikasi Publik yang Gagal

Diam adalah Masalah: Urgensi Penyelidikan Publik terhadap Kasus Korupsi di Indonesia

Wacana Pilkada Langsung dan Pilkada Melalui DPRD dalam Perspektif Konstitusi, Demokrasi, dan Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah

Guru inspiratif berperan dalam membantu peserta didik mengembangkan berbagai keterampilan hidup, seperti kepercayaan diri, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta keberanian untuk mencoba dan gagal. Nilai-nilai inilah yang kelak menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi tantangan kehidupan, baik di dunia akademik maupun sosial.

Dengan pendekatan tersebut, guru inspiratif tidak hanya mencetak siswa yang berprestasi secara akademis, tetapi juga membentuk individu yang seimbang, berkarakter, dan berdaya saing. Dampaknya tidak berhenti di ruang kelas, melainkan meluas ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

Oleh karena itu, guru inspiratif memainkan peran sentral dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif dan suportif. Melalui stimulasi mental yang tepat, guru dapat menumbuhkan emosi positif pada diri siswa, seperti rasa ingin tahu, kegembiraan belajar, dan motivasi untuk berkembang.

Ada beberapa langkah konkret yang dapat dilakukan guru untuk menjadi sosok inspiratif:

  1. Menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan menghargai setiap perbedaan siswa.
  2. Menggunakan metode pembelajaran yang variatif, agar proses belajar tidak monoton dan tetap menarik.
  3. Memberikan umpan balik yang positif dan konstruktif, sehingga siswa merasa dihargai dan termotivasi untuk memperbaiki diri.
  4. Menetapkan tujuan belajar yang jelas, agar siswa memahami arah dan makna dari setiap proses yang dijalani.
  5. Menjadi contoh yang baik/teladan, dengan menunjukkan antusiasme, integritas, dan kegembiraan dalam belajar.

Menjadi guru inspiratif bukanlah tentang kesempurnaan, melainkan tentang komitmen untuk terus bertumbuh dan memberi makna dalam setiap proses pembelajaran. Ketika guru mampu menginspirasi, siswa tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tetapi belajar untuk mengenali dan mengembangkan potensi terbaik dalam dirinya—baik secara akademis maupun nonakademis.**


Oleh: Eman Sutriadi
Pimpinan Umum Swara Pendidikan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

BeritaTerkait

Ketika Disiplin Guru Berujung Kriminalisasi
Opini

Ketika Disiplin Guru Berujung Kriminalisasi

by SWARA PENDIDIKAN
25 January 2026
0
0

  Swara Pendidikan - Peristiwa yang menimpa seorang guru honorer...

Read more
Bantuan Internet Gratis dan Komunikasi Publik yang Gagal

Bantuan Internet Gratis dan Komunikasi Publik yang Gagal

17 January 2026
0
Diam adalah Masalah: Urgensi Penyelidikan Publik terhadap Kasus Korupsi di Indonesia

Diam adalah Masalah: Urgensi Penyelidikan Publik terhadap Kasus Korupsi di Indonesia

15 January 2026
0

Wacana Pilkada Langsung dan Pilkada Melalui DPRD dalam Perspektif Konstitusi, Demokrasi, dan Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah

11 January 2026
0

Waspada! Modus Penipuan Digital Kian Canggih di WhatsApp dan Facebook

25 December 2025
0

Hukum Bisa Direkayasa Tapi Alam tak Pernah Bohong

7 December 2025
0
Next Post
Puskesmas Citeureup Gelar Kerja Bakti Bersama Damkar untuk Tingkatkan Kenyamanan Pelayanan

Puskesmas Citeureup Gelar Kerja Bakti Bersama Damkar untuk Tingkatkan Kenyamanan Pelayanan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://dewanpers.or.id/data

2026 © swarapendidikan.co.id

TENTANG KAMI

  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

Follow & Share

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
    • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

2026 © swarapendidikan.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In